
Tampak Bench Pemain di stadion Jatidiri yang telah usai direnovasi dan berstandar FIFA. (Instagram Stadion Jatidiri)
JawaPos.com - Stadion Jatidiri, kebanggaan masyarakat Semarang dan markas PSIS Semarang, kini hadir dengan wajah baru setelah menjalani renovasi besar-besaran. Transformasi ini tidak hanya mencakup perbaikan fisik stadion, tetapi juga meningkatkan kenyamanan bagi pemain dan penonton, sekaligus memenuhi standar regulasi yang lebih ketat.
Renovasi Stadion Jatidiri dimulai pada akhir 2023 dan rampung pada awal 2025 dengan anggaran mencapai Rp80 miliar. Dana tersebut bersumber dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Perubahan Signifikan di Stadion Jatidiri
Salah satu aspek utama dalam renovasi ini adalah peningkatan kualitas rumput lapangan. Sebelumnya, kondisi rumput menjadi perhatian karena kurang terawat. Kini, dengan perawatan oleh PT Harapan Jaya Lestarindo, lapangan tampil lebih hijau dan terawat, menggunakan rumput berkualitas tinggi jenis Zoysia Matrella, yang juga digunakan di Stadion Manahan Solo.
Selain itu, tribun stadion mengalami perombakan besar. Kursi tribun kini lebih nyaman dengan model single seat, sementara akses keluar ditambah dengan pintu darurat dan tangga evakuasi untuk meningkatkan keamanan. Kapasitas stadion juga dikurangi dari 25.000 menjadi 18.000 penonton guna menciptakan atmosfer yang lebih aman dan nyaman bagi para suporter.
Tak hanya perbaikan pada area lapangan dan tribun, fasilitas penunjang lainnya turut ditingkatkan. Stadion kini dilengkapi dengan ruang Video Assistant Referee (VAR), ruang ganti pemain yang lebih modern, toilet yang lebih bersih, serta musala bagi para pengunjung.
Dampak Positif bagi Sepak Bola Semarang
Dengan renovasi ini, Stadion Jatidiri siap menjadi venue utama bagi laga kandang PSIS Semarang di Liga 1, termasuk pertandingan perdana pascarenovasi melawan Persib pada 9 Februari mendatang. Peningkatan fasilitas diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme penyelenggaraan pertandingan serta memberikan pengalaman menonton yang lebih baik bagi para penonton.
Renovasi Stadion Jatidiri juga sejalan dengan visi pemerintah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur olahraga nasional. Stadion ini menjadi salah satu dari 18 stadion yang direnovasi untuk mendukung transformasi sepak bola Indonesia.
Selain renovasi dari pemerintah pusat, sebelumnya Pemprov Jawa Tengah telah melakukan perbaikan besar sejak 2016 hingga 2021 dengan total anggaran Rp528,7 miliar dari APBD Provinsi Jawa Tengah. Perbaikan tersebut mencakup gelanggang olahraga (GOR), kolam renang, lapangan tenis outdoor, lapangan basket outdoor, lintasan atletik, hingga panjat tebing.
Harapan bagi Masa Depan Sepak Bola Semarang
Dengan standar yang lebih tinggi dan fasilitas yang lebih lengkap, diharapkan Stadion Jatidiri dapat menjadi pusat kegiatan olahraga yang mendukung perkembangan atlet lokal serta mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis olahraga di Semarang.
Sebagai salah satu stadion utama di Jawa Tengah, Stadion Jatidiri kini siap menggelar pertandingan besar, sekaligus menjadi simbol kebanggaan bagi warga Semarang dan sekitarnya. Transformasi ini diharapkan membawa dampak positif bagi sepak bola Indonesia serta memberikan pengalaman terbaik bagi para pencinta sepak bola di Tanah Air.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
