Legenda Persebaya Surabaya Kurniawan Dwi Yulianto kini siap mengabdi ke Timnas Indonesia. (Instagram @kurniawanqana)
JawaPos.com — Kala itu, Kurniawan Dwi Yulianto tidak bisa menyembunyikan rasa rindu terhadap Persebaya Surabaya. Mantan striker andalan Green Force itu kembali ke Surabaya pada 6 Februari 2020 sebagai pelatih Sabah FA.
Kepulangannya ke Kota Pahlawan bukan sekadar lawatan biasa. Laga uji coba melawan Persebaya Surabaya menjadi momen emosional baginya karena kembali bertemu dengan klub yang pernah dibawanya juara Liga Indonesia 2004.
Saat itu, Kurniawan menjadi bagian penting skuad Green Force yang meraih kejayaan bersama Bejo Sugiantoro dan Uston Nawawi. Dua nama terakhir tersebut berstatus sebagai asisten pelatih Persebaya Surabaya saat itu.
Pertemuan tersebut seolah menjadi reuni bagi tiga sosok yang pernah berjasa bagi klub kebanggaan Bonek. Kurniawan mengaku sering berkomunikasi dengan Bejo dan Uston untuk bertukar informasi tentang perkembangan Persebaya Surabaya.
Meskipun datang sebagai lawan, Kurniawan tetap merasa memiliki hubungan emosional yang kuat dengan Persebaya Surabaya. Bahkan, dia mengaku selalu mengikuti perkembangan tim meski sudah lama berkarier sebagai pelatih di luar negeri.
“Terlepas dari laga lawan Persebaya, sebenarnya saya dengan Bejo dan Uston masih sering komunikasi. Kadang saya tanya soal perkembangan Persebaya. Saling support saja,” katanya kepada Jawa Pos (6/2/2020).
Salah satu momen yang paling diingatnya adalah selebrasi unik yang selalu dilakukan setiap kali mencetak gol untuk Persebaya Surabaya. Dia akan berlari, melepas jersey, lalu melemparkannya ke udara sebagai bentuk euforia.
Namun, selebrasi itu kini sudah tidak mungkin dilakukan lagi karena aturan yang lebih ketat. "Coba kalau sekarang (copot jersey) pasti sudah kena kartu kuning," ucapnya sambil tertawa.
Bagi Kurniawan, Persebaya Surabaya lebih dari sekadar klub yang pernah dibelanya. Dia merasa mendapatkan tempat istimewa di hati para suporter setia Bonek yang selalu mendukung dengan penuh totalitas.
Atmosfer stadion Gelora Bung Tomo yang selalu membara menjadi salah satu hal yang paling dirindukan. Dia menyebut Bonek sebagai salah satu kelompok suporter terbaik di Indonesia karena loyalitas mereka.
“Bonek itu spesial buat saya. Mereka yang membuat saya merasa nyaman selama main di sini (Persebaya),” ucap mantan pemain PSM Makassar tersebut.
Sebagai seorang mantan pemain, Kurniawan tidak pernah berhenti memberikan dukungan kepada Persebaya Surabaya. Dia percaya dengan kualitas tim, pelatih, dan manajemen saat itu, Persebaya Surabaya sangat layak menjadi juara Liga 1.
Harapan besar itu dia sampaikan kepada para pemain Sabah FA saat menghadapi Persebaya Surabaya dalam laga uji coba. Dia meminta anak asuhnya berdoa untuk kesuksesan Persebaya Surabaya meskipun mereka akan bertanding sebagai lawan.
"Saya selalu bilang kepada pemain saya, ini bukan hanya laga persahabatan. Saya ingin pemain kami berdoa untuk kesuksesan Persebaya," ujar Kurniawan penuh harapan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
Prediksi Levski Sofia vs AEK Athens: Misi Besar Tuan Rumah Kembali ke UCL Usai Absen 2 Dekade
Prediksi Skor Vietnam vs Malaysia Leg 2 Semifinal AFF 2026: The Golden Star Warriors Menuju Final!
Profil Putri Juficha, Miss Earth Indonesia 2025 yang Meninggal di Usia Muda
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Ada Andik Vermansah Hingga Leo Lelis, 6 Mantan Pemain Persebaya Memperkuat Tim Promosi
Prediksi Skor Thailand vs Singapura: Gajah Perang Selangkah Lagi ke Final Piala AFF 2026!
Prediksi Skor Slovan Bratislava vs Celje di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
