Asisten Pelatih Indra Sjafri, Kurniawan Dwi Yulianto menilai pemain menjauhi medsos itu penting agar bisa fokus bermain sepak bola. (Antara)
JawaPos.com - Para pemain muda di negara manapun bisa dikatakan memiliki tugas berat, termasuk di Indonesia. Pasalnya, mereka adalah fondasi persepakbolaan negaranya.
Jika mereka mampu bersinar apalagi bagi negara, maka kedepannya mereka akan bisa membawa tim nasional level senior berprestasi, asalkan tetap konsisten.
Untuk mencapainya, pembinaan sepak bola sejak usia dini sangat diperlukan, tidak hanya dalam aspek teknik sepak bola, tetapi juga mentalitasnya.
Dalam sebuah wawancara, legenda sepak bola Indonesia Kurniawan Dwi Yulianto menilai salah satu hal yang bisa diterapkan untuk melatih mentalitas pemain muda adalah menjauhi media sosial.
Ia mencontohkan di luar negeri, para pemain muda bahkan rela tidak bermain medsos demi fokus pada karir kedepannya sebagai pemain sepak bola.
"Saya setuju jika pemain itu jauh dari medsos. Saya ambil contoh dari Como (saat melatih tim junior), saya pernah cek medsos para pemain junior ternyata postingan medsos mereka kosong. Pernah saya tanya kenapa nggak main medsos, mereka rata-rata menjawab 'agar saya bisa fokus berkarir di sepak bola, karena saya nggak mau sia-sia bermain sejak usia 8 tahun tapi nanti di usia 18-19 tidak mendapat kontrak profesional'. Mereka sudah ada pemikiran seperti itu padahal masih di usia junior," ungkap Kurniawan dalam podcast di akun YouTube Asumsi.
Mantan pemain Persebaya Surabaya itu justru mengimbau para pemain muda memacu diri untuk menjadi pesepak bola yang profesional dengan keluar dari zona nyaman.
"Sebenarnya nggak salah juga kalau masih ada pemain yang cukup sering main medsos, tapi kalau menurut saya, lebih baik kalau kamu memang mau menjadi pemain sepak bola profesional, fokuslah untuk push diri kamu hingga level terbaikmu, bahkan keluarlah dari zona nyamanmu," tukasnya.
Kurniawan juga menilai menjauhi medsos bagi pemain muda akan sangat bermanfaat, antara lain mentalitas menjadi tidak terganggu.
"Nah biar bisa fokus, menjauhi medsos itu perlu karena saya yakin walaupun ada pemain bilang di mulut nggak akan terpengaruh oleh medsos, tapi pasti di dalam diri sedikit banyak akan ikut terpengaruh, apalagi sampai meladeni netizen, bagi saya itu buat apa, malah sia-sia," imbuhnya lagi.
Menjadi pesepakbola di era serba modern seperti saat ini memang ujiannya lebih besar, mulai dari gangguan medsos hingga tuntutan para fans.
Ujian seperti itulah yang patut diantisipasi para pemain, apalagi para pemain muda yang sudah mendapat kontrak profesional di klub. Kurniawan pun memberi tips agar para pemain muda yang sudah dikontrak oleh klub bisa terus berproses menuju level terbaiknya.
"Pemain harus bisa membedakan apakah dirinya termasuk profesional sejati atau hobi yang dibayar. Kalau hobi yang dibayar ya kamu jadi pemain bola karena senang, kemudian dibayar, udah cukup gitu aja. Tapi kalau profesional sejati ya jadilah pemain yang mempush ke level terbaik, apalagi kalau kamu dibayar dengan mahal, maka kamu bisa lakukan hal-hal untuk meningkatkan levelmu, misalnya bayar personal trainer dalam segala hal, ahli gizi, karena itu kan investasi untuk kamu sendiri agar kamu bisa konsisten dalam level terbaikmu," tutur mantan pemain PSM Makassar ini.
Pria yang dulu dijuluki Si Kurus saat masih aktif bermain ini juga menyoroti sulitnya pemain lokal menyamai level para pemain asing dan juga pemain naturalisasi.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
