Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 4 Februari 2025 | 04.16 WIB

Kurniawan Dwi Yulianto Menimba Ilmu Sampai Italia untuk Berbakti Bagi Kemajuan Sepak Bola Indonesia

Kurniawan Dwi Yulianto mulai bekerja bersama Head Coach Indra Sjafri. (Instagram: Timnas Indonesia) - Image

Kurniawan Dwi Yulianto mulai bekerja bersama Head Coach Indra Sjafri. (Instagram: Timnas Indonesia)

JawaPos.com - Legenda sepak bola Indonesia yang telah berkiprah di dunia internasional, lebih tepatnya Como 1907, kembali ke Indonesia sebagai jajaran pelatih Timnas Indonesia U-20 yang akan berkiprah di gelaran Piala Asia U-20 China, pertengahan Februari mendatang. “si Kurus” sapaan akrabnya, telah menimba ilmu yang cukup lama di Italia.

Kedatang Kurniawan Dwi Yulianto banyak menyita perhatian, sebab pelatih berkepala pelontos ini sebelumnya digadang-gadang menjadi pelatih lokal yang akan menjadi bagian dari Timnas Senior bersama Patrick Kluivert, Danny Landzaat, dan juga Alex Pastoor. Nyatanya, ia bergabung dengan jajaran pelatih Indra Sjafri.

Kurniawan Dwi Yulianto sempat merasakan menimba ilmu di tanah Italia bersama tim Serie B yang sudah mendapatkan promosi ke Serie A, Como 1907. Pada tahun 2022, Kurniawan Dwi Yulianto datang ke Como, bagian dari konglomerasi Djarum Group sebagai asisten pelatih Giacomo Gattuso dan Osian Roberts.

Karir kepelatihannya menjadi semakin cemerlang ketika tim asal Lombardy dengan penduduk yang cukup sedikit ini mendatangkan Cesc Fabregas sebagai kepala pelatihnya. Bersama Cesc Fabregas, Kurniawan membantu tim asal Lombardy, Italia Utara ini promosi ke Serie A setelah 21 tahun. 

Promosi ini dipastikan setelah Como 1907 finish di peringkat dua Serie B musim 2023/2024, berkat hasil imbang 1-1 melawan Cosenza serta kekalahan Venezia dari Spezia​. Hal ini juga menjadikan Kurniawan Dwi Yulianto merupakan pelatih pertama asal Indonesia yang berkiprah di Serie A.

Selain berkiprah sebagai asisten pelatih Cesc Fabregas di Como, Kurniawan Dwi Yulianto juga membina pemain muda atau tim Primavera U-19 milik Como. Pengembangan usia dini yang menjadi fokus Como 1907 ingin membuat mentalitas kompetitif bagi anak-anak muda dalam kompetisi sepak bola yang akan mereka hadapi kemudian hari.

Bekal yang didapat di Malaysia dan khususnya Italia dengan kultur sepak bola Eropa yang kental akan pembinaan usia dini, membuatnya ditarik pulang oleh PSSI. Harapannya, dengan mentalitas, kemampuan, dan wawasan yang dimiliki oleh Kurniawan Dwi Yulianto, permainan Timnas U-20 di Piala Asia U-20 menjadi lebih menarik.

Kedatangannya di jajaran kepelatihan Timnas U-20 juga mendapat sambutan yang baik dari staf pelatih, khususnya kepala pelatih Indra Sjafri. Indra Sjafri mengatakan bahwa kedatangan Kurniawan Dwi Yulianto memberikan harapan bahwa skuad akan menjadi lebih solid dan siap menjalani Piala Asia U-20.

"Terima kasih saya diberi kesempatan untuk kembali ke Tim Nasional. Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, untuk Tim Nasional saya selalu siap. Membantu Timnas U-20 ini di lini depan, mudah-mudahan apa yang menjadi target bisa tercapai,” ungkap Kurniawan Dwi Yulianto di sela-sela sesi latihan Timnas Indonesia U-20.

Dengan Lisensi A Pro yang dikantongi oleh Kurniawan Dwi Yulianto, pastinya masyarakat Indonesia berharap “Si Kurus” mampu memberikan motivasi, dorongan, latihan yang lebih berkualitas kepada para penyerang Tim Nasional Indonesia U-20 yang minim pengalaman dan mentalitas yang lebih baik lagi ketika bertanding melawan tim besar. 

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore