Kudus All Stars berhasil menjadi juara MilkLife Soccer Challenge (MLSC) All Stars 2025 setelah mengalahkan Solo di final, Minggu (26/1). (Dimas Ramadhan/JawaPos.com)
JawaPos.com - Selesai sudah rangkaian MilkLife Soccer Challenge All Stars 2025 dan Kudus All Stars sukses keluar sebagai yang terbaik. Tim tuan rumah itu menyabet gelar setelah menang atas Solo pada partai final, Minggu (26/1).
Dalam pertandingan yang berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus All Stars berhasil menang tipis 1-0. Kemenangan itu tidak didapat dengan mudah karena kedua tim bertarung cukup sengit dari menit pertama.
Pertandingan kian meriah karena suporter hadir memenuhi Supersoccer Arena dan membuat atmosfer laga semakin menyala. Selain itu, tuan rumah Kudus jadi bermain lebih percaya diri dan berani dalam menekan.
Sementara tim Solo All Stars, coba bermain aman dan menunggu. Mereka mengandalkan serangan balik setelah bertahan dengan sangat rapat.
Gol pertandingan pun baru tercipta pada babak kedua, bahkan saat laga mau berakhir. Adalah Asyifa Sholawa Farizqi yang berhasil mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-27.
Gol bermula dari sepak pojok Kudus yang ditepis oleh kiper Solo All Stars. Namun, bola memantul ke arah Asyifa yang langsung mengubahnya menjadi tendangan berbuah gol.
Keunggulan itu membuat Solo makin tertekan. Tapi, pada akhirnya pertandingan berakhir dan Kudus All Stars memastikan gelar juara MilkLife Soccer Challenge All Stars 2025.
Kegembiraan pun langsung pecah di tim Kudus All Stars. Segenap pemain, ofisial, dan tim pelatih bersuka cita menyambut kemenangan. Sementara dari kubu Solo, tertunduk lesu.
"Alhamdulillah kami bersyukur bisa menang. Tadi anak-anak sedikit nervous. Kemudian ada miskomunikaai karena kita kurang pemanasan, itu jadi salah satu kendala," ucap Pelatih Kudus, Yayat Hidayat usai laga.
"Tapi, enggak jadi masalah. Babak kedua mulai berkembang, main enjoy dan bisa mencetak gol dan kita akhirnya menang," tambahnya.
Sementara itu, peringkat ketiga MilkLife Soccer Challenge (MLSC) All Stars menjadi milik tim Surabaya All Stars. Mereka berhasil mengalahkan tim Jakarta All Stars untuk mendapatkan predikat tersebut.
Ridwan Anwar selaku pelatih Surabaya All Stars, mengatakan bahwa tak banyak perubahan strategi dan persiapan yang dilakukan. Dia hanya memberikan waktu bebas kepada anak asuhnya setelah kalah penalti 6-7 dari Kudus di semifinal.
"Kemarin sore, anak anak saya beri kebebasan dan saya hadirkan orang tua mereka untuk mengajak mereka jalan, ada waktu 2-3 jam setelah itu anak anak balik ke hotel istirahat. Saya yang minta itu," kata Ridwan Anwar.
Kesempatan itu diberikan agar para pemain bisa bersantai dan melupakan kekalahan di semifinal. Locita Waranggani dan kolega pun memanfaatkan kesempatan itu dengan baik, termasuk saat malam harinya.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
