
Kadek Raditya harus terus mengasah kemampuannya sebagai gelandang bertahan Persebaya Surabaya. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Kadek Raditya kembali mendapatkan tantangan baru di Persebaya Surabaya. Bek tengah yang selama ini menjadi andalan tim kini harus beradaptasi dengan peran barunya sebagai gelandang bertahan.
Perubahan ini terjadi setelah kedatangan Dime Dimov pada paruh kedua musim Liga 1 Indonesia 2024/2025. Kehadiran bek asal Makedonia Utara itu membuat persaingan di lini belakang Persebaya Surabaya semakin sengit.
Selama ini, Kadek Raditya selalu menjadi tandem Slavko Damjanovic di lini belakang Persebaya Surabaya. Namun, Paul Munster mulai mengutak-atik komposisi pemain bertahan pada laga melawan Malut United, Jumat (17/1).
Dalam laga tersebut, Paul Munster memasang Slavko Damjanovic dan Dime Dimov sebagai duo bek tengah. Sementara itu, Kadek Raditya dipindahkan ke posisi gelandang bertahan.
Bagi Kadek Raditya, bermain sebagai gelandang bertahan bukanlah hal baru. Pemain kelahiran 1998 itu juga sempat memainkan peran yang sama pada putaran kedua musim lalu.
Situasi saat ini mengingatkan Kadek pada musim lalu ketika ia awalnya berduet dengan Dusan Stevanovic di lini belakang. Kemudian, kedatangan Yan Victor membuatnya harus beralih ke posisi gelandang bertahan.
Kadek Raditya mengakui perubahan posisi ini memaksanya untuk terus belajar. Ia juga rutin melakukan evaluasi pribadi demi meningkatkan performanya di lapangan.
“Kalau saya pribadi terus belajar dari apa yang saya rasakan kurang, terus evaluasi sendiri. Tapi dari tim pelatih juga memberikan evaluasi untuk tim pertahanan,” ujar Kadek.
“Kami support mereka (pemain baru), biar cepat adaptasi. Kami semua support, saya bisa saling bicara bagaimana kelebihan dan kekurangan, dan belajar juga dari mereka (Slavko dan Dime),” imbuhnya.
Musim ini, Kadek telah tampil dalam 19 pertandingan dengan mencatatkan 1674 menit bermain. Meskipun belum mencetak gol, kontribusinya tetap terasa penting untuk tim.
Statistiknya mencatat 18 tekel, 20 intersep, dan 44 sapuan sepanjang musim ini. Akurasi umpan Kadek juga cukup baik dengan persentase mencapai 89 persen.
Namun, Kadek juga menyadari peran gelandang bertahan membutuhkan kerja ekstra. Ia dituntut untuk memiliki mobilitas tinggi dan kemampuan membaca permainan yang lebih baik.
Di sisi lain, Paul Munster mengakui perubahan posisi Kadek merupakan bagian dari strategi tim. Pelatih asal Irlandia itu ingin memanfaatkan kemampuan Kadek dalam bermain lebih agresif di lini tengah.
“Kadek sebelumnya bermain sebagai centre back. Sekarang, dia harus lebih banyak berlari dan agresif sebagai gelandang bertahan,” kata Munster.
Namun, hasilnya tidak langsung memberikan dampak positif bagi Persebaya Surabaya. Pada laga melawan Malut United, Green Force harus menelan kekalahan 2-0 di kandang sendiri.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
