Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 19 Januari 2025 | 03.05 WIB

Persibo Bojonegoro Protes Karena Wasit Lawan Deltras Berubah, Pilih Kalah WO dan Sampaikan Pesan "Justice For Sepakbola Indonesia"

Pemain Persibo Bojonegoro melakukan aksi protes di pinggir lapangan Sasana Krida. (Dok. Radar Bojonegoro)

JawaPos.com - Laga Deltras FC melawan Persibo Bojonegoro yang digelar di Stadion Sasana Krida AAU Yogyakarta, Sabtu (18/1), menandai berakhirnya fase grup Liga 2. Deltras melaju ke babak delapan besar dengan cara yang cukup mengejutkan.

Persibo Bojonegoro yang datang dengan formasi lengkap, ternyata memiliki beberapa pemain yang masih dalam pemulihan akibat cedera dari insiden kekerasan sebelumnya. Sebagai bentuk protes, mereka tidak mengenakan jersey, melainkan kaos putih dengan tulisan “Justice For Sepakbola Indonesia”.

Sementara itu, meskipun PT LIB telah mengeluarkan surat keputusan yang meminta kedua tim bermain dengan komposisi yang sama seperti laga sebelumnya, pertandingan tersebut dipimpin oleh wasit yang berbeda.

Alih-alih Idfi Akbar Patha Sanduan, wasit yang memimpin laga sebelumnya, pertandingan ini dipimpin oleh Agus Fauzan Arifin. Diketahui, wasit Agus Fauzan Arifin ini merupakan wasit yang terakhir bertugas pada laga Grup 3 lainnya, yakni pertandingan antara Persipal Palu melawan Persipura Jayapura dengan skor akhir 0-3 untuk Persipura.

Jikalau waktu itu Persipal Palu memenangkan pertandingan, maka peluang Deltras Sidoarjo tertutup untuk lolos 8 besar.

Azka Fauzi, salah satu pemain Persibo, mengungkapkan kekecewaannya terkait pergantian wasit tersebut melalui akun Instagramnya. “Wasit ganti, mana tahu dia kejadian kemarin, lucu kan? Ya sudah atur sendiri,” tulisnya.

Meski pemain Deltras telah siap bertanding, Persibo memilih untuk tidak turun ke lapangan. Mereka berlutut di tepi lapangan dengan mengepalkan tangan sebagai bentuk protes hingga dua menit pertandingan berjalan. Hingga berita ini ditulis, belum ada keputusan terkait para pemain Deltras yang terlibat dalam tindakan kekerasan.

Dengan Persibo yang menolak melanjutkan laga, Deltras FC pun dinyatakan menang 3-0 karena Persibo dianggap walk-out (WO). Dengan hasil tersebut, Deltras melaju ke babak delapan besar Liga 2 2024/2025, sementara Persibo harus menjalani playoff degradasi.

Usai pertandingan, Pelatih Persibo, Kahudi Wahyu Widodo, mengungkapkan kekecewaannya terhadap keputusan pergantian wasit dan ketidakjelasan terkait tindak kekerasan yang menimpa timnya. Kahudi menjelaskan, meski mereka datang untuk menghormati keputusan PT LIB, mereka tidak sepenuhnya setuju dengan keputusan tersebut.

“Kami datang ke pertandingan ini untuk menghormati keputusan PT LIB, namun kami tidak sepenuhnya setuju dengan keputusan PT LIB. Pertama kami bertanya kepada pengawas pertandingan karena kami yang mengalami dan merasakan (kekerasan) di Gelora Delta saat itu,” ungkap Kahudi kepada media.

“Persepsi kami, skor adalah 1-1, namun ketika saya meminta persepsi pengawas pertandingan, mereka menjawab bukan wilayah mereka. Tolong diperjelas secara regulasi supaya tidak muncul persepsi yang salah. Ini tadi ada pergantian wasit baru, bukan yang memimpin kemarin. Osas bertanya, dan tidak dijelaskan,” tambahnya.

Tim Deltras sendiri memilih tidak memberikan komentar terkait situasi ini dan langsung meninggalkan stadion begitu bus Persibo keluar. Hasil ini memastikan Deltras melaju ke babak 8 besar dan dijadwalkan menghadapi PSIM Yogyakarta di Stadion Mandala Krida pada Senin (20/1/).

 
Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore