Pemain Persibo Bojonegoro melakukan aksi protes di pinggir lapangan Sasana Krida. (Dok. Radar Bojonegoro)
JawaPos.com - Laga Deltras FC melawan Persibo Bojonegoro yang digelar di Stadion Sasana Krida AAU Yogyakarta, Sabtu (18/1), menandai berakhirnya fase grup Liga 2. Deltras melaju ke babak delapan besar dengan cara yang cukup mengejutkan.
Persibo Bojonegoro yang datang dengan formasi lengkap, ternyata memiliki beberapa pemain yang masih dalam pemulihan akibat cedera dari insiden kekerasan sebelumnya. Sebagai bentuk protes, mereka tidak mengenakan jersey, melainkan kaos putih dengan tulisan “Justice For Sepakbola Indonesia”.
Sementara itu, meskipun PT LIB telah mengeluarkan surat keputusan yang meminta kedua tim bermain dengan komposisi yang sama seperti laga sebelumnya, pertandingan tersebut dipimpin oleh wasit yang berbeda.
Alih-alih Idfi Akbar Patha Sanduan, wasit yang memimpin laga sebelumnya, pertandingan ini dipimpin oleh Agus Fauzan Arifin. Diketahui, wasit Agus Fauzan Arifin ini merupakan wasit yang terakhir bertugas pada laga Grup 3 lainnya, yakni pertandingan antara Persipal Palu melawan Persipura Jayapura dengan skor akhir 0-3 untuk Persipura.
Jikalau waktu itu Persipal Palu memenangkan pertandingan, maka peluang Deltras Sidoarjo tertutup untuk lolos 8 besar.
Azka Fauzi, salah satu pemain Persibo, mengungkapkan kekecewaannya terkait pergantian wasit tersebut melalui akun Instagramnya. “Wasit ganti, mana tahu dia kejadian kemarin, lucu kan? Ya sudah atur sendiri,” tulisnya.
Meski pemain Deltras telah siap bertanding, Persibo memilih untuk tidak turun ke lapangan. Mereka berlutut di tepi lapangan dengan mengepalkan tangan sebagai bentuk protes hingga dua menit pertandingan berjalan. Hingga berita ini ditulis, belum ada keputusan terkait para pemain Deltras yang terlibat dalam tindakan kekerasan.
Dengan Persibo yang menolak melanjutkan laga, Deltras FC pun dinyatakan menang 3-0 karena Persibo dianggap walk-out (WO). Dengan hasil tersebut, Deltras melaju ke babak delapan besar Liga 2 2024/2025, sementara Persibo harus menjalani playoff degradasi.
Usai pertandingan, Pelatih Persibo, Kahudi Wahyu Widodo, mengungkapkan kekecewaannya terhadap keputusan pergantian wasit dan ketidakjelasan terkait tindak kekerasan yang menimpa timnya. Kahudi menjelaskan, meski mereka datang untuk menghormati keputusan PT LIB, mereka tidak sepenuhnya setuju dengan keputusan tersebut.
“Kami datang ke pertandingan ini untuk menghormati keputusan PT LIB, namun kami tidak sepenuhnya setuju dengan keputusan PT LIB. Pertama kami bertanya kepada pengawas pertandingan karena kami yang mengalami dan merasakan (kekerasan) di Gelora Delta saat itu,” ungkap Kahudi kepada media.
“Persepsi kami, skor adalah 1-1, namun ketika saya meminta persepsi pengawas pertandingan, mereka menjawab bukan wilayah mereka. Tolong diperjelas secara regulasi supaya tidak muncul persepsi yang salah. Ini tadi ada pergantian wasit baru, bukan yang memimpin kemarin. Osas bertanya, dan tidak dijelaskan,” tambahnya.
Tim Deltras sendiri memilih tidak memberikan komentar terkait situasi ini dan langsung meninggalkan stadion begitu bus Persibo keluar. Hasil ini memastikan Deltras melaju ke babak 8 besar dan dijadwalkan menghadapi PSIM Yogyakarta di Stadion Mandala Krida pada Senin (20/1/).

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Swedia dan Tunisia di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jerman vs Curacao di Piala Dunia 2026: Der Panzer Siap Menggila di Laga Perdana
MUI Minta Pelaku dan Pengkampanye LGBTQ Bisa Dipidana, Lebih Berat dari Pasal Perzinaan
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Skor Haiti vs Skotlandia di Piala Dunia 2026: The Tartan Army Bisa Menang Besar!
