Persikas Subang lepas 19 pemain karena krisis finansial (Instagram @persikas_subang)
JawaPos.com - Kompetisi Liga 2 musim ini menyisakan cerita pilu dari Persikas Subang. Klub asal Jawa Barat tersebut tengah menghadapi masa-masa sulit yang mengancam eksistensinya di pentas sepak bola nasional.
Krisis finansial yang melanda Persikas Subang tidak hanya berdampak pada performa di lapangan, tetapi juga pada stabilitas tim secara keseluruhan. Kini, nasib mereka di Liga 2 tergantung pada satu pertandingan terakhir yang penuh tekanan.
Kisah krisis keuangan di klub sepak bola Indonesia bukanlah hal baru. Beberapa klub besar maupun kecil telah mengalami situasi serupa, namun apa yang dialami Persikas Subang menunjukkan betapa seriusnya masalah ini.
Dampaknya begitu nyata: penunggakan gaji pemain hingga keputusan berat untuk melepas sebagian besar skuadnya. Langkah tersebut menjadi pukulan telak bagi tim yang sedang berjuang keluar dari zona degradasi.
Persikas Subang dilaporkan mengalami penunggakan gaji yang berujung pada dilepasnya 19 pemain dari skuad utama. Keputusan drastis ini diumumkan oleh manajemen klub melalui media sosial.
Akun Instagram @transferligina juga mengunggah informasi terkait keputusan tersebut, menyebutkan bahwa, "Persikas Subang resmi melepas 19 pemain. Padahal kompetisi Liga 2 Pegadaian 2024/2025 belum selesai."
Hal ini juga dikonfirmasi oleh akun resmi klub, @persikas_subang, yang menulis, "Kami ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya pada pemain yang telah berjuang bersama Persikas Subang." Unggahan tersebut disertai foto-foto perpisahan yang menandai akhir perjalanan para pemain bersama tim.
Statistik di lapangan menambah kelam situasi Persikas Subang. Dari 15 pertandingan yang sudah dimainkan, mereka hanya mampu meraih empat poin, hasil dari satu kemenangan, satu hasil imbang, dan 13 kekalahan. Catatan buruk ini menempatkan mereka di posisi juru kunci klasemen sementara Liga 2. Sisa satu pertandingan melawan Persipa Pati pada 11 Januari 2025 akan menjadi laga hidup-mati bagi Persikas Subang.
Kondisi keuangan yang sulit membuat peluang mereka untuk bertahan semakin kecil. Meskipun secara matematis mereka masih memiliki peluang melalui babak play-off, kehilangan pemain kunci telah melemahkan kekuatan tim secara signifikan.
Situasi ini menambah daftar panjang persoalan klub sepak bola Indonesia, terutama dalam aspek pengelolaan keuangan yang kerap menjadi batu sandungan.
Masalah serupa juga pernah dialami oleh klub-klub besar seperti Sriwijaya FC. Krisis finansial yang berujung pada tunggakan gaji pemain menunjukkan perlunya perbaikan sistemik dalam pengelolaan klub sepak bola di Indonesia. Keberlanjutan kompetisi membutuhkan dukungan dari semua pihak, mulai dari manajemen klub hingga federasi, untuk memastikan kesejahteraan pemain dan stabilitas tim.
Nasib Persikas Subang kini berada di ujung tanduk. Pertandingan melawan Persipa akan menjadi penentu apakah mereka tetap bertahan di Liga 2 atau harus terlempar ke Liga 3.
Lebih dari sekadar hasil pertandingan, krisis yang mereka alami menjadi cerminan tantangan yang dihadapi banyak klub sepak bola di Indonesia. Diperlukan langkah nyata untuk memperbaiki sistem pengelolaan keuangan dan mencegah krisis serupa terulang.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Misi John Herdman Demi Semifinal!
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Kejagung Periksa Febrie Adriansyah: Kenakan Rompi Pink dan Tangan Terborgol
Presiden Persebaya Surabaya Angkat Bicara Usai Juara, Azrul Ananda: Menuju Bintang Melalui Kesulitan
Profil Kiper Persebaya Reza Arya Pratama, Tepis 2 Penalti Persib di Final Piala Presiden 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
