
Syamsuddin Batola, pelatih Persewangi Banyuwangi, meninggal dunia. (Istimewa)
Syamsuddin Batola banyak mengumbar senyum dalam latihan terakhir yang dia pimpin karena anak asuhnya menjalankan program dengan baik. Di hari dia berpulang keluarganya dari Maros dijadwalkan tiba di Banyuwangi.
FREDY RIZKI, Banyuwangi
---
SAMBIL turut membereskan peralatan latihan, Syamsuddin Batola berpesan kepada asisten pelatih Persewangi Banyuwangi Nasrul Alung agar memimpin latihan berikutnya.
Sebab, dia akan ke Surabaya mengikuti pertemuan koordinasi pertandingan Liga 4 Jawa Timur.
Soal program latihan, Syamsuddin meminta Nasrul meneruskan apa yang selama ini sudah dijalankan. Nasrul tentu saja langsung mengiyakan permintaan pelatih kepala Persewangi tersebut.
Dalam latihan terakhir pada Rabu (11/12) sore di Stadion Diponegoro, Banyuwangi, itu, meski hujan lebat menerpa, Syamsuddin di mata Nasrul terlihat banyak mengumbar senyum. Sebab, anak asuhnya bisa menerapkan program latihan dengan baik.
”Beberapa kali pula dia terlihat bercanda dengan para pemain,” kata Nasrul kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi.
Sampai kemudian berita duka itu menyambar kemarin (12/12) pagi: mantan bek yang turut membawa PSM Makassar juara Divisi Utama (kini Liga 1) Liga Indonesia itu meninggal dalam kecelakaan lalu lintas di tol Pasuruan–Probolinggo. Nasrul terpukul. Begitu juga para pemain.
Beberapa pemain bahkan enggan diajak berbicara begitu mendengar kabar duka tersebut. Sebagian memilih berdiam diri atau masuk ke kamar.
”Lima pemain dari Makassar meminta ikut pulang, sebagian menyiapkan diri untuk menggelar pengajian. Kepergian coach Syamsuddin benar-benar kehilangan bagi kami,” ucap Nasrul.
Keras, Cepat, dan Teknis
Kenangan dari latihan terakhir Rabu sore membuat penyerang Persewangi Yusuf Efendi sulit menerima kenyataan sang pelatih telah berpulang. Masih segar dalam ingatannya bagaimana mantan pemain PKT Bontang itu, seperti biasa, menjelaskan taktik dengan cara yang gamblang.
”Prinsip bermain bola beliau keras, cepat, dan teknis. Karena dijelaskan dengan gamblang, jadi mudah bagi kami mengaktualisasikannya di lapangan,” kata Yusuf.
Syamsuddin tercatat membela PSM pada 1994–2001. Selanjutnya, figur yang lahir 57 tahun lalu itu menutup karier di tim kampung halamannya, Persim Maros.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
