Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 13 Desember 2024 | 22.22 WIB

Pesan dan Canda Syamsuddin Batola di Latihan Terakhir, Meminta Asisten Pelatih Meneruskan Apa Yang Sudah Dijalankan

Syamsuddin Batola, pelatih Persewangi Banyuwangi, meninggal dunia. (Istimewa) - Image

Syamsuddin Batola, pelatih Persewangi Banyuwangi, meninggal dunia. (Istimewa)

Syamsuddin Batola banyak mengumbar senyum dalam latihan terakhir yang dia pimpin karena anak asuhnya menjalankan program dengan baik. Di hari dia berpulang keluarganya dari Maros dijadwalkan tiba di Banyuwangi.

FREDY RIZKI, Banyuwangi

---

SAMBIL turut membereskan peralatan latihan, Syamsuddin Batola berpesan kepada asisten pelatih Persewangi Banyuwangi Nasrul Alung agar memimpin latihan berikutnya.

Sebab, dia akan ke Surabaya mengikuti pertemuan koordinasi pertandingan Liga 4 Jawa Timur.

Soal program latihan, Syamsuddin meminta Nasrul meneruskan apa yang selama ini sudah dijalankan. Nasrul tentu saja langsung mengiyakan permintaan pelatih kepala Persewangi tersebut.

Dalam latihan terakhir pada Rabu (11/12) sore di Stadion Diponegoro, Banyuwangi, itu, meski hujan lebat menerpa, Syamsuddin di mata Nasrul terlihat banyak mengumbar senyum. Sebab, anak asuhnya bisa menerapkan program latihan dengan baik.

”Beberapa kali pula dia terlihat bercanda dengan para pemain,” kata Nasrul kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi.

Sampai kemudian berita duka itu menyambar kemarin (12/12) pagi: mantan bek yang turut membawa PSM Makassar juara Divisi Utama (kini Liga 1) Liga Indonesia itu meninggal dalam kecelakaan lalu lintas di tol Pasuruan–Probolinggo. Nasrul terpukul. Begitu juga para pemain.

Beberapa pemain bahkan enggan diajak berbicara begitu mendengar kabar duka tersebut. Sebagian memilih berdiam diri atau masuk ke kamar.

”Lima pemain dari Makassar meminta ikut pulang, sebagian menyiapkan diri untuk menggelar pengajian. Kepergian coach Syamsuddin benar-benar kehilangan bagi kami,” ucap Nasrul.

Keras, Cepat, dan Teknis

Kenangan dari latihan terakhir Rabu sore membuat penyerang Persewangi Yusuf Efendi sulit menerima kenyataan sang pelatih telah berpulang. Masih segar dalam ingatannya bagaimana mantan pemain PKT Bontang itu, seperti biasa, menjelaskan taktik dengan cara yang gamblang.

”Prinsip bermain bola beliau keras, cepat, dan teknis. Karena dijelaskan dengan gamblang, jadi mudah bagi kami mengaktualisasikannya di lapangan,” kata Yusuf.

Syamsuddin tercatat membela PSM pada 1994–2001. Selanjutnya, figur yang lahir 57 tahun lalu itu menutup karier di tim kampung halamannya, Persim Maros.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore