Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 8 Desember 2024 | 19.08 WIB

Ketua Panpel Persebaya Surabaya Ram Surahman Bongkar Alasan Arema FC Pulang Naik Rantis, Bukan Bus

 

Kendaraan taktis (Rantis) membawa rombongan Arema FC saat meninggalkan Stadion GBT, Surabaya. (Moch. Rizky Pratama Putra/JawaPos.com)

 

JawaPos.com — Persebaya Surabaya kembali menunjukkan kekuatannya di Liga 1 Indonesia 2024/2025 dengan kemenangan dramatis atas Arema FC di Stadion Gelora Bung Tomo. Skor 3-2 menjadi hasil akhir laga yang berlangsung sengit dengan tensi tinggi sejak awal pertandingan.

Flavio Silva menjadi bintang utama dengan mencetak dua gol penting. Gol ketiga Green Force lahir dari eksekusi penalti dramatis yang diambil Flavio pada menit ke-90+4 setelah Malik Risaldi dilanggar di kotak penalti.

Dengan kemenangan ini, Persebaya Surabaya semakin kukuh di puncak klasemen sementara Liga 1 dengan koleksi 30 poin. Namun, momen kemenangan ini juga diwarnai perhatian atas kepulangan skuad Arema FC yang tidak menggunakan bus, melainkan kendaraan taktis (rantis).

Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persebaya Surabaya, Ram Surahman, akhirnya memberikan klarifikasi terkait hal ini. Ia menjelaskan keputusan Arema FC pulang naik rantis sepenuhnya merupakan wewenang pihak kepolisian.

“Keputusan tersebut kami serahkan sepenuhnya kepada teman-teman kepolisian. Sebelumnya pihak Arema sempat berharap bisa pulang menggunakan bus, tetapi keputusan akhirnya ada di Polrestabes Surabaya,” ujar Ram saat ditemui wartawan usai pertandingan.

Ram menambahkan pihak Panpel Persebaya Surabaya sebenarnya telah berusaha memfasilitasi keinginan Arema FC. Namun, demi alasan keamanan dan menghindari risiko yang tidak diinginkan, pihak kepolisian mengambil langkah antisipasi dengan mengarahkan penggunaan rantis.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab bersama untuk memastikan keselamatan tim tamu. Rivalitas panjang antara kedua tim membuat laga ini selalu menjadi sorotan dengan tingkat risiko yang tinggi.

Ram juga menjelaskan keputusan ini tidak dimaksudkan untuk memperburuk hubungan kedua klub. Justru sebaliknya, ini adalah langkah preventif untuk menjaga kenyamanan semua pihak, termasuk para pemain dan ofisial Arema FC.

Ia mengungkapkan koordinasi terkait keamanan pertandingan ini sudah dilakukan jauh sebelum laga berlangsung. Bahkan, Panpel Persebaya Surabaya bersama Polrestabes Surabaya menggelar beberapa rapat khusus untuk membahas pengamanan.

Persiapan matang ini melibatkan berbagai elemen, termasuk Marshal Bonek, steward, dan pengamanan tertutup (Pamtup). Seluruh tim pengamanan bekerja sama untuk memastikan jalannya pertandingan aman hingga selesai.

Ram juga menyoroti kedewasaan Bonek dan Bonita dalam mendukung tim kebanggaan mereka. Meski laga ini penuh tensi tinggi, para suporter tetap menunjukkan sikap tertib dan tidak memicu kericuhan.

Menurutnya, penggunaan rantis adalah langkah teknis yang tidak perlu dipandang negatif. Ini adalah prosedur standar dalam situasi pertandingan yang memiliki potensi risiko tinggi.

Ia menambahkan rivalitas seharusnya tidak menjadi alasan untuk menciptakan ketegangan atau konflik. Sepak bola adalah ajang hiburan yang seharusnya menyatukan, bukan memecah belah.

Ram juga berharap agar di pertandingan selanjutnya, suasana serupa dapat tercipta saat Persebaya Surabaya bertandang ke markas Arema FC. Ia menginginkan perlakuan yang sama diberikan kepada Persebaya Surabaya, sehingga rivalitas ini bisa menjadi contoh positif bagi sepak bola Indonesia.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore