Pelatih Timnas Putri Indonesia, Satoru Mochizuki. (Media PSSI)
JawaPos.com - Timnas Putri Indonesia mencetak sejarah setelah meraih gelar Piala AFF Putri 2024 dengan mengalahkan Kamboja 3-1 di final, Kamis (5/12) malam WIB.
Keberhasilan Timnas Putri Indonesia meraih gelar tersebut tentu tidak lepas dari tangan dingin pelatih asal Jepang, Satoru Mochizuki, yang sukses menyulap Garuda Pertiwi menjadi tim yang menakutkan di Asia Tenggara.
Pemain Serba Bisa
Satoru Mochizuki merupakan mantan pemain yang telah memiliki rekam jejak panjang sebagai pelatih sebelum menangani Timnas Putri Indonesia.
Pria kelahiran 18 Mei 1964 ini memulai karier profesionalnya di klub Nippon Kokan (NKK SC) pada 1987 setelah lulus dari Osaka University of Commerce.
Mengutip dari Antara, bersama klub ini, ia langsung meraih kesuksesan dengan menempati posisi runner-up di Japan Soccer League musim 1987–1988 dan menjuarai JSL Cup 1987.
Mochizuki muda merupakan pemain serba bisa, di mana ia mampu berkontribusi di lini tengah maupun depan, dengan mencetak 35 gol sepanjang karier klubnya.
Pada 1992, ia hengkang ke klub papan atas Liga Jepang, Urawa Reds, klub papan atas di J1 League. Lalu pada 1995, ia melanjutkan karier di Kyoto Purple Sanga. Di situ ia sukses membantu Kyoto promosi ke J1 League sebelum akhirnya gantung sepatu pada 1996.
Mochizuki juga pernah masuk timnas Jepang di era akhir 1980-an meski tidak mencetak banyak caps. Selama di skuad Samurai Biru, ia hanya tampil dalam tujuh pertandingan pada periode 1988–1989. Debutnya terjadi pada 27 Januari 1988 saat timnya menghadapi Uni Emirat Arab.
Gantung Sepatu, Malah Juara Dunia!
Setelah gantung sepatu, Mochizuki tidak meninggalkan sepak bola. Ia beralih menjadi pelatih dan menangani Timnas Putri Jepang selama 2008 hingga 2012.
Di masa kepemimpinan inilah, Timnas Putri Jepang mencapai kejayaannya dengan menjuarai Piala Dunia Sepak Bola Perempuan FIFA 2011 yang berlangsung di Jerman.
Di final, Timnas Putri Jepang berhasil menaklukkan tim superior dan bertabur bintang Amerika Serikat lewat drama adu penalti.
Setahun kemudian, tim sepak bola putri Jepang juga ia bawa ke final Olimpiade 2012 di London. Sayangnya, ia gagal mengawinkan gelar Piala Dunia dengan medali emas Olimpiade setelah kalah 2-1 dari Kanada di partai puncak.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
