Dalberto bisa jadi momok berbahaya Persebaya Surabaya dari Arema FC dalam derbi Jawa Timur. (Instagram @dalberto94)
JawaPos.com — Arema FC mendapatkan angin segar jelang laga Derbi Jawa Timur melawan Persebaya Surabaya pada pekan ke-13 Liga 1 2024/2025. Dua pemain asing andalannya, Dalberto dan Julian Guevara, dipastikan aman dari akumulasi kartu kuning dan siap tampil di Stadion Gelora Bung Tomo pada Sabtu (7/12).
Kedua pemain ini sebelumnya menjadi perhatian Aremania lantaran sudah mengantongi tiga kartu kuning. Namun, mereka berhasil melewati laga melawan Persita Tangerang tanpa tambahan kartu kuning sehingga bisa memperkuat Singo Edan di laga penuh gengsi melawan Green Force.
Dalberto dan Guevara adalah pilar penting dalam skema permainan Arema FC. Dalberto yang dikenal tajam di lini depan dan Guevara yang kokoh di lini tengah menjadi ancaman serius bagi pertahanan Persebaya Surabaya.
Modal Arema FC menghadapi laga ini juga cukup meyakinkan setelah menang telak 3-0 atas Persita Tangerang. Kemenangan tersebut memberikan kepercayaan diri tambahan untuk pasukan Singo Edan dalam menghadapi rival bebuyutannya.
Sebaliknya, Persebaya Surabaya datang dengan modal kemenangan 2-1 atas Madura United di pekan sebelumnya. Namun, kabar kurang sedap menghampiri Green Force karena pelatih mereka, Paul Munster, harus absen akibat akumulasi kartu kuning.
Paul Munster diganjar kartu kuning dalam laga melawan Madura United usai melakukan protes kepada wasit. Protes itu terjadi setelah wasit memutuskan pelanggaran oleh Malik Risaldi yang dianggap Munster tidak tepat.
Usai pertandingan, Paul Munster mengungkapkan kekecewaannya terkait keputusan wasit. Ia menyebut bahwa Liga 1 membutuhkan wasit profesional yang mampu menangani tekanan dan atmosfer pertandingan besar.
Menurut Munster, keputusan kartu kuning yang diterimanya terasa ganjil mengingat lawan Persebaya Surabaya di pekan berikutnya adalah Arema FC. Hal ini membuatnya menduga ada upaya untuk menggoyahkan mental timnya menjelang Derbi Jawa Timur.
"Sangat bodoh. Saya tanya kenapa? Kenapa Malik dianggap melanggar? Saya bicara bahasa Indonesia," ujar Paul Munster.
"Kenapa kasih saya kartu? Apa yang membuatmu harus mengeluarkan kartu kuning? Tetapi dia tidak menjawab dan hanya datang dengan wajahnya dan kartu," imbuhnya.
Absennya Munster kemungkinan besar menjadi kerugian besar bagi Persebaya Surabaya, terutama di pertandingan seintens derbi. Kehadiran Munster di pinggir lapangan selama ini kerap memberikan motivasi tambahan bagi para pemain Green Force.
"Dia tahu kami akan melawan Arema pekan depan. Dan itu membuatku lebih marah setelah laga. Kami coba bertanya kepada wasit dan saya bicara bahasa Indonesia dan dia tidak menjawabnya," tegas Munster.
Di sisi lain, Arema FC bisa tampil dengan kekuatan penuh di laga ini. Dalberto dan Guevara yang bebas dari akumulasi kartu siap memberikan ancaman besar untuk Persebaya Surabaya.
Dalberto adalah salah satu striker paling produktif di Liga 1 musim ini dengan torehan gol yang konsisten. Sementara itu, Julian Guevara dikenal sebagai gelandang petarung yang memiliki kemampuan membaca permainan dengan baik.

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
