Ernando Ari terancam jadi cadangan mati jika Emil Audero resmi perkuat Timnas Indonesia. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Timnas Indonesia kini memiliki kiper utama yang tak tergantikan, Maarten Paes. Sejak resmi dinaturalisasi pada awal 2024, Paes terus menunjukkan performa solid di bawah mistar gawang skuad Garuda.
Namun, situasi di sektor penjaga gawang Timnas Indonesia bisa berubah drastis. Pasalnya, isu naturalisasi Emil Audero Mulyadi, kiper keturunan Indonesia yang kini bermain di Eropa, kembali mencuat ke permukaan.
Emil Audero, yang memiliki darah Indonesia dari ayahnya Edy Mulyadi, sudah lama menjadi incaran PSSI. Bahkan, Ketua Umum PSSI Erick Thohir pernah secara langsung bertemu Emil untuk membahas kemungkinan dirinya membela Timnas Indonesia.
Kehadiran Emil Audero tentu membawa harapan besar bagi skuad Garuda. Dengan pengalamannya bermain di Serie A Italia, Emil bisa menjadi tambahan kekuatan yang signifikan di sektor penjaga gawang.
Meski begitu, situasi ini menimbulkan pertanyaan besar tentang masa depan kiper lokal di Timnas Indonesia. Salah satu yang paling terancam adalah Ernando Ari, penjaga gawang muda andalan Persebaya Surabaya.
Ernando Ari sebelumnya menjadi pilihan utama di era kepelatihan Shin Tae-yong. Kiper berusia 22 tahun ini bahkan sempat menjadi pahlawan Timnas Indonesia dalam beberapa laga penting, terutama di Piala AFF 2022.
Namun, sejak kedatangan Maarten Paes, posisi Ernando Ari mulai terpinggirkan. Statistik menunjukkan, Ernando hanya mencatatkan 13 penampilan bersama Timnas Indonesia dengan lima clean sheets sepanjang kariernya.
Jika Emil Audero resmi bergabung, persaingan di posisi penjaga gawang akan semakin ketat. Ernando harus bersaing dengan dua kiper naturalisasi berpengalaman, yakni Maarten Paes dan Emil Audero.
Dalam hal pengalaman, Ernando Ari jelas kalah jauh dibandingkan Maarten Paes maupun Emil Audero. Kedua kiper naturalisasi ini sudah mencicipi atmosfer kompetisi Eropa yang jauh lebih ketat dibandingkan Liga 1 Indonesia.
Namun, Ernando Ari tetap memiliki kelebihan tersendiri yang tidak boleh diabaikan. Kecepatan refleksnya, keberanian dalam duel satu lawan satu, dan usia yang masih muda bisa menjadi modal untuk bersaing.
Sayangnya, di level internasional, pengalaman sering kali menjadi faktor penentu. Dalam konteks ini, Emil Audero jelas memiliki nilai lebih karena pernah bermain di klub-klub besar seperti Juventus dan Sampdoria.
Maarten Paes pun menanggapi kemungkinan kedatangan Emil Audero dengan sikap terbuka. Kiper FC Dallas itu menyebut, siapa pun yang bisa memberikan kontribusi terbaik bagi tim harus didukung penuh.
“Tentu saja, siapa pun yang mau datang dan bermain untuk Indonesia akan saya sambut,” ujar Maarten Paes.
Pernyataan ini menunjukkan Maarten siap bersaing dengan siapa saja demi kepentingan timnas.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
