Jumlah penonton Persebaya Surabaya di kandang mereka, Stadion Gelora Bung Tomo, mengalami tren positif beriringan dengan performa Green Force di lapangan. (Persebaya.id)
JawaPos.com — Kabar mengejutkan datang jelang laga klasik antara Persebaya Surabaya melawan Persija Jakarta pada pekan ke-11 Liga 1 2024/2025. Ribuan Jakmania, suporter Persija Jakarta, dikabarkan hadir langsung di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Jumat (22/11).
Regulasi PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan PSSI sebenarnya melarang kehadiran suporter tim tamu di stadion saat pertandingan. Namun, kabar kedatangan Jakmania ini menimbulkan perdebatan dan potensi pelanggaran regulasi yang sudah berlaku.
Melalui akun media sosialnya, Persija Jakarta sudah memberikan imbauan kepada suporternya untuk tidak datang ke Surabaya. Meski demikian, kabar yang beredar menyebutkan sekitar 5 ribu Jakmania telah berangkat untuk mendukung langsung tim berjuluk Macan Kemayoran.
Salah satu fanbase Jakmania, @jakartafans, mengunggah video yang memperlihatkan kloter pertama rombongan mereka sudah tiba di Surabaya. Menariknya, kedatangan mereka disambut baik oleh sejumlah Bonek Mania, suporter Persebaya Surabaya.
“Touch down in City of Heroes. Kloter 1, thank you brother Bonek Mania,” tulis akun tersebut, menampilkan atmosfer yang damai antara dua kelompok suporter besar.
Jika benar Jakmania hadir di GBT, Persija Jakarta berpotensi menerima sanksi dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI. Sanksi ini akan menjadi yang kedua bagi Persija Jakarta, setelah sebelumnya juga dihukum akibat kasus serupa.
Pada 17 Oktober lalu, saat Persija Jakarta bertandang ke markas PSIS Semarang di Stadion dr. H. Moch. Soebroto, Magelang, beberapa Jakmania kedapatan hadir di stadion. Akibatnya, Persija Jakarta dikenai denda Rp25 juta berdasarkan hasil sidang Komdis PSSI.
Kali ini, kedatangan Jakmania ke Surabaya kembali menjadi sorotan serius. Panitia penyelenggara (panpel) Persebaya Surabaya pun turut menunggu sikap resmi dari Komdis PSSI terkait potensi pelanggaran tersebut.
Ram Surahman, perwakilan panpel Persebaya Surabaya, mengatakan pihaknya belum menerima surat apa pun dari Komdis terkait situasi ini. Ia menegaskan, tindak lanjut baru akan dilakukan jika ada laporan resmi dari pihak berwenang.
“Belum ada surat dari Komdis terkait hal itu,” kata Ram saat dihubungi JawaPos.com.
Ia juga menambahkan panpel hanya bertugas mengelola pertandingan sesuai regulasi yang ada.
Sementara itu, Hasani Abdulgani dari Komdis PSSI mengungkapkan pihaknya belum dapat memberikan tanggapan atas situasi tersebut. Menurutnya, keputusan baru bisa diambil setelah panpel Persebaya Surabaya melaporkan insiden secara resmi.
“Tanyakan kepada panitia karena itu wilayah mereka,” ujar Hasani singkat saat dihubungi JawaPos.com. Hal ini mengindikasikan Komdis masih menunggu langkah awal dari pihak panitia lokal.
Kehadiran Jakmania di GBT jelas menjadi perhatian besar mengingat pentingnya pertandingan ini. Laga klasik antara Persebaya Surabaya dan Persija Jakarta selalu penuh tensi, baik di dalam maupun di luar lapangan.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
