
Tribun Kuburan di sisi utara Stadion Gelora Joko Samudro kini sudah tidak lagi menjadi jujukan suporter untuk menyaksikan pertandingan. (Angger Bondan/Jawa Pos)
Stadion Gelora Joko Samudro ’’punya’’ tribun yang sangat unik. Tribun Kuburan namanya. Terletak di sisi utara (luar) stadion, tribun tersebut dulunya jadi lokasi favorit suporter tak bertiket.
FARID S. MAULANA, Gresik
Meski sudah direnovasi total, sisi utara Stadion Gelora Joko Samudro (Gejos) masih saja terlihat ’’angker’’. Kok? Ya, di sisi itu, berjejer nisan-nisan yang jumlahnya ratusan. Tribun Kuburan yang jadi keunikan kandang Gresik United itu sekaligus menimbulkan polemik.
Tribun Kuburan memang tidak terletak di dalam area stadion. Ada di luar stadion. Namun, karena lokasinya berada di dataran yang lebih tinggi, ’’tribun’’ yang sebenarnya merupakan lokasi Pemakaman Sinoman Gending itu terlihat seperti tribun khusus di Stadion Gejos.
’’Makam ini sudah ada sebelum stadion itu ada, bahkan sebelum saya lahir,’’ ungkap Ketua RW 1, Kelurahan Gending, Gresik, Yunus Anis kepada Jawa Pos. Saat pembangunan stadion, di era 2012–2017, polemik sempat terjadi. ’’Dulu warga pernah demo, banyak makam yang longsor karena pembangunan. Sebelum akhirnya diberi tembok pembatas itu,’’ ujarnya.
Polemik itu tidak berhenti setelah stadion berdiri. Sejak dipakai Gresik United, bahkan sempat jadi kandang Persebaya Surabaya untuk sementara tahun lalu, Tribun Kuburan jadi lokasi favorit suporter tak bertiket. Lokasinya yang lebih tinggi memungkinkan suporter melihat pertandingan layaknya di dalam stadion.
Yunus menuturkan, warga sempat mengeluhkan adanya suporter-suporter tidak bertiket tersebut. Selain mengotori makam, mereka terkadang bertindak kriminal. ’’Beberapa barang warga ada yang hilang,’’ ucapnya.
Karena itu, pria yang sudah jadi ketua RW sejak empat tahun lalu tersebut langsung berkoordinasi dengan panpel Gresik United dan Persebaya. Dia meminta ada petugas atau aparat yang berjaga di area pemakaman. ’’Kalau yang jaga warga kami sendiri, takutnya saudara-saudaranya akhirnya bisa lihat (pertandingan). Jadi sama saja, kalau aparat beda,’’ jelasnya.
Setahun terakhir, sejak ada aparat berjaga tiap kali ada pertandingan, Tribun Kuburan tidak lagi aktif. Tidak ada lagi chant-chant atau nyanyian suporter terdengar di area tersebut. ’’Suporter ini takut sama aparat, bukan sama setan di kuburan,’’ imbuhnya.
Ketua Panpel Gresik United Tharom Muharom mengakui, sejak adanya laporan suporter di Tribun Kuburan, pihaknya langsung melakukan koordinasi. Yang pertama diajak bicara adalah warga sekitar pemakaman. ’’Setelah bicara, kami juga minta pihak keamanan menjaga di sana. Tentu ada pendampingan dari warga sekitar. Alhamdulillah selama ini tidak ada masalah,’’ bebernya.
Tharom menuturkan, untuk laga Gresik United, dipastikan ada setidaknya puluhan polisi menjaga di Tribun Kuburan. Akses masuk ke area pemakaman pun ditutup. ’’Karena kami belajar dari yang sudah-sudah. Dari pintu masuk jalan raya sudah kami tutup,’’ tegasnya.
Media Officer Gresik United Iksan Agung Nugroho mengungkapkan, sebenarnya klub tidak bisa berbuat banyak dengan adanya Tribun Kuburan. Sebab, sebelum ada Stadion Gejos, pemakaman tersebut sudah ada dan letaknya memang lebih tinggi. ’’Tapi sekarang, Ultras Gresik sudah sangat dewasa. Mereka memilih membeli tiket, nonton di tribun dengan nyaman. Apalagi sekarang Stadion Gejos sudah single seat, jadi lebih nyaman nonton Gresik United,’’ tuturnya.
Kampanye No Ticket No Game juga berpengaruh atas tidak adanya suporter di Tribun Kuburan. Ultras Gresik menyadari betul bahwa tiket pertandingan ikut membantu keuangan tim. ’’Kami juga mendapat bocoran, 2026 mendatang tribun-tribun di Gejos akan tertutup. Artinya, sudah tidak bisa lihat dan dilihat lagi itu Tribun Kuburan,’’ ucapnya.
Salah satu mantan penonton di Tribun Kuburan, Bocel, menuturkan, memang nyaman nonton di lokasi tersebut. Apalagi jika laga diadakan sore hari. ’’Lebih adem karena banyak pohonnya dibandingkan di tribun ekonomi stadion, panas kena matahari langsung. Gratis juga,’’ ungkap pria yang hanya mau menyebut nama panggilannya saja kepada Jawa Pos tersebut.
Lantas, apakah Bocel tidak takut menonton di Tribun Kuburan? Dia mengakui perasaan itu sempat ada. Apalagi jika pertandingan di Stadion Gejos dilangsungkan pada malam hari. Entah itu laga Gresik United ataupun Persebaya yang sempat menggunakan Stadion Gejos. ’’Tapi, alasan kenapa saya tidak di sana lagi ya karena ada polisi. Saya lebih takut dipukul atau ditangkap polisi daripada setan. Setan hanya bisa medeni (nakut-nakuti) tok,’’ tuturnya, lantas tertawa. (c17/ali)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
