Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 31 Oktober 2024 | 01.40 WIB

Upaya Papua Football Academy Menyiapkan Bibit Pesepak Bola dari Tanah Papua untuk Indonesia

Para siswa Papua Footblaa Academy tiap hari menjalani homeschooling di empat ruangan yang disediakan. (PAPUA FOOTBALL ACADEMY) - Image

Para siswa Papua Footblaa Academy tiap hari menjalani homeschooling di empat ruangan yang disediakan. (PAPUA FOOTBALL ACADEMY)

Papua Football Academy menempatkan teknik mengolah bola, pendidikan formal, dan pembentukan karakter dengan seimbang. Tidak semuanya akan menjadi pemain profesional, tapi diupayakan keras agar di tiap angkatan setidaknya lima pemain bermain di luar negeri.

M. ALI MAHRUS, Mimika

---

”SELAMAT siang”, ”selamat siang”, ”selamat siang”. Salam itu terucap dari anak-anak berwajah ceria yang menyambut rombongan media visit di markas Papua Football Academy (PFA), Mimika Sport Complex (MSC), pada Sabtu (19/10) siang pekan lalu.

Dengan muka ramah, puluhan anak itu kemudian menyalami dan mencium tangan rombongan yang hadir di ”rumah” mereka. Sembari berucap: ”Selamat datang, selamat datang”.

Pada 22 Agustus lalu, PFA memasuki angkatan ketiga (batch 2011). PFA yang didukung penuh oleh PT Freeport Indonesia adalah akademi yang memiliki tujuan memajukan sumber daya manusia muda Papua melalui sepak bola.

PFA menempatkan teknik mengolah bola dan pendidikan formal dengan seimbang. Serta pembentukan karakter dengan nilai-nilai sportivitas, disiplin, fairplay, dan semangat persatuan.

PFA didukung dengan sarana dan prasarana lengkap. Ada sport science seperti fisioterapi dan gizi untuk pencegahan cedera dan keseimbangan asupan nutrisi. Ada pula penggunaan AI (artificial intelligence) dalam analisis pertandingan dan performa. Juga psikologi untuk memastikan kehidupan yang aman dan nyaman sesuai dengan nilai-nilai pada PFA Children Safeguarding.

SEIMBANG: Selain menjalani latihan terjadwal di dua lapangan (sintetis dan rumput) yang ada di Mimika Sport Complex. (PAPUA FOOTBALL ACADEMY)

Direktur GGN (Garuda Gemah Nusantara), operator PFA, Rizky Aidi, menyatakan, di PFA dibuat kurikulum dan aturan seketat mungkin yang akan mendukung pembentukan karakter siswa yang bagus. ”Tak hanya sebagai calon pemain sepak bola profesional, tapi juga generasi masa depan bangsa,” katanya.

Dalam seminggu, para siswa berlatih antara 20–24 jam. Itu termasuk program nge-gym dan analisis. Selain berlatih, dalam sehari para siswa menjalani homeschooling selama tiga jam.

Ada 11 guru yang aktif mengajar di empat ruangan yang tersedia. Mereka libur pada Minggu dan tanggal merah. ”Saat ini, dari 60 siswa (batch 2010 dan 2011), ada satu siswa di jenjang SD dan empat jenjang SMA. Sisanya SMP,” ucap Rizky.

Di PFA, orang tua siswa hanya boleh menjenguk sebulan sekali. Yakni, pada pekan pertama tiap bulan. Jamnya pun dibatasi. Mulai pukul 13.00 hingga 17.00.

Agar fokus pada latihan dan belajar, para siswa juga dibatasi dalam menggunakan handphone. Hanya boleh pada Sabtu pukul 17.00–20.30 dan Minggu mulai pukul 06.00–20.30.

Nilai Ujian Sekolah Naik

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore