Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 25 Oktober 2024 | 20.28 WIB

Transisi Pemerintahan Hambat Naturalisasi Kevin Diks untuk Timnas Indonesia

Bintang baru Timnas Indonesia Kevin Diks siap jadi tembok tangguh bersama Mees Hilgers dan Jay Idzes. (Instagram/@kevindiks2)

JawaPos.com - Penggemar Timnas Indonesia tampaknya harus menanti lebih panjang untuk melihat Kevin Diks mengenakan jersey dengan lambang Garuda di dada. PSSI menilai peluang pemain FC Copenhagen itu main lawan Jepang sulit karena proses naturalisasinya belum rampung.

Kevin Diks memang telah mulai menjalani proses naturalisasi. Dia sudah sepakat untuk bela Garuda pada awal Oktober lalu, kemudian langsung diproses PSSI untuk pengajuan pindah warga negara.

Nah, jika ingin Kevin Diks bisa dimainkan Timnas Indonesia bulan depan melawan Jepang (15/11) dan Arab Saudi (19/11), PSSI dan pemerintah harus segera merampungkan naturalisasi sang pemain. Pasalnya, batas akhir pendaftaran adalah 8 November.

"Kevin Diks itu kalau mau main, itu harus H-7 terakhir data masuk. Main tanggal 15 November, berarti data masuk minimal tanggal 7 atau 8 November dia harusnya waktu datanya. Tanggal 7 November, berarti harus sumpah di situ dan KTP, imigrasi, dan kawan-kawannya," kata Arya Sinulingga, anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI.

Namun, Arya mencoba realistis karena hal itu berat untuk diwujudkan. Sebab, saat ini pemerintahan Indonesia sedang masa transisi dari era Presiden Joko Widodo ke Prabowo Subianto. Begitu pula dengan DPR RI, di mana mereka butuh waktu untuk melakukan penyesuaian.

"Nah, teman-teman kan tahu, pemerintahan masih baru. Ini kabinet juga berubah, nomenklatur kabinet juga berubah. Kementerian hukum dan hak asasi manusia (HAM) tadinya satu kementerian jadi tiga kementerian. Jadi, semua lagi konsolidasi kementeriannya," tuturnya.

"Kemudian DPR pun baru kemarin terbentuk komisinya. Berubah semuanya, bergeser. Jadi sepertinya kita akan, kalau untuk ngejar sekarang, kita enggak gini loh, kita bukan eh pemerintah, ayo cepet-cepet. Kan lucu juga. Jangan segitu-gitunya juga lah," tambah Arya Sinulingga.

Karena itu, PSSI disebut Arya, menunggu proses transisi pemerintahan beres semuanya. Termasuk DPR RI yang kini komisinya juga bertambah sehingga belum ada ketentuan yang jelas untuk naturalisasi.

"Kita menunggu proses dulu pemerintahan beres atau modul ininya, DPR juga beres semua, baru kita proses semua dengan baik. Jadi kemungkinan berat untuk main di November. Ya, bisanya main, mudah-mudahan main di bulan Maret," pungkas Arya.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore