Shin Tae-yong mendapatkan sorotan tajam terkait beberapa keputusannya yang dianggap blunder dan berdampak pada kekalahan Timnas Indonesia. (Dok. PSSI)
JawaPos.com - Rapat evaluasi dengan Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, terkait hasil dua laga tandang melawan Bahrain dan Tiongkok ternyata telah digelar oleh PSSI. Namun, pertemuan juru taktik asal Korea Selatan dengan Erick Thohir selaku Ketua Umum PSSI digelar tertutup.
Evaluasi jadi satu hal yang dijanjikan oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyusul hasil minor Timnas Indonesia dalam laga lanjutan Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia pada September lalu. Sebab, Garuda hanya dapat satu poin dari dua laga tandang kontra Bahrain (2-2) dan Tiongkok (2-1).
Padahal, PSSI menargetkan Timnas Indonesia bisa memetik minimal empat poin dari Bahrain dan Tiongkok. Namun, target itu meleset jauh sehingga membuat posisi Garuda untuk lolos ke Piala Dunia 2026 jadi sulit.
Setelah sempat tak ada kabar dan Shin Tae-yong kini sudah kembali ke Korea Selatan, rapat evaluasi PSSI jadi pertanyaan. Namun, ternyata kegiatan itu telah dilakukan. Itu diungkapkan oleh Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga.
"Setelah kekalahan, Pak Ketum dapat semua informasi yang ada. Kemudian, gak lama kemudian STY pulang ke Indonesia atas panggilan Pak Ketum. Saya rasa sudah pertemuannya cukup bagus. Mudah-mudahan ke depan sih akan lebih baik," kata Arya ditemui di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Kamis (24/10).
Lantas, apa saja yang dibahas oleh Erick Thohir dengan Shin Tae-yong? Apakah nasib pelatih asal Korea Selatan juga masuk dalam salah satu topik pembicaraan? Arya menyebut semua hal ditanyakan oleh PSSI kepada sang pelatih.
Tapi, yang jadi fokus PSSI adalah hasil di dua laga kemarin. Misalnya mengenai kebobolan pada menit akhir saat melawan Bahrain, terlepas dari kontroversial wasit.
"Pasti ditanya semua lah. Kok bisa kalah? Ini kenapa? Kemarin lawan Bahrain kok kita gak konsen? Mau nambah berapa menit pun harusnya konsentrasi dong. Enggak boleh selesai gitu," ungkap Arya.
"Jadi Oke, satu sisi wasit oke, terima. Tapi, kan kita ada yang evaluasi juga. Kenapa bisa kehilangan konsentrasi pada saat menit akhir? Itu juga evaluasi," tambah Arya yang juga staf khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara ini.
PSSI menyoroti kelengahan Timnas Indonesia yang hilang konsentrasi pada menit akhir, sehingga kemenangan di depan mata sirna. Selain itu, Arya juga menilai skuad Garuda yang terlalu baik dan sempurna dalam bermain.
Menurut Arya, Timnas Indonesia sebenarnya bisa saja melakukan drama-drama kecil seperti yang dilakukan oleh tim lawan ketika sedang unggul di menit akhir, yakni banyak terjatuh untuk mengulur waktu.
"Ya, harusnya kita kayak tiru-tiru Arab Saudi sama Bahrain lah. (Sedikit-sedikit) jatuh gitu, kan bisa. Ini juga mainnya serius banget gitu, bawa-bawa bola ke mana," tuturnya.
"Drama dikit ya nggak apa-apa lah, kita kan kadang-kadang ini, mungkin jarang dia pemain diaspora, jarang nonton sinetron. Jadi, dramanya kurang," kata Arya menambahkan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Kronologi Kecelakaan Maut BYD M6 di Kembangan Jakbar, Ibu dan Anak Meninggal di TKP
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Bournemouth vs Lincoln City di Carabao Cup: The Cherries Menang Lewat Adu Penalti
Kasus Keracunan MBG Berastagi Sisakan Masalah Serius, Siswa Alami Gangguan Saraf hingga Jantung
Viral Pernyataan Pribadi Deputi Bakom soal Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung Api di Indonesia
Prediksi Skor AEK Athens vs LASK Linz di Liga Champions: Tuan Rumah Pesta Gol!
Raditya Dika Gagal Pulang ke Indonesia, Pesawat dari Doha Putar Balik Usai 4 Jam di Udara
