Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 11 Oktober 2024 | 22.49 WIB

AFC Teruskan Ketidakadilan? Coach Justin Ungkap Alasan Penambahan Jatah Asia di Piala Dunia 2026

Perjalanan panjang Timnas Indonesia menuju Piala Dunia 2026. (Dok. PSSI) - Image

Perjalanan panjang Timnas Indonesia menuju Piala Dunia 2026. (Dok. PSSI)

JawaPos.com — Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, kembali harus berjuang keras dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2026. Pertandingan melawan Bahrain pada Kamis malam (10/10) berakhir imbang 2-2, di mana keputusan wasit asal Oman, Ahmed Al Kaf, menjadi sorotan utama dan memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk Coach Justin.

Pertandingan di Bahrain National Stadium itu berlangsung dramatis. Indonesia sempat tertinggal oleh gol Mohamed Marhoon pada menit ke-15, sebelum Ragnar Oratmangoen menyamakan kedudukan pada injury time babak pertama (45+3).

Di babak kedua, Rafael Struick membawa Indonesia unggul 2-1, tetapi Marhoon kembali mencetak gol pada injury time, membuat Indonesia hanya meraih satu poin. Gol kedua Bahrain, yang terjadi pada menit ke-90+9, membuat banyak penggemar merasa dirugikan dan menganggapnya sebagai tindakan tidak adil dari wasit.

Kemarahan Coach Justin terlihat jelas saat dia berbicara mengenai keputusan wasit yang dinilai curang. Dalam unggahan Instagram pribadinya, dia menyebut Timnas Indonesia "dirampok" dan menyatakan kekecewaannya terhadap integritas wasit yang memimpin pertandingan.

Coach Justin mengaitkan keputusan wasit dengan kebijakan FIFA yang baru-baru ini menambah kuota negara Asia ke Piala Dunia 2026.

Dalam pandangannya, penambahan jatah ini diharapkan menjadi keuntungan bagi negara-negara Asia, terutama negara-negara Timur Tengah. Dia merasa bahwa negara-negara seperti Arab Saudi, Iran, Australia, Korea Selatan, Jepang, dan Qatar sudah memiliki tempat yang aman dan tidak perlu khawatir tentang keberlangsungan mereka di pentas dunia.

“FIFA memberikan ekstra jatah negara Asia masuk ke Piala Dunia itu 81. Negara-negara papan atas itu sudah langganan, sudah gak bisa dikerjain Saudi, Iran, Australia, Korea, Jepang, Qatar baru saat (jadi) tuan rumah aja, gak sekuat itu juga mereka (Qatar). Mereka itu susah dikerjain,” tambah Coach Justin.

“Mereka mau sisa jatah ini untuk negara-negara mereka (Timur Tengah) itu sendiri” imbuhnya.

Dengan pernyataan ini, dia menegaskan bahwa kecurangan yang terjadi tidak hanya akan merugikan Indonesia, tetapi juga negara lain yang berpotensi bersaing.

Menurutnya, Timnas Indonesia yang kini mulai menunjukkan kemajuan akan menjadi target dari wasit-wasit asal Timur Tengah. Coach Justin khawatir, keputusan-keputusan tidak adil akan terus terjadi jika wasit yang memimpin berasal dari negara-negara tersebut.

Beliau juga menyoroti bahwa tidak hanya Indonesia yang bisa menjadi korban. Negara-negara lain seperti Uzbekistan juga berisiko mengalami hal serupa jika dipimpin oleh wasit asal Timur Tengah.

“Jadi negara yang baru bangkit, yang bisa menyaingi atau bisa melebihi negara mereka (Timur Tengah) itu akan dikerjain lihat aja, berjalan terus, kita akan dikerjain kalau wasitnya dari Timur Tengah” ungkapnya.

Coach Justin menilai bahwa ini adalah masalah serius yang perlu disikapi secara tegas oleh PSSI dan pemerintah.

"Jadi mereka lakukan kongkalingkong antara negara kecil-kecil, negara medioker Timur Tengah ini untuk menghindari bahwa negara lain Asia Tenggara, Asia Timur itu gak boleh ke piala dunia," tuturnya.

"Hanya negara-negara mereka disamping yang lima/enam (Saudi, Iran, Australia, Korea, Jepang, Qatar) yang sudah langganan paling tambah tiga/empat," tambahnya.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore