Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 25 September 2024 | 18.53 WIB

Muncul Istilah Baru ‘Persebaya Phobia’ saat Persebaya Surabaya Nyaman di Puncak Klasemen Liga 1 Indonesia

Meski menunjukkan tren positif, kiprah Paul Munster di Persebaya Surabaya diragukan beberapa netizen karena belum bertemu tim besar di Liga 1 Indonesia 2024/2025. (Instagram @officialpersebaya) - Image

Meski menunjukkan tren positif, kiprah Paul Munster di Persebaya Surabaya diragukan beberapa netizen karena belum bertemu tim besar di Liga 1 Indonesia 2024/2025. (Instagram @officialpersebaya)

JawaPos.com — Persebaya Surabaya kembali menunjukkan taringnya di Liga 1 Indonesia 2024/2025 dengan menduduki puncak klasemen sementara setelah melewati enam pertandingan.

Green Force, julukan Persebaya Surabaya, berhasil mengoleksi 16 poin dari lima kemenangan dan satu hasil imbang. Dengan catatan ini, mereka tidak hanya mencuri perhatian publik sepak bola Indonesia, tapi juga menciptakan fenomena baru yang disebut “Persebaya Phobia.”

Istilah ini muncul setelah tim asuhan Paul Munster terus mencatatkan hasil impresif di lapangan. Namun, di balik kesuksesan Persebaya Surabaya, ada sebagian pihak yang masih meragukan kemampuan Munster dan timnya.

Kritik yang menyebut bahwa Persebaya Surabaya belum benar-benar teruji melawan tim-tim besar mulai bermunculan di media sosial.

Berkaca dari pertandingan terakhir, Persebaya Surabaya berhasil membawa pulang tiga poin penting dari lawatan kedua mereka ke Bali. Bermain di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Green Force menang tipis 1-0 atas PSBS Biak. Pekan sebelumnya, Persebaya Surabaya juga mencatat kemenangan dengan skor yang sama atas Persita di stadion yang sama.

Unggul di babak pertama, Coach Paul Munster memilih untuk bermain lebih defensif di babak kedua. Hal ini membuat lini pertahanan Persebaya Surabaya harus bekerja ekstra keras menghadapi gempuran dari PSBS. Kombinasi solid dari Kadek Raditya, Slavko Damjanovic, Mikael Tata, dan Ardi Idrus sukses mematahkan setiap serangan yang datang.

Pada menit ke-50, PSBS nyaris menyamakan kedudukan lewat serangan cepat Kelly Sroyer yang baru masuk di babak kedua. Ia memberikan umpan matang kepada Arganaraz Paradi yang sudah berada di kotak penalti. Beruntung bagi Persebaya Surabaya, Andhika Ramadhani mampu mementahkan tendangan keras tersebut dengan kakinya.

Di pertengahan babak kedua, tepatnya pada menit ke-62, Persebaya Surabaya mencoba bangkit dari tekanan melalui serangan balik cepat. Umpan terobosan dari Francisco Rivera berhasil mencapai Malik Risaldi di sisi kanan. Sayangnya, umpan silang Malik berhasil dipotong oleh Fabiano Beltrame sebelum sampai ke pemain depan Persebaya Surabaya.

PSBS Biak, yang dimotori oleh Rivaldo Ferre, Kelly, dan Arganaraz, terus mencoba menggempur pertahanan Persebaya Surabaya. Namun, duet Kadek Raditya dan Slavko di lini belakang menjadi tembok tebal yang sulit ditembus.

Untuk memperkuat pertahanan, Paul Munster memasukkan Riswan Lauhin menggantikan Mikael Tata serta Kasim Botan untuk mengganti Malik Risaldi. Hal ini membuat pertahanan Persebaya Surabaya semakin kokoh.

Hingga peluit akhir dibunyikan, tidak ada gol tambahan yang tercipta. Persebaya Surabaya berhasil menggeser Borneo FC di puncak klasemen sementara dengan koleksi 16 poin. Namun, kemenangan ini tidak membuat semua pihak yakin dengan kualitas permainan Persebaya Surabaya. Beberapa netizen menganggap Green Force belum benar-benar diuji melawan tim-tim besar Liga 1 Indonesia.

Melalui unggahan di Instagram resmi @vidiosports, Paul Munster bahkan mendapat julukan "si jenius" atas kinerjanya yang sukses membawa Persebaya Surabaya ke puncak klasemen.

Dalam unggahan tersebut, statistik Munster di Persebaya Surabaya sangat mengesankan: enam pertandingan, lima kemenangan, satu hasil imbang, tujuh gol tercipta, dan hanya kebobolan dua gol. Meski demikian, banyak netizen yang menolak memberikan pujian, menganggap Persebaya Surabaya belum menghadapi lawan sekelas.

Komentar-komentar pedas netizen membanjiri unggahan tersebut. Beberapa mengkritik bahwa Persebaya Surabaya hanya menghadapi tim-tim yang dianggap "gurem" dan menyebut mereka belum teruji melawan tim-tim besar seperti Persija, Persib, atau PSM Makassar. Bahkan, ada yang memprediksi Persebaya Surabaya akan kalah dalam pertandingan melawan Persik di pekan-pekan mendatang.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore