Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 21 September 2024 | 00.05 WIB

Perjalanan Karier King Erick Cantona, Bek Muda yang Pilih Gabung PSKC Cimahi di Liga 2 Indonesia 2024/2025

King Erick Cantona ketika berlatih bersama PSKC Cimahi di Liga 2 Indonesia 2024/2025. (Instagram @pskc_cimahi)

JawaPos.com — Gelaran Liga 2 Indonesia musim 2024/2025 menghadirkan kejutan besar dengan kehadiran King Erick Cantona, bek muda berbakat yang memutuskan bergabung dengan PSKC Cimahi. Meskipun namanya mengingatkan kita pada legenda sepak bola dunia, Eric Cantona, sang striker legendaris Manchester United di era 1990-an, King Erick Cantona adalah sosok yang berbeda dan siap menunjukkan potensinya di sepak bola Indonesia.

King Erick Cantona, yang kini berusia 20 tahun, secara resmi menjadi bagian dari PSKC Cimahi sejak 1 September 2024. Ia hengkang dari Dewa United U-20 secara gratis, sebuah langkah yang mengundang perhatian publik.

Berdasarkan data dari Transfermarkt, kepindahannya terbilang menarik, apalagi dengan potensinya sebagai salah satu pemain muda berbakat di sepak bola nasional. Nama King Erick Cantona memang membawa nuansa yang unik, terutama bagi para pecinta sepak bola.

Sosok Eric Cantona, legenda asal Prancis yang dikenal karena kontribusinya untuk Manchester United, sering disebut sebagai inspirasi utama dari nama sang pemain muda ini. Tidak hanya sekadar mirip nama, tetapi sang ayah, Kas Hartadi, memang secara khusus memberikan nama anak-anaknya berdasarkan pemain-pemain legendaris sepak bola dunia.

Kas Hartadi, yang tak lain adalah ayah dari King Erick Cantona, merupakan pelatih PSKC Cimahi dan telah malang melintang di dunia kepelatihan sepak bola Indonesia. Kariernya sebagai pelatih cukup panjang, dengan berbagai pengalaman di klub-klub besar Liga Indonesia, termasuk PSIM Yogyakarta yang ia tangani pada musim sebelumnya. Keputusan untuk membawa putranya ke PSKC Cimahi di bawah kepemimpinannya menjadi salah satu sorotan utama musim ini.

King Erick Cantona bukanlah satu-satunya anak Kas Hartadi yang memiliki nama besar di dunia sepak bola. Putra keduanya diberi nama Luis Figo Madeira, merujuk pada gelandang legendaris asal Portugal, Luis Figo. Sementara putra ketiganya diberi nama Franz Beckenbauer, sesuai dengan nama bek legendaris Jerman yang dikenal sebagai "Der Kaiser." Pemberian nama ini jelas menunjukkan kecintaan Kas Hartadi terhadap sepak bola dan keinginannya agar anak-anaknya mengikuti jejak para legenda tersebut.

Meski masih sangat muda, King Erick Cantona sudah menunjukkan potensi besar sebagai seorang pesepak bola profesional. Lahir pada 23 Desember 2004, Erick Cantona tumbuh dengan semangat besar untuk mengikuti jejak para pemain legendaris yang menjadi inspirasinya.

Di usianya yang baru menginjak 20 tahun, ia sudah memiliki pengalaman bermain di beberapa klub, termasuk Kalteng Putra FC U-16 dan Dewa United U-20. Salah satu keunggulan King Erick Cantona adalah kemampuannya bermain di dua posisi berbeda.

Transfermarkt mencatat bahwa selain berperan sebagai gelandang bertahan, ia juga piawai bermain sebagai bek sayap kanan. Fleksibilitas ini menjadi aset berharga bagi PSKC Cimahi, terutama dalam menghadapi ketatnya persaingan di Liga 2 Indonesia musim ini.

Pemain dengan kemampuan multi posisi seperti Erick Cantona akan menjadi kunci dalam strategi tim, terlebih dengan pengalamannya yang terus berkembang. Tentu saja, nama besar yang disandangnya membawa beban tersendiri bagi King Erick Cantona.

Banyak warganet yang menganggap bahwa bermain dengan nama besar "Cantona" merupakan sebuah tantangan besar, bahkan seperti uji nyali. Pasalnya, nama tersebut begitu melekat pada sosok Eric Cantona, yang dikenal sebagai salah satu striker paling kontroversial dan berpengaruh dalam sejarah Manchester United.

Sosok Eric Cantona dihormati, tapi juga sering disorot karena karakternya yang keras dan sikapnya yang arogan di lapangan, yang membuatnya dijuluki sebagai "King" oleh para pendukung Setan Merah. Namun, beban nama besar ini tampaknya tidak menjadi masalah bagi King Erick Cantona.

Sebaliknya, ia justru melihat hal ini sebagai motivasi untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya di lapangan. Sebagai seorang pemain muda yang sedang merintis karier, Erick Cantona terus berusaha menunjukkan bahwa dirinya tidak hanya sekadar "menumpang nama besar," tetapi mampu menciptakan identitas sendiri di dunia sepak bola.

Ia memiliki mimpi besar untuk bisa mengikuti jejak para pemain legendaris yang menjadi inspirasinya, dan Liga 2 musim ini menjadi ajang penting bagi Erick Cantona untuk membuktikan kualitasnya. Dengan bergabungnya Erick Cantona di PSKC Cimahi, ia juga akan bermain di bawah asuhan langsung sang ayah, Kas Hartadi.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore