Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 20 September 2024 | 18.40 WIB

Alarm Bahaya Persebaya Surabaya Jelang Hadapi PSBS Biak, Masuk 7 Besar Klub dengan Koleksi Kartu Merah di Liga 1

Francisco Rivera jadi pemain kunci di lini tengah Persebaya Surabaya yang selalu bermain rapi dan belum pernah menerima kartu akibat pelanggaran. (Instagram @officialpersebaya) - Image

Francisco Rivera jadi pemain kunci di lini tengah Persebaya Surabaya yang selalu bermain rapi dan belum pernah menerima kartu akibat pelanggaran. (Instagram @officialpersebaya)

JawaPos.com — Persebaya Surabaya tengah mempersiapkan diri jelang pertandingan penting melawan PSBS Biak dalam lanjutan pekan ke-6 Liga 1 Indonesia 2024/2025. Tim yang dikenal dengan julukan Green Force itu datang dengan modal kemenangan setelah berhasil menaklukkan Persita Tangerang di pekan sebelumnya.
Namun, di balik euforia kemenangan, ada satu fakta yang cukup mengkhawatirkan: Persebaya Surabaya kini masuk dalam daftar tujuh klub dengan koleksi kartu merah di Liga 1 musim ini.

Pertandingan melawan Persita pada Sabtu (14/9) di Stadion Kapten I Wayan Dipta menjadi ajang penting bagi Persebaya untuk memperbaiki posisinya di klasemen. Skor kemenangan memang membuat Green Force tersenyum, tetapi situasi di lapangan menunjukkan hal yang sebaliknya. Beberapa pemain Persebaya Surabaya mendapatkan kartu kuning, dan satu pemain bahkan harus diusir keluar lapangan karena menerima kartu merah langsung.

Malik Risaldi, Flavio Silva, dan Riswan Lauhin menjadi tiga pemain yang mendapat kartu kuning, sementara Andre Oktaviansyah menerima kartu merah di menit akhir pertandingan. Pelatih Paul Munster pun menyadari bahwa ini menjadi salah satu catatan penting yang harus segera diperbaiki oleh timnya jika mereka ingin terus melaju di jalur kemenangan.

”Saya sudah berbicara dengan mereka secara pribadi mengenai situasi ini. Jadi, ini bukan hal yang besar. Tapi, mereka akan belajar dari hal ini untuk lebih berhati-hati,” jelas Munster dikutip dari laman resmi Persebaya Surabaya.

Kartu merah yang diterima Andre Oktaviansyah pada menit ke-90+8 menjadi sorotan utama dalam laga melawan Persita. Aksi emosional Andre yang memukul bagian belakang badan salah satu pemain Persita di penghujung laga dianggap sebagai tindakan yang tidak seharusnya dilakukan. Meski tidak pernah memiliki catatan pelanggaran serius sebelumnya, Andre lepas kendali dan akhirnya diusir keluar lapangan oleh wasit.

Paul Munster sebagai pelatih Persebaya Surabaya juga mengakui bahwa insiden tersebut terjadi karena faktor emosional dan bukan karena niat jahat dari Andre. Menurutnya, Andre adalah pemain yang baik dan tidak memiliki rekam jejak buruk dalam hal pelanggaran. Munster pun yakin bahwa Andre akan belajar dari kesalahannya ini dan tidak akan mengulangi perbuatan serupa di masa mendatang.

”Saya tahu Andre bukan tipe pemain yang melakukan pelanggaran kartu merah seperti itu. Saya tahu dia pemain yang baik. Sebelumnya dia tidak pernah melakukan hal seperti itu, dan tidak akan melakukannya lagi,” tegas Munster.

Setelah insiden kartu merah tersebut, Persebaya Surabaya berusaha memperbaiki kedisiplinan di lapangan ketika menghadapi Persis Solo pada pekan ke-5 Liga 1 di Stadion Gelora Bung Tomo pada Rabu (18/9). Hasilnya, tim asuhan Paul Munster berhasil tampil lebih disiplin dan meminimalisir jumlah kartu yang diterima pemain. Hanya tiga pemain yang mendapat kartu kuning dalam laga tersebut yaitu Ardi Idrus, Mikael Tata, dan Malik Risaldi.

Meski ada beberapa kartu kuning yang masih diterima, Munster merasa puas dengan peningkatan kedisiplinan timnya di lapangan. Ia berharap tren positif ini bisa terus berlanjut, terutama dalam menjaga ketenangan di situasi-situasi krusial, agar tidak lagi ada pemain yang harus diusir dari lapangan.

Namun, jelang menghadapi PSBS Biak di pekan ke-6 pada Minggu (22/9), Persebaya Surabaya masih harus menanggung beban catatan buruk terkait kedisiplinan mereka di lapangan. Berdasarkan data terbaru, Green Force masuk dalam daftar tujuh tim yang sudah mengoleksi kartu merah di Liga 1 Indonesia musim 2024/2025. Daftar ini terdiri dari klub-klub yang, hingga pekan ke-5, sudah mendapatkan hukuman kartu merah di laga-laga mereka.

Borneo FC – 1 kartu merah
Persebaya Surabaya – 1 kartu merah
Madura United – 1 kartu merah
PSIS Semarang – 1 kartu merah
PSS Sleman – 1 kartu merah
PS Barito Putera – 1 kartu merah
Malut United – 1 kartu merah

Fakta bahwa Persebaya Surabaya berada di daftar ini tentu menjadi sorotan bagi tim dan pelatih. Mengoleksi kartu merah di awal musim bisa menjadi sinyal bahwa ada yang perlu diperbaiki dalam hal kedisiplinan pemain. Apalagi, Liga 1 Indonesia masih panjang, dan setiap pemain yang absen karena kartu merah bisa merugikan tim dalam jangka panjang.

Masuknya Persebaya Surabaya dalam daftar klub dengan kartu merah terbanyak harus menjadi perhatian serius bagi Paul Munster dan anak asuhnya. Kartu merah bukan hanya merugikan secara langsung karena kehilangan pemain di lapangan, tetapi juga bisa berpengaruh pada moral tim dan performa di pertandingan-pertandingan berikutnya.

Untuk menghadapi PSBS Biak, Munster harus memastikan bahwa para pemainnya mampu menjaga emosi dan tetap tenang, terutama di situasi-situasi sulit. Apalagi, PSBS Biak bukanlah lawan yang bisa dianggap remeh. Mereka datang dengan motivasi tinggi untuk mencuri poin, dan Persebaya Surabaya harus tampil sempurna jika ingin meraih hasil positif.

Munster telah menegaskan pentingnya belajar dari kesalahan. Insiden yang melibatkan Andre Oktaviansyah menjadi contoh nyata bahwa emosi berlebihan di lapangan bisa merusak momentum tim. Oleh karena itu, ia meminta seluruh pemain untuk lebih berhati-hati dan tidak terprovokasi oleh lawan atau tekanan situasional yang muncul di pertandingan.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore