
Darryl Lachman (kiri) lahir dari produk akademi Ajax yang sangat fokus untuk pengembangan pemain muda. (@dbrlachman)
JawaPos.com — Akademi sepak bola Ajax Amsterdam telah lama dikenal sebagai salah satu pabrik talenta terbaik di dunia. Dengan filosofi yang menekankan pada pengembangan individu, akademi ini telah melahirkan sederet pemain top yang tidak hanya bersinar di level klub, tetapi juga membawa kesuksesan di panggung internasional.
Bek tangguh baru Persebaya Surabaya, Darryl Lachman, dan striker fenomenal Liga 1 Indonesia, Sylvano Comvalius, adalah dua nama yang pernah merasakan gemblengan keras dari akademi ini. Kini, salah satunya menjadi bukti nyata keberhasilan filosofi Ajax di kancah sepak bola Indonesia.
Filosofi "De jeugd heeft de toekomst" atau "Masa depan ada pada pemuda" telah menjadi landasan utama dalam setiap langkah yang diambil oleh akademi Ajax. Filosofi ini menekankan pentingnya pengembangan pemain muda sebagai pondasi dari kesuksesan jangka panjang sebuah klub.
Di Ajax, tidak hanya fokus pada hasil jangka pendek, tetapi lebih pada membangun pemain yang bisa memberikan dampak besar dalam jangka panjang, baik untuk klub maupun tim nasional mereka.
Ajax dikenal dengan pendekatan holistik dalam mendidik pemain muda. Mereka tidak hanya dilatih untuk menjadi pemain yang baik di atas lapangan, tetapi juga dipersiapkan untuk menghadapi tantangan di luar lapangan.
Pendekatan ini terbukti efektif dalam melahirkan pemain-pemain kelas dunia seperti Johan Cruijff, Marco van Basten, Clarence Seedorf, dan Dennis Bergkamp.
Selain nama-nama besar tersebut, Ajax juga terus mencetak bintang-bintang baru seperti Matthijs de Ligt, Donny van de Beek, dan Ryan Gravenberch, yang semuanya adalah produk dari sistem akademi yang sama.
Sportcomplex de Toekomst, yang berarti "Kompleks Olahraga Masa Depan" adalah rumah bagi akademi Ajax. Kompleks ini bukan hanya tempat para pemain muda dilatih, tetapi juga menjadi pusat pengembangan filosofi sepak bola Ajax.
Di sini, para pemain muda dilatih dengan metode yang sangat spesifik, yang dirancang untuk mengembangkan kemampuan teknis, taktik, serta mentalitas yang diperlukan untuk bersaing di level tertinggi sepak bola.
Filosofi Ajax sangat menekankan pada pentingnya pengembangan individu. Setiap pemain dianggap unik dan memiliki potensi yang harus digali dan dikembangkan secara maksimal.
Melalui pendekatan ini, Ajax berhasil menciptakan pemain yang tidak hanya mampu beradaptasi dengan berbagai sistem permainan, tetapi juga menjadi pemimpin di atas lapangan. Filosofi ini yang juga menjadi dasar dari keberhasilan Darryl Lachman dan Sylvano Comvalius dalam karier sepak bola mereka.
Darryl Lachman adalah salah satu produk dari akademi Ajax yang berhasil menembus panggung sepak bola internasional. Lahir di Amsterdam, Darryl Lachman memulai kariernya di Ajax dengan dasar yang kuat dalam aspek teknis dan taktik.
Dia mendapatkan pendidikan sepak bola yang komprehensif di akademi ini, yang mempersiapkannya untuk menghadapi berbagai tantangan dalam karier profesionalnya.
Setelah meninggalkan Ajax, Darryl Lachman melanjutkan kariernya di berbagai klub Eropa, sebelum akhirnya berlabuh di beberapa klub Asia lalu kini di Persebaya Surabaya.
Di Liga 1 Indonesia, Darryl Lachman menunjukkan kualitasnya sebagai bek tengah yang solid, berkat pondasi kuat yang dia dapatkan selama di akademi Ajax.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
