Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 21 Juli 2024 | 20.38 WIB

Bocoran Kandang Semen Padang di Laga Perdana Liga 1, Hadapi Skuad Mentereng Borneo FC

Sesi latihan persiapan Semen Padang hadapi Liga 1 Indonesia musim depan. (Instagram/@semenpadangfcid) - Image

Sesi latihan persiapan Semen Padang hadapi Liga 1 Indonesia musim depan. (Instagram/@semenpadangfcid)

JawaPos.com — Semen Padang FC (SPFC) dipastikan akan menjalani laga kandang pertama di Liga 1 2024/2025 bukan di stadion kebanggaan mereka, Stadion H. Agus Salim (GHAS), Padang. Alasan utama pemindahan lokasi kandang ini adalah GHAS masih dalam proses renovasi, serta hukuman pertandingan tanpa penonton yang dijatuhkan kepada SPFC akibat insiden pada final Liga 2 2023/2024.

Manajemen SPFC memutuskan untuk menjadikan Stadion Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), Jakarta, sebagai markas sementara mereka.

Keputusan ini bukan tanpa alasan. Stadion STIK dinilai mampu memenuhi syarat sebagai kandang sementara SPFC. STIK sebelumnya telah digunakan sebagai kandang oleh Bhayangkara FC di Liga 1 2023/2024 dan beberapa tim Liga 1 lainnya. STIK dinilai menjadi tempat ideal bagi tim berjuluk Kabau Sirah, terutama karena letaknya yang strategis dan dapat mempermudah perjalanan tim saat menjalani pertandingan tandang.

CEO SPFC, Win Bernadino, mengungkapkan bahwa pemilihan STIK sebagai kandang sementara sudah direncanakan sejak awal. "STIK sudah kita daftarkan sebelumnya sebagai kandang alternatif setelah GHAS. Kita tahu saat ini GHAS masih dalam proses renovasi, untuk itu kita memilih di sini. Apalagi secara persyaratan, STIK tentunya sudah memiliki standar yang diperlukan. Namun demikian, STIK tetap akan ada pengecekan dari PT Liga Indonesia terlebih dahulu dalam minggu depan," ujar Win Bernadino dikutip dari laman resmi Semen Padang.

Bermain tanpa penonton di STIK dianggap tidak akan terlalu mengganggu persiapan tim, terutama dalam hal mobilisasi. "Kita juga akan melakoni laga kandang tanpa penonton, jadi kita lihat STIK sangat ideal untuk tim karena mempermudahkan mobilisasi kita dan juga tidak akan terlalu banyak transit penerbangan jika akan away. Apalagi STIK juga di Jakarta yang masih kental dengan banyaknya perantau Minang," tambah Win Bernadino.

Renovasi GHAS sendiri diharapkan bisa selesai tepat waktu agar SPFC dapat segera menggelar pertandingan kandang di stadion kebanggaan mereka. "Kita tentunya menginginkan renovasi GHAS bisa berjalan sesuai rencana dan selesai tepat waktu. Nantinya kita harapkan seluruh pendukung kita bisa sama-sama menjaga kandang kita jika sudah selesai dan siap menjadi tempat kita berkandang," imbuhnya.

Win Bernadino berharap, laga kandang ketiga SPFC sudah bisa digelar di Padang. "Kita berharap laga ketiga kandang kita sudah bisa di Padang. Tapi, kita lihat saja nanti bagaimana progresnya ke depan. Semoga tim kita mampu meraih hasil terbaik di laga kandang STIK nanti," jelasnya.

Selain itu, setelah penetapan STIK sebagai kandang sementara, SPFC akan segera berangkat ke Jakarta. "Saat ini kita masih menyusun jadwal tim menuju ke Jakarta. Kita tentunya akan sesuaikan dengan program persiapan tim pelatih," tutup Win Bernadino.

Sesuai dengan draft dari PT Liga Indonesia Baru, jika tidak ada perubahan, SPFC akan menantang juara reguler series Liga 1 2024, Borneo FC, dalam laga kandang perdana mereka pada 12 Agustus 2024.

Pertandingan ini tentu menjadi tantangan besar bagi SPFC mengingat Borneo FC memiliki skuat yang mentereng dan selalu tampil impresif.

Menghadapi skuad tangguh Borneo FC di laga pembuka akan menjadi ujian berat bagi SPFC. Tim asuhan Coach Irsyad Maulana harus mempersiapkan strategi yang matang agar bisa menghadapi gempuran tim lawan. SPFC tidak hanya harus memanfaatkan setiap peluang yang ada, tetapi juga menjaga soliditas pertahanan mereka.

Sebagai tambahan informasi, Stadion STIK memiliki fasilitas yang memadai untuk pertandingan sepak bola profesional. Lapangan yang terawat, fasilitas pendukung yang lengkap, serta lokasinya yang strategis di Jakarta menjadikan stadion ini pilihan yang tepat untuk sementara waktu. Selain itu, keberadaan STIK di Jakarta memungkinkan para pemain SPFC untuk tetap berlatih dan bertanding tanpa harus jauh dari pusat perhatian publik sepak bola Indonesia.

Dengan segala persiapan yang dilakukan, SPFC berharap dapat memberikan penampilan terbaik mereka meskipun harus bermain di kandang sementara dan tanpa penonton. Dukungan moral dari para penggemar yang tidak bisa hadir di stadion diharapkan tetap mengalir melalui berbagai platform digital. Semoga semangat juang para pemain SPFC tidak surut dan mereka bisa menunjukkan performa terbaiknya di setiap pertandingan.

Di sisi lain, Borneo FC yang datang sebagai tamu juga tidak akan menganggap enteng SPFC. Meskipun bermain di kandang sementara dan tanpa penonton, Borneo FC tetap harus mewaspadai semangat juang tim tuan rumah yang tentu tidak ingin mengecewakan para pendukungnya. Pertandingan ini diprediksi akan berjalan sengit dan penuh dengan aksi-aksi menarik di lapangan.

Pertandingan perdana ini tidak hanya menjadi ujian bagi SPFC, tetapi juga menjadi momen pembuktian bagi Borneo FC untuk mempertahankan status mereka sebagai salah satu tim terkuat di Liga 1. Semua mata akan tertuju pada pertandingan ini, menantikan siapa yang akan keluar sebagai pemenang.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore