
Kenzo Riedelwald berikan kode kepada PSSI untuk segera menawarinya program naturalisasi ke Timnas Indonesia. (Instagram/@kenzoriedewald)
JawaPos.com — Timnas Indonesia seperti ketiban durian runtuh. Pemain keturunan yang ada di seantero Eropa, khususnya Belanda, berbondong-bondong menyatakan siap lahir dan batin memperkuat Timnas Indonesia.
Gelombang ini semakin kuat menjelang Kualifikasi Piala Dunia 2026, menandakan ambisi besar Indonesia untuk bersaing di level tertinggi sepak bola dunia.
Dalam dua tahun terakhir, Timnas Indonesia mengalami perkembangan pesat, seiring dengan keputusan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, yang membuka kran program naturalisasi sebesar-besarnya. Hasilnya sangat menggembirakan. Kehadiran pemain-pemain naturalisasi berdampak dahsyat terhadap performa Timnas Indonesia di kancah internasional.
Nama-nama seperti Jay Idzes, Calvin Verdonk, Thom Haye, Rafael Struick, Justin Hubner, dan Jordi Amat telah menunjukkan kontribusi besar mereka. Bakat-bakat lokal seperti Ernando Ari, Rizky Ridho, Asnawi Mangkualam, serta Marselino Ferdinan juga sukses menorehkan pencapaian spektakuler, membuat Indonesia kini disegani di Asia.
Sebelum lolos ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, tim besutan Shin Tae-yong lebih dulu memahat dua pencapaian ciamik, yaitu lolos ke babak 16 besar Piala Asia 2023 dan menggapai semifinal Piala Asia U-23 2024. Ke depan, kedigdayaan skuad Garuda akan semakin mengerikan. PSSI masih terus memburu bakat-bakat muda bertalenta di luar negeri yang berdarah Indonesia untuk segera diangkut ke timnas.
Salah satu nama anyar yang mencuat ke permukaan adalah Kenzo Riedelwald. Masih terbilang bocah, 17 tahun, winger kelahiran 24 Februari 2007 bermain untuk AZ Alkmaar, Belanda. Dia diboyong dari Ajax pada 2023 dan terus mengalami perkembangan di AZ Alkmaar.
Meski lahir dan tumbuh besar di Negeri Kincir Angin, Kenzo Riedelwald berkebangsaan Suriname. Sampai detik ini, wonderkid dengan tinggi 177 cm itu masih tercatat sebagai bintang Timnas Suriname U-17.
Kenzo Riedelwald mengikuti kewarganegaraan ayahnya yang kemudian hijrah ke Belanda. Sementara darah Indonesia mengalir dari pihak ibu yang buyutnya berasal dari Banda Neira dan Jawa. Bagi pemain keturunan di Belanda, program naturalisasi PSSI membuat banyak bakat-bakat bertalenta berminat memperkuat timnas leluhur, terlebih mereka yang gagal atau tak mendapat kesempatan memperkuat Timnas Belanda.
Tak ubahnya Jay Idzes dan kawan-kawan, Kenzo Riedelwald juga berharap bisa mengenakan jersey kebanggaan Indonesia dan bermain di bawah panji-panji Merah Putih. Hanya saja, menurut Kenzo Riedelwald lewat kanal YouTube Yussa Nugraha, sejauh ini belum ada respons dari PSSI. Padahal, dia sangat menantikannya. "Belum ada perwakilan PSSI yang datang kepadaku secara konkret," katanya.
Kenzo Riedelwald sangat percaya diri bahwa Timnas Indonesia sangat membutuhkan sosok penyerang seperti dirinya. Dalam pertandingan, Kenzo Riedelwald punya gocekan maut, kuat melindungi bola di kakinya, serta memiliki umpan-umpan yang sangat memanjakan. "Selain itu, saya bisa melepaskan tembakan baik dengan kaki kiri maupun dengan kaki kanan," pungkas Kenzo Riedelwald.
Gelombang pemain keturunan yang siap memperkuat Timnas Indonesia ini tentu menjadi angin segar bagi PSSI dan pencinta sepak bola tanah air. Dengan bertambahnya pemain berkualitas, Indonesia memiliki peluang lebih besar untuk bersaing di level internasional. Para pemain keturunan ini membawa pengalaman dan teknik dari Eropa yang dapat meningkatkan kualitas permainan Timnas Indonesia.
Erick Thohir dan jajaran PSSI tentu harus bergerak cepat menanggapi sinyal positif dari para pemain keturunan ini. Program naturalisasi yang telah berjalan baik harus terus diperluas dan diperkuat. Komunikasi yang intensif dengan para pemain dan agen mereka menjadi kunci untuk memastikan mereka dapat segera bergabung dengan Timnas Indonesia.
Selain Kenzo Riedelwald, masih banyak nama lain yang berpotensi memperkuat Timnas Indonesia. Pemantauan dan penjaringan bakat di luar negeri harus terus dilakukan dengan lebih serius dan sistematis. PSSI juga perlu memperkuat hubungan dengan klub-klub di Eropa untuk memudahkan proses naturalisasi dan pemanggilan pemain.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan masyarakat, harapan besar untuk melihat Timnas Indonesia berlaga di Piala Dunia semakin mendekati kenyataan. Gelombang pemain keturunan ini merupakan salah satu kunci untuk mencapai mimpi tersebut. Semangat juang dan kualitas mereka akan menjadi aset berharga bagi Timnas Indonesia.
Sebagai pencinta sepak bola, kita semua tentu berharap agar proses naturalisasi ini berjalan lancar dan para pemain keturunan dapat segera bergabung dengan Timnas Indonesia. Dengan kerja keras, dedikasi, dan dukungan dari semua pihak, Timnas Indonesia bisa menjadi kekuatan yang diperhitungkan di kancah internasional.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
