
BOBOL GAWANG MANTAN: Ricky Kambuaya (kiri) menunjukkan kualitasnya dengan mencetak gol ke gawang mantan klubnya, Persebaya Surabaya. (Persebaya Surabaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya harus menelan pil pahit dalam lanjutan Liga 1 2023/2024 ketika mereka takluk dengan skor telak 0-3 dari Dewa United.
Pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, pada Selasa (16/4), menjadi panggung kekalahan memilukan bagi Persebaya sebagai tim tuan rumah.
Dari awal pertandingan, Persebaya Surabaya tampak berusaha menguasai permainan dengan beberapa peluang yang diciptakan, namun belum mampu menghasilkan gol. Sebaliknya, Dewa United dengan sabar membangun serangan dan mampu memanfaatkan peluang yang ada.
Pada menit ke-41, Dewa United berhasil membuka keunggulan melalui gol Ricky Kambuaya yang memanfaatkan umpan manis dari Egy Maulana Vikri. Gol tersebut menjadi pukulan keras bagi Persebaya Surabaya yang harus berjuang keras untuk mengejar ketertinggalan.
Memasuki babak kedua, Persebaya Surabaya mencoba mengambil alih permainan namun Dewa United tetap menunjukkan dominasinya. Di menit ke-70, Ahmad Nufiandani yang baru masuk sebagai pemain pengganti berhasil mencatatkan namanya di papan skor setelah menerima umpan dari Majed Osman.
Kekalahan Persebaya Surabaya semakin terasa menyakitkan ketika Dewa United berhasil menambah dua gol lagi. Pada menit ke-78, Alex Martins mencetak gol ketiga untuk timnya setelah menerima umpan dari Ricky Kambuaya.
Tak hanya kekalahan, Persebaya Surabaya juga harus menelan defisit gol yang semakin membesar. Dengan kekalahan ini, mereka kini mengalami defisit gol sebanyak 10 gol dalam musim ini. Hal ini menjadi catatan yang memprihatinkan bagi tim yang memiliki sejarah panjang dalam sepak bola Indonesia.
Meskipun mencoba untuk bangkit, Persebaya Surabaya tak mampu mencetak gol balasan hingga peluit panjang berbunyi. Wasit mengakhiri pertandingan dengan skor 0-3 untuk kemenangan Dewa United.
Susunan pemain kedua tim menunjukkan bahwa kedua tim tampil dengan kekuatan terbaik mereka. Namun, Dewa United mampu mengoptimalkan peluang yang ada dan menunjukkan kualitasnya sebagai tim yang solid dan berbahaya.
Bagi Persebaya Surabaya, kekalahan ini menjadi momentum untuk introspeksi dan memperbaiki kinerja mereka di sisa musim. Dengan defisit gol yang semakin membesar, mereka perlu menemukan solusi cepat agar bisa kembali bersaing di papan atas klasemen.
Di sisi lain, Persebaya Surabaya dalam musim 2023/2024 Liga 1 Indonesia mencatatkan 31 pertandingan dengan hasil 9 kemenangan, 12 seri, dan 10 kekalahan. Mereka berhasil mencetak 30 gol, namun kebobolan 40 gol. Akumulasi poin mereka sementara mencapai 39.
Meski demikian, kekalahan ini juga menjadi pelajaran berharga bagi Persebaya Surabaya. Mereka perlu mengambil hikmah dari setiap kegagalan dan menggunakan pengalaman tersebut untuk tumbuh dan berkembang sebagai tim yang lebih kuat di masa depan.
Dengan semangat yang tetap berkobar, Persebaya Surabaya harus segera bangkit dan menunjukkan bahwa mereka masih layak menjadi salah satu kekuatan utama dalam sepak bola Indonesia. Hanya dengan kerja keras dan tekad yang bulat, mereka bisa mengubah nasib dan mengembalikan kejayaan bagi Green Force.
Kekalahan telak dari Dewa United menjadi cambuk bagi Persebaya Surabaya untuk terus bekerja keras dan tidak menyerah dalam menghadapi tantangan. Dengan semangat juang yang tak pernah padam, mereka harus bangkit dan membuktikan bahwa mereka masih bisa bersaing di papan atas Liga 1.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
