Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 13 April 2024 | 17.29 WIB

Kisah Agung Setyabudi, Kapten Timnas yang Tinggalkan Persebaya karena Tak Cocok dengan Pelatih

Agung Setyabudi (tiga dari kanan) saat masih membela Persebaya Surabaya. - Image

Agung Setyabudi (tiga dari kanan) saat masih membela Persebaya Surabaya.

Agung Setyabudi merupakan salah satu bek kanan legendaris Indonesia selain Anang Ma'ruf. Tapi siapa sangka, dia mempunyai masa kelam saat membela Persebaya

Sidiq Prasetyo, Surabaya

AJI Santoso dikenal sebagai bek kiri legendaris Indonesia. Tapi di bek kanan, ada dua nama yang layak masuk status seperti Aji yakni Anang Ma'ruf dan Agung Setyabudi.

Bahkan, Agung mempunyai sedikit nilai plus dibandingkan Anang. Bocah Solo, Jawa Tengah, itu pernah dipercaya sebagai kapten Tim Nasional Indonesia.

"Saya dua tahun di Timnas Indonesia 2002-2004" kata Agung kepada JawaPos.com.

Agung bergabung dengan Persebaya atas ajakan salah satu petinggi di manajemen. Apalagi, dia tak mau bermain di klub lamanya, PSIS Semarang, terdegradasi. Padahal di musim sebelumnya, 1999, Laskar Mahesa Jenar

Menariknya, status sebagai pemain nasional sekaligus kapten itu didapat saat dia meninggalkan Persebaya. Ketika itu, di putaran II musim 2002, Agung memilih pergi dari Green Force, julukan Persebaya.

"Saat masuk ke Persebaya 2001, saya belum menjadi pemain nasional. Ketika saya datang, pelatih Persebaya Om Rudy (Keeltjes)," jelas Agung yang menutup salam jika bertemu dengan mantan pelatihnya itu.

Di era Rudy, posisi Agung sebagai bek kanan tak tergantikan. Dengan skill yang dimiliki, susah menggeser posisi pemain yang pernah digembleng di program PSSI Garuda II itu.

Hanya, di musim itu, Persebaya gagal menjadi juara. Langkah Agung dkk terhenti di semifinal setelah dikalahkan Persija di babak semifinal dengan skor 2-1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada 4 Oktober 2001.

Dengan permainan yang dinilai konsisten dan memberikan kontribusi besar, Agung dipertahankan oleh manajemen Persebaya. Hanya di musim 2002, Persebaya tak lagi ditangani pelatih yang dihormatinya sampai sekarang, Rudy Keeltjes. Posisi digantikan Sinyo Hartono. Hanya menjelang kompetisi Divisi Utama digulirkan, dia meninggal dan digantikan Rusdy Bahalwan.

"Strategi pelatih sepertinya tidak berkenan dengan saya," jelas Agung yang juga ada faktor nonteknis yang tak mau ditulis.

Ini membuat Agung gerah. Dia pun memutuskan mundur dari Persebaya.

"Pelatih juga mengizinkan karena tidak menginginkan saya. Keputusan yang membuat sedih karena sebenarnya saya senang banget bisa bermain di klub besar seperti Persebaya," ujar Agung.

Selain itu, bermain di depan pendukung Persebaya atau sering disebut Bonek membuatnya selalu tampil habis-habisan. Bahkan, sampai sekarang, Agung tak pernah lupa dengan dukungan yang diberikan mereka.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore