
LEBARAN DI SURABAYA: Muhammad Iqbal dalam sesi latihan game memutuskan untuk lebaran di Surabaya. (Persebaya Surabaya)
JawaPos.com — Perayaan Lebaran tahun ini akan terasa berbeda bagi para pemain Persebaya Surabaya. Dengan jadwal padat di Liga 1 2023/2024, mereka terpaksa harus mengurungkan niat untuk mudik ke kampung halaman.
Meskipun tradisi pulang kampung telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Lebaran bagi banyak orang, para pemain Persebaya harus menyesuaikan diri dengan kondisi yang ada.
Salah satu pemain yang merasakan dampaknya adalah Muhammad Iqbal, gelandang serang Persebaya. Iqbal, yang berasal dari Padang Pariaman, Sumatera Barat, biasanya pulang ke kampung halamannya setiap Lebaran. Namun, dengan jadwal yang begitu ketat, Iqbal memutuskan untuk tidak pulang kali ini.
Pelatih Persebaya, Paul Munster, hanya memberikan libur dua hari pada 10 dan 11 April, yang tentunya tidak cukup bagi Iqbal untuk melakukan perjalanan ke Padang.
"Saya memutuskan untuk tidak pulang mengingat jadwal libur yang terbatas. Perjalanan ke Padang juga membutuhkan waktu yang cukup lama, terlebih tiket pesawat juga sulit didapatkan. Jadi, saya memilih untuk merayakan Lebaran di Surabaya saja," ujar Iqbal.
Meski harus menjalani Lebaran jauh dari keluarga, Iqbal tetap bersyukur dengan keadaan yang ada. Menurutnya, fokus saat ini adalah untuk tetap menjaga performa dan konsentrasi dalam latihan.
Musim ini, Muhammad Iqbal telah menjadi bagian vital dari skuad Persebaya Surabaya, dengan bermain dalam 13 pertandingan dan memulai dalam 9 laga di antaranya. Dalam rata-rata 55 menit per pertandingan, dia telah mencatat satu gol dengan frekuensi mencetak gol setiap 717 menit.
Meskipun hanya mencatat 0.08 gol per pertandingan, Iqbal mempertahankan ketajamannya dengan rata-rata 0.9 tembakan dan 0.4 tembakan tepat sasaran per pertandingan. Selain itu, kontribusinya dalam membangun serangan juga terlihat dengan rata-rata 0.5 umpan kunci dan 13.2 umpan akurat per pertandingan, dengan akurasi sebesar 79%. Meskipun begitu, dia masih menunjukkan kekuatan dalam menggiring bola dengan sukses sebanyak 2.1 kali per pertandingan dengan persentase keberhasilan 57%.
Namun, dalam duel fisik, Iqbal mungkin perlu meningkatkan performanya, dengan hanya memenangkan 33% dari total duel yang dilakoninya dan hanya 12% dari duel udara. Di samping itu, dia mencatat rata-rata 0.8 pelanggaran dan 0.5 kali dilanggar, menunjukkan perannya dalam pertarungan fisik. Meskipun ada ruang untuk perbaikan, kontribusi Iqbal bagi Persebaya Surabaya tetap signifikan dalam upaya mereka meraih sukses musim ini.
Selain Muhammad Iqbal, Wildan Ramdhani juga rasakan hal yang serupa, penyerang Persebaya asal Bandung. Wildan, yang biasanya juga pulang ke Bandung setiap Lebaran, kali ini harus mengurungkan niatnya. Perjalanan darat dari Surabaya ke Bandung membutuhkan waktu yang cukup lama, apalagi dalam kondisi jalan yang mungkin macet karena arus mudik.
"Dengan situasi seperti ini, saya memilih untuk tidak mudik saja. Perjalanan yang cukup jauh dan melelahkan bisa membuat saya kelelahan di perjalanan. Jadi, lebih baik saya merayakan Lebaran di Surabaya saja," ungkap Wildan.
Musim ini, Wildan Ramdhani telah menjadi bagian penting dari skuad Persebaya Surabaya, terlihat dari partisipasinya dalam 17 pertandingan dengan 6 di antaranya dimulai sebagai pemain inti. Dalam rata-rata 37 menit per pertandingan, dia berhasil mencetak satu gol dengan frekuensi mencetak gol setiap 636 menit.
Meskipun kontribusinya dalam hal mencetak gol mungkin tidak sebesar yang diharapkan, dengan rata-rata 0.06 gol per pertandingan, dia masih berusaha dengan rata-rata 0.6 tembakan dan 0.2 tembakan tepat sasaran per pertandingan. Dalam membangun serangan, Wildan memberikan rata-rata 0.2 umpan kunci dan 6.8 umpan akurat per pertandingan, dengan akurasi sebesar 73%.
Meskipun memiliki kontribusi yang lebih rendah dalam memberikan umpan panjang, dengan rata-rata hanya 0.1 umpan panjang akurat per pertandingan, dengan akurasi 33%, dia menunjukkan keunggulan dalam menggiring bola dengan sukses sebanyak 0.4 kali per pertandingan, dengan persentase keberhasilan mencapai 88%.
Namun, dalam duel fisik, Wildan mungkin perlu meningkatkan performanya, dengan hanya memenangkan 29% dari total duel yang dilakoninya dan hanya 13% dari duel udara. Selain itu, dia juga tercatat melakukan rata-rata 0.9 pelanggaran dan menerima 1.1 pelanggaran per pertandingan. Meskipun ada ruang untuk peningkatan, kontribusi Wildan bagi Persebaya Surabaya tetap berharga dalam upaya mereka meraih kesuksesan musim ini.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
