
Kiper Persebaya Andhika Ramadhani (kiri) bersama pelatih kiper Benny van Breukelen usai pertandingan melawan Arema.
JawaPos.com - Kekhawatiran pelatih Persebaya Surabaya Paul Munster benar terjadi. Arema FC mendapat hadiah penalti ketika menghadapi Green Force di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, tadi malam. Momen itu terjadi pada menit ke-62.
Tendangan Samuel Balinsa mengenai bek Persebaya Kadek Raditya. Tanpa ragu, wasit Gideon Dapaherang menunjuk titik putih untuk tuan rumah. Padahal, dari tayangan ulang, bola tendangan Balinsa mengenai dada Kadek.
Tapi, Gideon bergeming. Penalti tetap diberikan. Dedik Setiawan yang jadi eksekutor. Tapi, tendangannya berhasil ditepis oleh Andhika Ramadhani. Munster mengaku sangat lega.
’’Anak-anak bermain sesuai dengan apa yang saya berikan di latihan. Kami bermain sebagai sebuah tim yang bagus,’’ kata pelatih 42 tahun tersebut.
Aksi heroik Andhika itu sekaligus memastikan kemenangan 1-0 Persebaya. Sebelumnya, Yan Victor membobol gawang Singo Edan pada menit ke-40. Kemenangan itu membuat Munster begitu senang.
’’Apalagi kami meraih kemenangan dengan catatan clean sheet. Kami harus melanjutkan catatan bagus itu,’’ jelas pelatih berpaspor Irlandia Utara itu.
Hasil ini membuat hegemoni atas Singo Edan tetap terjaga. Persebaya belum pernah kalah dalam delapan bentrokan derbi Jatim terakhir. Mereka meraih tujuh kemenangan dan satu hasil imbang.
’’Saya tahu ini laga derbi. Meski Arema FC ada di bawah kami, tapi mereka memberikan perlawanan yang berat. Saya sangat bangga dengan pemain saya,’’ jelas Munster.
Secara khusus, Munster memuji penampilan Andhika. Kiper 25 tahun itu bukan hanya mampu menggagalkan penalti Dedik. Tapi juga mampu melakukan total 10 save sepanjang laga tadi malam. Termasuk menepis tendangan jarak dekat dari Greg Nwokolo.
’’Kami punya dua kiper top. Dan ini saatnya Andhika bersinar,’’ ujar mantan pelatih Bhayangkara FC itu.
Andhika sendiri mengaku begitu senang. Apalagi total dia sudah mencatatkan tiga clean sheet selama ditangani Munster. Soal performa bagusnya tadi malam, Andhika menyebut itu bukan kebetulan.
’’Karena di setiap malam saya selalu mengoreksi kesalahan di lapangan. Dan alhamdulillah sekarang dikasih rezeki clean sheet dan kemenangan,’’ tegas Andhika.
Bagi Arema FC, hasil ini mengirim mereka kembali ke zona degradasi. Singo Edan berada di posisi ke-16 dengan 31 poin. Kekalahan ini membuat Widodo Cahyono Putro kecewa. Apalagi Singo Edan berpeluang menyamakan skor lewat penalti Dedik. Belum lagi ada beberapa peluang emas yang gagal dikonversi menjadi gol. (gus/c17/ali)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
