
Jatmiko, mantan pemain Persebaya Surabaya yang kini bekerja di SMPN 48 Surabaya
Di hari ini, 27 tahun lalu, Persebaya Surabaya mempunyai kenangan manis berjumpa dengan Arema. Di kandang sendiri, Green Force menang telak 6-1. Pemain yang menonjol dalam pertandingan itu adalah Jatmiko. Di mana dia sekarang?
Sidiq Prasetyo, Surabaya
SETIAP bel pulang di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 48 berbunyi, dia dengan sigap berada di pinggir jalan sekolah. Tak lama, ketika para siswa keluar, dia mulai menjalankan tugasnya untuk menyeberangkan anak-anak sekolahan yang berada di Jalan Bratang Wetan No 36 Surabaya itu.
Bisa jadi, siswa dan para pengguna jalan yang melintas tidak tahu bahwa sosok bernama Jatmiko tersebut adalah salah satu pahlawan Persebaya saat menjadi juara Divisi Utama Liga Indonesia musim 1996/1997. Bahkan, kontribusinya sangat besar di musim itu. Jatmiko punya memori yang kuat akan musim keduanya di Persebaya tersebut.
Ada dua pertandingan yang akan selalu dikenangnya. Pertama saat mengalahkan Bandung Raya dengan skor 3-1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, 28 Juli 1997 dan saat mengalahkan Arema dengan skor telak 6-1 di Stadion Gelora 10 November, Tambaksari, Surabaya, pada 26 Maret 1997.
''Di final, saya memberikan umpan ke Jacksen (Jacksen F. Tiago, penyerang Persebaya asal Brasil dan pernah menjadi pelatih) dan menjadi gol kedua. Kalau lawan Arema, saya mencetak dua gol,’’ kenang Jatmiko.
Gol kedua Jacksen itu terjadi di menit 60. Sebelumnya, Persebaya unggul dulu melalui penalti Aji Santoso menit ke-58 serta gol Rienald Pieters menit 86. Bandung Raya sempat memperkecil ketinggalan melalui Budiman menit 84. Sementara saat menjamu Singo Edan, julukan Arema, Jatmiko mencetak gol menit ke-39 dan 83. Empat gol lain disumbangkan Jacksen menit ketujuh, Reonald Pieterz (51’) dan Abdul Kirom (68’).
''Di dua pertandingan itu, saya sama-sama masuk sebagai pengganti. Di final, babak 43 saya masuk menggantikan Yusuf Ekodono. Kalau lawan Arema, saya juga mengganti Yusuf,’’ ujar Jatmiko.
Jatmiko sendiri masuk Persebaya di Putaran II Liga Indonesia musim 1995/1996. Ketika itu, Green Force ditangani pelatih asal Bulgaria Aleksandar Dimitrov Kostov atau Sasho. Musim berikutnya, meski posisi pelatih berganti dengan masuknya Rusdy Bahalwan, nama lelaki kelahiran 1975 itu masih dipertahankan.
Baca Juga: Ketua DPD PSI Jakbar Diduga jadi Pelaku Kekerasan Seksual, Grace Natalie Dukung Korban Lapor Polisi
Sempat kembali mengantarkan Persebaya ke final 1999 di Stadion Klabat, Manado, Sulawesi Utara, pada 2000, Jatmiko pergi dan tak kembali lagi ke klub legendaris itu. Tercatat, dia pernah membela PSS Sleman, Persela Lamongan, dan Persitara Jakarta Utara.
''Saya pensiun di usia 38 usai membela PSIR Rembang,’’ jelas arek Ambengan, kampung dekat Stadion Gelora 10 November, itu.
Jatmiko sempat bekerja sebagai pegawai honorer di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Surabaya pada 2015. Sebenarnya, ucapnya, namanya sempat menjadi pegawai di Pemkot Surabaya.
''Namun saya memilih bermain bola dibandingkan bekerja di Pemkot. Menyesal sih enggak, sudah pilihan hidup,’’ tutur lelaki didikan klub anggota internal Indonesia Muda (IM) Surabaya tersebut.
Namun, pada 2017, Jatmiko tak lagi mengais rezeki di Dispora. Aktivitasnya pun kembali ke lapangan hijau dengan menjadi pelatih. Selain itu, Jatmiko dan istri juga pernah berjualan mangga tak jauh dari Gelora 10 November, tempat yang dulu melambungkan namanya di kancah sepak bola.
Baca Juga: Soal Pemberian THR ke Ojol dan Kurir Logistik, Kemnaker: Sifatnya Imbauan Bukan Wajib

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
