Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 22 Maret 2024 | 22.05 WIB

Rizky Ridho Ditunjuk Shin Tae Yong Jadi Kapten Timnas Indonesia, Mantan Pelatih di Sidoarjo Sebut Bakat Memimpin Terlihat Dari Kecil

Masa kecil Rizky Ridho (empat dari kanan) di SSB Persada Damarsi, Buduran, Sidoarjo. - Image

Masa kecil Rizky Ridho (empat dari kanan) di SSB Persada Damarsi, Buduran, Sidoarjo.

Ada yang beda dari penampilan Rizky Ridho. Pelatih Tim Nasional Indonesia Shin Tae-yong mempercayakan ban kapten kepadanya saat menghadapi Vietnam di pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Sidiq Prasetyo, Sidoarjo

TATAPAN Adi Putra Setiawan tak lepas dari layar televisi di rumahnya di Desa Damarsi, Buduran, Sidoarjo, pada Kamis malam (21/3). Ada rasa bangga saat dia melihat pertandingan Indonesia melawan Vietnam di Match Day 3 Grup F Putaran II Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia yang dilaksanakan di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, itu.

Kenapa? ada dua mantan anak asuhnya yang tengah berjuang demi nama bangsa dan negara di pentas sepak bola internasional itu, yakni Marselo Ferdinand an Rizky Ridho. Hanya, ada kebanggaan lebih ketika Rizky Ridho tampil. Oleh Pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong, pemain kelahiran Surabaya 21 November 2001 tersebut dipercaya sebagai kapten sejak awal pertandingan.

Satu hal yang belum pernah diberikan, khususnya di level senior. Memang, di Tim Nasional Indonesia U-23, pemain yang kini membela Persija Jakarta tersebut sudah mengembannya. Sebelumnya, kapten di Tim Nasional Senior diberikan kepada Asnawi Mangkualam atau Jordi Amat.

Setiawan, panggilan, Adi Putra Setiawan, mengaku tak kaget jika Edo, begitu dia menyapa Rizky Ridho, dipercaya sebagai kapten atau pemimpin rekan-rekannya di lapangan. Sejak ikut dengannya di Sekolah Sepak Bola Persada di Damarsi, sebuah desa di bagian timur Kecamatan Buduran, Sidoarjo, pemain dengan tinggi 1,83 sentimeter tersebut sudah dipercayanya menjadi kapten.

‘’Edo ikut saya saat usianya 11 tahun. Dia datang ke Persada bareng Surya Maulana (sekarang bek kanan Bhayangkara FC). Keduanya dari Surabaya rela datang ke Damarsi untuk berlatih dan jaraknya lumayan jauh,’’ kenang Setiawan.

Rutinitas itu dilakukan selama hampir 4 tahun. Bahkan, jika pada Sabtu, Edo diantar langsung oleh ayahnya dan ditinggal di rumah Setiawan ketika itu yang tidak jauh dari Lapangan Damarsi.

‘’Minggu pagi kan jadwalnya kalau tidak berlatih ya bertanding. Pertandingan sering di luar Sidoarjo juga,’’ ujar lelaki yang pernah menangani Deltras Sidoarjo di Liga 2 dan Liga 3 itu.

Setiawan mengakui Edo sudah mempunyai jiwa pemimpin. Selain itu, nilai lebih dari mantan pemain Persebaya Surabaya itu, ujar Setiawan, adalah staminanya yang paling kuat dibandingkan rekan-rekannya.

Setiawan menjelaskan beberapa rekan Edo di SSB Persada yang satu angkatan dengannya antara lain Ulul Arham, kini kiper inti Tim Liga 2 Gresik United, Roy Ivansyah (Persebaya), dan Fahrul Aditya (Pra PON Jawa Timur).

Sayang, sekitar 2015-2016, kebersamaan Setiawan dan Edo tak bisa berjalan seperti biasanya. Tawaran menangani tim senior Deltras membuat Edo dan rekan-rekannya mulai meninggalkan SSB Persada.

"Edo kemudian ke klub internal Persebaya. Namun, saya dan Edo juga ayahnya tetap sering komunikasi tapi tidak pernah bertatap muka,’’ lanjut Setiawan.

Namun, pada Februari lalu dia bisa berjumpa langsung dengan mantan anak asuhnya tersebut di Balipapan, Kalimantan Timur. Ketika itu, 2 Februari, Persija hendak bertanding dengan Borneo di Stadion Batakan, Balikapan. Setiawan ke Kota Minyak itu untuk mengantar pulang istrinya.

Rizky Ridho bersama mantan pelatihnya Adi Putra Setiawan saat berjumpa di Balikpapan beberapa waktu lalu.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore