
ANJAR DWI PRADIPTA/JAWA POS RADAR LAMONGAN SUSUN PROGRAM: Fakhri Husaini dibebani target membawa Persela Lamongan kembali ke Liga 1.
JawaPos.com - Beban ada di pundak Fakhri Husaini. Dia diharapkan membawa Jawa Timur lolos ke Pekan Olahraga Nasional 2024.
Tahapan pertama yang dijalani Fakhri Husaini adalah melakukan seleksi pemain. Ada beberapa pelatih yang hadir dalam seleksi tersebut.
Dua pelatih menjadi kandidat kuat mendampinginya membawa Jawa Timur menembus pekan olahraga empat tahunan yang akan dilaksanakan di Aceh dan Sumatera Utara pada September mendatang.
Siapa saja mereka? Salah satunya adalah legenda Arema.
1. Khodari Amir
Sosok ini di level nasional belum banyak diketahui. Wajar karena kiprahnya masih di level Jawa Timur. Meski dia sempat menjadi asisten pelatih di klub Liga 2 Mojokerto dan juga Borneo FC.
Memulai karir kepelatihannya dari Sekolah Sekolah Sepak Bola Sinar Harapan yang juga milik Ketua Asprov PSSI Jatim dua periode terakhir dan juga anggota Exco PSSI Ahmad Riyad. Dia juga menjadi pelatih Sinar Harapan saat berlaga di Liga 3 Jawa Timur. Namun klub yang bermarkas di Desa Kenongo Tulangan itu sering gagal di babak penyisihan grup.
Di 2023, Amir sukses membawa Kabupaten Sidoarjo menjuarai Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur. Bisa jadi, faktor ini yang membuat Khodari Amir diapresiasi menjadi asisten Fakhri.
Semasa pemain, Khodari Amir sempat membela beberapa klub seperti Mitra Surabaya, Persekaba Badung, Persijap Jepara, Deltras, dan Mojokerto Putra.
2. Sunardi
Di masa aktif bermain, dia mendapat embel embel huruf C di belakangnya. Bisa jadi itu sebagai pembeda dengan dua nama yang sama di eranya.
Bedanya, Sunardi ini ada di Pulau Jawa sedang dua nama yang sama membela tim di luar Pulau Jawa. Perjalanan karirnya sebagai pemain tercatat dan dikenang di dua klub, Perkesa Mataram Jogja dan Arema. Di Arema, Sunardi termasuk lama. Bahkan lelaki yang posisinya stopper saat masih aktif bermain tersebut bisa disebut sebagai salah satu legenda Singo Edan, julukan Arema.
Jejak kepelatihan Sunardi juga tidak terlalu mencolok. Tercatat dia pernah menjadi pelatih di beberapa klub seperti Persenga Nganjuk, Persekabpas Kabupaten Pasuruan, dan PSBK Blitar. Terakhir, Sunardi menjadi asisten rekannya, Joko "Getuk" Susilo di PSKC Cimahi, Jawa Barat, di Liga 2 musim 2023/2024.
Dibandingkan Fakhri, dua asistennya tersebut bak bumi dan langit. Baik semasa menjadi pemain maupun pelatih.
Semasa menjadi pemain, Fakhri menjadi pemain nasional Indonesian sejak 1986-1997 atau 12 tahun. Bahkan di akhir karirnya, lelaki kelahiran ini menjabat sebagai kapten Tim Nasional Indonesia. Fakhri juga pernah membawa klubnya PKT Bontang lolos ke final Liga Indonesia 2001 sebelum dikalahkan PSM Makassar di Jakarta.
Sedang di dunia kepelatihan, Fakhri sukses membawa Indonesia menjadi juara Piala AFF 2018. (*)

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
