Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 7 Februari 2024 | 15.06 WIB

Kisah Dejan Antonic, Pemain Asing Pertama yang Dua Kali Datang ke Persebaya Surabaya

Dejan Antonic saat masih melatih Barito Putera.


David da Silva bisa dikatakan spesial untuk Persebaya. Bagaimana tidak, pemain asal Brasil itu bisa kembali ke Persebaya setelah pindah ke klub lain. Namun ternyata, David bukan yang pertama seperti itu di sejarah perjalanan Persebaya.

--

PSSI membuka kembali kran kedatangan pemain asing di sepak bola tanah air pada Liga Indonesia I 1994. Sebelumnya, penggunaan pemain asing terakhir pada 1983 saat masih ada Kompetisi Galatama. Meski demikian, Persebaya Surabaya tak langsung memakai jasa pemain mancanegara di Liga 1 yang menandai digabungkannya dua kompetisi, Galatama dan Perserikatan itu.

Barulah di Liga II tahun 1995, Green Force, julukan Persebaya, mulai mendatangkan pemain asing. Bisa jadi jebloknya hasil di Liga 1 menjadi pertimbangan utama. Di musim itu, Persebaya yang menghuni Wilayah Timur hanya berada di posisi 9 dari 17 peserta.

Baca Juga: BBPOM di Pekanbaru Temukan Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal

Pada 1995, hadirlah rombongan tiga pemain dan pelatih asing dari Eropa Timur. Tiga pemain tersebut adalah Plamen Iliev yang berposisi sebagai pemain belakang, Dejan Antonic (tengah), dan Nadoveza Branko di depan. Sedang pelatihnya adalah Sasho Kostov.

Namun, setelah Liga II usai, semuanya tak kembali lagi ke Persebaya kecuali satu nama, Dejan Antonic. Sebuah capaian yang hampir tak bisa dilakukan pemain asing sebelum David Da Silva dari Brasil memecahkan catatan tersebut. Seperti di ketahui, David da Silva yang kini membela Persib Bandung tersebut dua kali direkrut oleh Persebaya, yakni pada 2018 dan 2019/2020 setelah ke klub Korea Selatan, Pohang Steelers.

Tapi, Dejan Antonic lebih hebat lagi. Dia kembali lagi ke Persebaya pada 2003 atau setelah tak bersama selama enam tahun. ''Iya benar, Dejan dua kali bergabung dengan Persebaya. Di Liga Indonesia II 1995 dan Liga Indonesia 2003 saat Persebaya di Divisi I,'' kata Mursyid Effendi, salah satu legenda Persebaya yang dua kali merasakan kebersamaan bersama pemain berkebangsaan Serbia itu.

Setelah tak bersama Persebaya di Liga Indonesia II, Dejan sempat berpindah ke Persita Tangerang (1996-1997) dan Persema Malang (1997-1998). Bahkan, dari Wikipedia disebutkan Dejan kemudian membela klub luar negeri yakni Instant-Dict dari Hongkong dari 1998-2001), Rangers FC Hongkong (2001-2002). Kemudin sebelum balik lagi ke Persebaya, Dejan memperkuat Sun Hei yang juga dari Hongkong musim 2002-2003.

Menurut Mursyid, Dejan sebenarnya bukan pemain dengan kualitas istimewa. Hanya, Mursyid melihat sosok kelahiran 22 Januari 1969 tersebut mempunyai kelebihan.

Baca Juga: Mengenali Gejala dan Cara Mencegah Nyeri Berlebihan Akibat Menstruasi

''Dejan bagus di bola-bola mati, khususnya di sisi kiri daerah lawan. Hanya saat bergabung kembali di musim 2003, Dejan sudah menurun khususnya di fisik,'' kenang Mung, sapaan karib Mursyid Effendi. Datangnya kembali Dejan di 2003 pun diakui pelatih Persebaya ketika itu, Muhammad ''Mamak'' Zein Alhadad.

Sayang di Divisi Utama musim 2004, Dejan sudah tidak dipakai lagi. Pelatih Jacksen F. Tiago lebih mempercayakan pemain asingnya dari Amerika Latin, Leonardo Guiterez asal Cile dan Danilo Fernando dari Brasil. Dejan kemudian pindah ke klub Hongkong lainnya, Kitchee (2003-2005). Di Hongkong pula, Dejan memulai karir melatih.

Dimulai dari Kitchee pada 2005-2008 atau setelah pensiun sebagai pemain. Dari klub itu, dia kemudian menangani Pegasus (2007-2009), Shatin (2010), Tai Chung (2010-2011), dan Tuen Mun (2011-2012). Bahkan, Dejan pernah menjadi pelatih nasional Hongkong di periode 2007-2009.

Dejan kemudian datang ke Indonesia dengan memoles beberapa klub. Dimulai dari Arema Indonesia (2012-2013), Pro Duta (2013), Pelita Bandung Raya (2013-2015), Persib Bandung (2016), Borneo (2018-2019), Madura United (2019-2020), PSS Sleman (2020-2021), dan Barito Putera (2022). Sekarang, Dejan dipercaya menjadi pelatih di Klub League One Tiongkok Jinan Xingzhou. (*)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore