
PROTES: Bruno Moreira melayangkan protes keras kepada wasit dalam latihan internal Persebaya Surabaya. (Persebaya)
JawaPos.com – Persebaya Surabaya tidak henti-hentinya menunjukkan keberanian dan kreativitasnya di lapangan, terutama dalam menjalani latihan yang unik dan menyenangkan di bawah arahan Paul Munster.
Salah satu elemen menarik yang muncul adalah pemain-pemain yang tengah membangun chemistry dengan cara tak lazim, yaitu menggunakan tangan untuk mengumpan atau memindahkan bola. Sementara ketika mencetak gol, kaki atau kepala menjadi pilihan utama. Apa yang terjadi di balik latihan inovatif ini?
Inovasi di Persebaya Surabaya: Kombinasi Unik antara Tangan dan Kaki
Paul Munster, pelatih asal Irlandia Utara yang baru saja bergabung dengan Persebaya Surabaya, membawa nuansa baru ke tim. Salah satu inovasinya adalah latihan di mana pemain diizinkan, bahkan didorong untuk menggunakan tangan dalam mengumpan atau memindahkan bola ke rekannya. Sementara saat mencetak gol, kemampuan kaki dan kepala menjadi fokus utama.
Pada latihan tersebut Bruno Moreira terlihat gembira sekaligus marah, Bruno Moreira gembira karena bisa mencetak gol di latihan tersebut, namun marah karena menganggap rekan setimnya telah berhasil mencetak gol tapi tidak disahkan oleh wasit.
Tentu aksi protes dan marahnya Bruno Moreira hanya bercanda, tapi dengan adanya permainan ini chemistry antarpemain dan tim pelatih jadi makin akrab untuk menaikkan moral dan mentalitas sebelum kompetisi sebenarnya bergulir.
Memahami Latihan Inovatif
Latihan ini bukan sekadar trik untuk meraih perhatian, melainkan bagian dari strategi Paul Munster dalam membangun chemistry yang kuat di antara pemain. Penggunaan tangan membuka ruang untuk komunikasi visual yang lebih baik di antara rekan satu tim. Pemain dapat secara instan berkomunikasi mengenai arah pergerakan dan niat mengirim bola tanpa harus bergantung sepenuhnya pada komunikasi verbal.
Manfaat Latihan untuk Membangun Chemistry
Penggunaan tangan memungkinkan pemain menyampaikan pesan dengan cepat dan tepat. Gestur tangan dapat menjadi bahasa tersendiri di lapangan, memungkinkan pemain lebih efektif dalam menyusun strategi secara spontan.
Dengan berlatih menggunakan tangan, pemain tidak hanya membangun koneksi fisik melainkan juga pemahaman mendalam tentang gaya bermain rekan satu tim. Ini membantu mereka meramalkan pergerakan satu sama lain, menciptakan chemistry yang lebih kuat.
Penggunaan tangan menambah dimensi kejutan dalam permainan. Lawan akan sulit memprediksi gerakan dan taktik Persebaya Surabaya, menciptakan keuntungan strategis bagi tim.
Latihan ini merangsang kreativitas pemain. Mereka menjadi lebih percaya diri dalam menciptakan peluang dan mencari solusi kreatif di lapangan.
Chemistry yang Terwujud di Lapangan
Hasil dari latihan inovatif ini terlihat jelas saat Persebaya Surabaya tampil di lapangan. Gerakan yang padu, umpan-umpan yang akurat, dan gol-gol yang memukau menjadi bukti bahwa chemistry di antara pemain semakin terwujud.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
