
Kericuhan antara suporter PSIS Semarang Snex dengan suporter PSS pecah di Stadion Jatidiri Semarang Minggu (3/12). (Baskoro Septiadi/Jawa Pos Radar Semarang)
JawaPos.com - Pertandingan kandang PSIS Semarang melawan tim tamu PSS Sleman yang digelar pada hari Minggu (3/12) di Stadion Jatidiri, Semarang, diwarnai kericuhan antar suporter.
Hal tersebut bisa berdampak merugikan untuk Laskar Mahesa Jenar maupun PSS Sleman.
PSIS Semarang terancam bakal mendapat sanksi berat dari Komdis PSSI, begitu pula halnya dengan PSS Sleman.
Terlebih, kericuhan yang terjadi disertai dengan masuknya penonton ke dalam lapangan hingga mengakibatkan pertandingan terpaksa distop.
Melansir dari Jawa Pos Group Radar Semarang pada Senin (4/12), awal mula kericuhan tersebut diduga ketika kelompok suporter PSIS Semarang, Snex, yang berada di tribun utara saling ejek chant dengan kelompok suporter PSS Sleman yang berada di tribun barat pada penghujung laga babak kedua.
Hal tersebut, memicu sejumlah oknum PSS Sleman mencoba merangsek ke tribun utara lewat tribun barat bagian atas.
Dalam aksinya, terjadi tindakan anarkis berupa saling lempar yang menyebabkan para penonton di tribun barat berhamburan.
Suporter PSIS Semarang yang tak terima, kemudian membalas dengan merangsek ke tribun yang dipenuhi suporter PSS Sleman melalui sentel ban yang menciptakan suasana di Stadion Jatidiri semakin chaos.
Hingga pada akhirnya, pertandingan pun terpaksa dihentikan oleh wasit Rio Permana Putera di menit ke-90 tanpa adanya perpanjangan waktu.
Dalam insiden kericuhan itu, sejumlah orang mengalami luka diduga karena terkena lemparan benda keras, termasuk salah satunya yaitu CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi yang kepalanya bocor terkena lemparan hingga mendapat delapan jahitan.
"Alhamdulillah aman lur, mung keno jahitan 8. Tim medis panpel top, matur nuwun. Terima kasih doa nya sedulur sedulur semuanya, yang penting semua sudah aman dan sehat, psis dapat 3 poin penting," tulis Yoyok di Instagram pribadinya.
Kericuhan suporter tersebut bisa berbuntut panjang. PSIS Semarang harus dihadapkan dengan risiko terkena hukuman, paling berat berupa pertandingan kandang tanpa penonton, seperti halnya yang pernah dialami oleh PSS Sleman sebelumnya.
Seperti yang diketahui, PSS Sleman baru mendapat hukuman dari Komdis PSSI berupa pertandingan kandang tanpa penonton.
hanya satu kali pertandingan, namun tim berjuluk Super Elang Jawa itu harus rela menggelar sebanyak tiga pertandingan kandang tanpa ditemani suporternya.
Sanksi tersebut, didapatkan PSS Sleman akibat insiden kericuhan yang terjadi saat pertandingan kandang di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, melawan Bali United pada Jumat (3/11) lalu.

Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Viral Investor MBG Ngamuk di Kantor BGN, APGI 3T Sebut Aksi Spontan Atas Potensi Kerugian Rp 1,8 Triliun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
