
Pesepak bola Timnas Indonesia Egy Maulana Vikri (kanan) melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Kamboja dalam pertandingan grup A Piala AFF 2022 di Stadion Utama gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (23/12/2022). HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS
THAILAND tetaplah Thailand. Meski di Piala AFF kali ini tidak menurunkan beberapa pemain andalan seperti Chanathip Songkrasin dan Supachok Sarachat, tim berjuluk Gajah Perang itu masih tetap berbahaya. Kedalaman skuadnya masih bagus.
Apalagi, masih ada dua pemain senior: bek Theerathon Bunmathan, 32, dan penyerang Teerasil Dangda, 34. Bisa dilihat sejauh ini di Piala AFF penampilan dua pemain itu masih sangat terjaga.
Teerasil bukan striker sembarangan. Setelah kembali dari Jepang, performanya tetap stabil di Liga Thailand. Terbukti, dia sudah mencetak tiga gol dari dua penampilan di Piala AFF sekarang ini.
Usia hanya angka buat dia. Sudah 34 tahun, tapi tenaganya masih luar biasa. Jam terbangnya juga tinggi, pernah main di Eropa selain di Jepang.
Saya sedikit cerita ya, di Thailand, walau diperbolehkan pemain asing dan banyak mengisi pos-pos penting, mereka tidak pernah kehabisan talenta. Selalu ada pemain muda yang bersinar dan main inti dalam tim. Tapi, memang untuk bisa jadi Teerasil, butuh waktu yang sangat panjang.
Bicara soal laga sore nanti di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Indonesia seharusnya bisa menang. Main di kandang, apalagi saya melihat antusiasme suporter sangat tinggi. Kemenangan juga bakal memuluskan langkah ke semifinal.
Saya lihat sejauh ini permainan timnas sudah padu. Marselino Ferdinan, misalnya, menjanjikan. Bek baru Jordi Amat berpengalaman. Ricky Kambuaya juga punya skill yang seharusnya bisa membantu tim menang sore nanti.
Untuk pemain kunci Thailand, selain Theerathon dan Teerasil, ada Sarach Yooyen yang bisa mengatur serangan. Beberapa kali gol mereka tercipta dari kombinasi tiga pemain tersebut.
Tapi, kita juga banyak pemain yang bisa jadi kunci kemenangan. Marselino dan Ricky di antaranya.
Cuma harus diingat, Thailand itu basic main bola mereka sangat bagus. Passing-control sudah hafal di luar kepala. Termasuk untuk urusan pemahaman strategi.
Di sepak bola Indonesia, kebanyakan pemain banyak berlari cepat. Di Thailand tidak. Aliran bola yang cepat. Mereka pintar membaca strategi.
Tapi, tentu saja Thailand juga punya kelemahan. Mereka kesulitan ketika menghadapi kecepatan sayap-sayap kita. Keteteran.
Saya rasa kita tetap harus manfaatkan kecepatan di tepi lapangan itu. Meski juga harus diingat, ketika hilang bola, pos yang ditinggalkan kudu segera diisi. Jika tidak, ya seperti final Piala AFF tahun lalu, Thailand memanfaatkan pos-pos yang ditinggalkan pemain kita untuk cetak gol.
Jujur saja, beberapa bulan terakhir, saya tidak pernah seyakin ini kepada timnas. Feeling saya skuad Garuda bisa masuk final, malah prediksi saya jadi juara.
Skuad asuhan Shin Tae-yong ini makin matang. Cara bermain juga sudah sangat bagus. Tinggal mental di lapangan saja.
*) YANTO BASNA, Bek yang mencatat 14 caps bersama timnas, pernah memperkuat tiga klub Thailand
**) Seperti disampaikan kepada wartawan Jawa Pos Farid S. Maulana

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
