
TERHARU: Fakhri Husaini (kanan) memeluk Zulham Zamrun setelah laga melawan Persipa Pati kemarin. ALLEX QOMARULLA/JAWA POS
JawaPos.com-Kesabaran manajemen Persela Lamongan atas performa tim telah habis. Tadi malam pelatih Persela Fakhri Husaini jadi korban.
Dia diberhentikan dari jabatan pelatih kepala karena dianggap gagal memenuhi ekspektasi manajemen. Yakni, membuat Laskar Joko Tingkir tampil baik di Liga 2 musim ini.
Manajer Persela Fariz Julinar Maurisal membenarkan soal pemberhentian Fakhri. Manajemen terpaksa melakukan tindakan tegas tersebut karena mantan pelatih timnas Indonesia U-16 itu gagal melaksanakan janjinya ketika setuju menangani tim musim ini.
’’Enam pertandingan, Persela sudah tiga kali kalah, dua kali imbang, dan cuma sekali menang. Jauh sekali dari target awalnya,’’ ungkapnya.
Rentetan hasil buruk itu juga seiring dengan gaya bermain tim yang tidak kunjung membaik. Karena merasa Persela harus segera diselamatkan, manajemen pun mengambil langkah tegas. ’’Ini sudah melalui pertimbangan yang matang,’’ ucapnya.
Fariz menambahkan, langkah memberhentikan Fakhri adalah upaya untuk menyelamatkan Persela. Saat ini, tim kebanggaan Kota Lamongan itu sedang dalam kondisi bahaya.
Berada di zona degradasi grup tengah, yakni peringkat kesembilan klasemen sementara. ’’Jika kami tidak segera bertindak, takut terlambat menyelamatkan tim ini,’’ ungkapnya.
Pria yang juga berprofesi sebagai pengusaha itu menegaskan, selama ini Fakhri diberi kepercayaan penuh ketika menukangi Persela. Dirinya juga membebaskan pelatih asal Lhokseumawe itu untuk membangun tim sejak awal.
’’Mulai dari pemain incaran hingga seleksi, semua di tangan coach Fakhri. Saya tidak pernah ikut-ikut. Saya mendukung penuh semuanya,’’ jelasnya.
Bahkan, dari segi kesejahteraan, manajemen Persela tidak pernah ingkar sampai saat ini. Gaji selalu teratur dan tidak pernah terlambat dibayarkan.
’’Bonus juga kami beri dua kali lipat. Tapi tetap tidak bisa mengangkat performa tim. Ya terpaksa kami harus mengakhiri kerja sama,’’ bebernya.
Fariz paham betul apa yang dilakukan manajemen dengan memecat Fakhri sangat berisiko. Tapi, hanya itu pilihan yang ada. ’’Untuk sementara, tim akan dipimpin coach Charis Yulianto dulu ketika melawan Persijap Jepara (1/10) nanti,’’ ujarnya.
Saat ini, Fariz sudah punya beberapa nama pelatih yang akan menggantikan Fakhri. Tapi, nama-nama yang sudah ada di tangannya masih akan dipertimbangkan lagi.
’’Kami cari yang terbaik. Nama-namanya tidak asing, yang pasti sudah sering menukangi tim Liga 1 ataupun Liga 2,’’ paparnya.
Kapan pelatih pengganti akan gabung? Dia menyebut secepatnya. Manajemen sejauh ini berusaha keras agar pelatih baru bisa memimpin tim pada laga kandang Persela di Stadion Surajaya, Lamongan, tepatnya pekan ke-8, ketika menjamu Nusantara United FC (8/10).
’’Kami berusaha secepatnya. Karena kami juga tidak mau tim kondisinya makin sulit. Karena saat ini tiap laga Persela adalah final,’’ terangnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
