
HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS TEGAR: Rachmat Irianto (kiri) kerap mendapat kritik dari para suporter Persebaya.
JawaPos.com-Rachmat ’’Rian’’ Irianto sering mendapat kritik dari Bonek, pendukung Persebaya Surabaya. Putra asisten pelatih Bejo Sugiantoro itu dianggap kurang moncer.
Sang pelatih Aji Santoso tahu apa yang dialami anak asuhnya. Namun, dia tetap keukeuh memainkannya. Termasuk kala Persebaya membantai Bali United tiga gol tanpa balas (25/3).
Rian tampil full time sebagai gelandang jangkar. Keputusan itu diambil karena Aji memiliki pandangan berbeda. ’’Rian itu Aji Santoso banget. Apa yang dimiliki Rian sesuai dengan saya. Dia berani pass di antara lawan, berani pegang bola, berani melakukan 1-2 sentuhan. Itu gaya permainan yang saya harapkan,’’ jelas pelatih 51 tahun tersebut.
Karena itu, dia tidak setuju jika Rian dianggap biang masalah di klub. Aji justru menganggap sebaliknya. ’’Dari kacamata saya, setiap pertandingan Rian selalu main bagus. Bahkan Rian itu bagian terpenting di tim Persebaya,’’ tegas mantan pelatih Persela Lamongan itu.
Sepanjang musim ini, pemain 22 tahun itu selalu dipasang sebagai gelandang. Total dia sudah tampil dalam 20 laga dan mencatatkan satu assist. Tapi, performa Rian itu tetap dianggap kurang. Apalagi, duet gelandang M. Hidayat-Alwi Slamat cukup moncer.
Musim ini, duet Hidayat-Alwi sering jadi pilihan utama. Keduanya jadi duo jangkar yang garang. Tugasnya adalah membabat lawan sebelum masuk area pertahanan.
Hidayat mencatatkan 53 intersep dan 15 tekel bersih, sementara Alwi 73 intersep dan 24 tekel bersih. Hidayat membukukan dua assist, sedangkan Alwi satu gol dan satu assist. Meski begitu, Aji tetap melihat Rian sebagai sosok penting di lini tengah.
Aji pun bingung kenapa masih ada saja yang mengkritik Rian. ’’Sepak bola itu butuh proses. Nggak bisa langsung atau instan. Ada beberapa pemain yang di awal melejit, tapi pas di tengah dan akhir justru menurun. Saya melihat Rian ini konsisten di setiap laga,’’ terangnya.
Dia pun meminta semua pihak untuk melihat penampilan pemain secara keseluruhan. ’’Ibarat lari, sepak bola ini bukan adu sprint. Tapi maraton. Jadi maksudnya, jangan hanya menilai pemain dari satu laga saja,’’ beber bapak lima anak tersebut.
Hal itu pula yang sempat dirasakan Aji awal musim ini. Pada seri pertama, Persebaya memang sempat terseok. Bahkan, sempat ada tagar #AjiOut bertebaran di medsos. Kini, Aji malah mampu memenuhi target manajemen dengan finis di posisi lima besar.
’’Dulu yang koar bilang Aji out saya suruh angkat tangan, siapa? Intinya, jangan sampai melihat performa pemain dan pelatih dari satu pertandingan saja,’’ ucap Aji.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
