
TAUFIQ ARDYANSYAH/JAWA POS JEJAK DOKTER PALSU: Elwizan Aminudin pernah ’’berdinas’’ di Klinik Umum Husada Medika Tangerang pada 2010 hingga 2012.
JawaPos.com-Mantan dokter tim PSS Sleman Elwizan Aminudin kini terjerat kasus dokter gadungan. Sebelum melanglang buana ke berbagai klub dan tim nasional Indonesia kelompok usia, Amin sempat membuka klinik. Yaitu, Klinik Umum Husada Medika Tangerang.
Klinik tersebut berlokasi di Jalan Nangka III Nomor 87 RT 01/02, Pakulonan, Serpong Utara, Tangerang Selatan. Salah seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya mengungkapkan, Amin membuka praktik di klinik itu pada 2010.
Tidak ada kecurigaan sama sekali terhadap status Amin yang merupakan dokter gadungan. Sebab, saat itu tidak pernah ada keluhan dari orang-orang yang berobat di sana. ”Orangnya baik. Ramah. Saya dan keluarga kalau sakit berobatnya ke dokter Amin. Tidak pernah ada keluhan setelah kami berobat,” tutur warga tersebut.
Dia menambahkan, jika ada pasien berobat, Amin bertugas memeriksa. Dia juga yang memberikan obat kepada pasien. ”Berobat di klinik itu terbilang murah. Makanya banyak yang ke sana. Apalagi, itu satu-satunya klinik di daerah tersebut,” jelasnya.
Amin tidak lagi bertugas di klinik itu pada 2012. Tepatnya setelah setahun bekerja di Persita Tangerang. Sejak itu, si warga tersebut tidak tahu lagi kabar Amin. ”Saya kaget ketika dapat kabar dia ternyata dokter palsu. Kok bisa ya?” ujarnya.
Saat ini, Klinik Umum Husada Medika Tangerang telah dilanjutkan oleh dokter lain. Semalam, Jawa Pos mendatangi klinik tersebut. Sayang, dokter yang bertugas tidak mau dimintai keterangan. ”Saya tidak tahu soal itu (Amin, Red),” ucapnya.
Saat ini, Amin sudah dilaporkan PSS Sleman ke Polres Sleman. General Manager APPI Hardika Aji berharap Amin diproses hukum sebagaimana mestinya. Sebab, Amin telah melakukan tindakan penipuan.
Selain diproses hukum, Hardika meminta Amin mengungkapkan aksinya ke publik. ”Harus ada pernyataan dari yang bersangkutan. Kenapa dia bisa bekerja di beberapa klub. Dia harus menjelaskan sampai tuntas,” jelas Hardika saat dihubungi kemarin.
Saat ini, APPI sudah menerima laporan dari belasan pesepak bola yang pernah ditangani Amin. Mereka bercerita tentang treatment aneh yang dilakukan Amin.
”Sejauh ini, mereka hanya sebatas speak up tentang penanganan cedera yang ganjil. Mereka belum ada rencana untuk ikut melaporkan perbuatan Amin ke polisi. Jika ada pemain yang ingin melapor, APPI siap memberikan pendampingan,” ucap Hardika.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
