
Johan Yoga, pemain trial Persebaya mencetak gol lewat tandukan saat pertandingan uji coba melawan tim Putra Jombang di Stadion Gelora Sepuluh November, Surabaya, kemarin (4/5). FOTO: Angger Bondan/Jawa Pos
JawaPos.com – Sejak kemarin (5/5), Persebaya Surabaya meliburkan tim untuk Lebaran. Skuad Green Force akan berkumpul kembali pada 18 Mei mendatang. Sehari setelahnya mereka bakal langsung latihan.
Libur Lebaran bisa menjadi ancaman bagi Persebaya. Sebab, jika pemain tidak menjaga kondisi dengan ketat, hasil latihan selama Ramadan bisa sia-sia.
Rendi Irwan dkk bakal mulai dari awal lagi untuk persiapan menuju Liga 1. Tidak mau itu terjadi, pelatih Persebaya Aji Santoso secara khusus memberikan program kepada para pemain. Program latihan mandiri itu wajib dikerjakan selama liburan.
”Khususnya untuk jaga kondisi fisik. Menjaga asupan makanan di masa liburan juga harus dilakukan,” tegasnya.
Apalagi, kebanyakan pola makan pemain akan berubah selama Lebaran. Makanan-makanan pedas dan berminyak yang selama ini menjadi pantangan bisa jadi dikonsumsi.
”Saya sudah berpesan kepada pemain, jaga diri dan fisik. Karena ketika masuk dan latihan pada 19 Mei, akan langsung ada tes fisik,” ungkapnya.
Tes tersebut diperlukan untuk mengetahui pola makan pemain selama Lebaran. Jika di bawah rata-rata, pria asal Malang itu tidak segan memberikan peringatan keras kepada pemain. Sebab, kondisi fisik mereka bakal berpengaruh pada persiapan tim menuju Liga 1.
Apalagi, tim kebanggaan arek Suroboyo itu berencana melakukan training camp (TC) setelah Lebaran. Aji tidak mau waktu TC menjadi percuma hanya untuk mengembalikan kondisi fisik pemain.
Dia ingin TC benar-benar berfokus untuk strategi dan cara main Persebaya dalam kompetisi. ”Minimal kondisi pemain harus 70 persen. Jadi, mengembalikannya tidak sulit,” terangnya.
Salah seorang pemain Persebaya, M. Hidayat, membenarkan bahwa sang pelatih memang memberikan program untuk latihan mandiri. ”Coach juga ingatkan jangan makan sembarangan. Jadi, Lebaran nanti saya harus jaga nafsu makan,” ucapnya, lantas tersenyum.
Hidayat tidak bermasalah dengan program tersebut. Dia juga sadar, sebagai salah seorang pemain yang terpaksa pulang kampung jauh dari Surabaya, fisik menjadi salah satu faktor penting ketika berlatih kembali nanti. Pesepak bola yang bersama Persebaya sejak 2017 itu tidak ingin tertinggal jauh dari pemain lainnya.
”Saya pemain profesional. Jadi, sudah tahu menjaga kondisi fisik ini adalah salah satu kewajiban sebagai pesepak bola,” jelasnya kepada Jawa Pos kemarin pagi sebelum pulang ke Bontang.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
