Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 5 Desember 2020 | 18.45 WIB

Serdy Ephi Fano Dipecat, Yudha Febrian Dikirim ke Pesantren

Serdy Ephy Fano (PSSI) - Image

Serdy Ephy Fano (PSSI)

JawaPos.com – Konsekuensi berat harus ditanggung Serdy Ephi Fano Boky dan M. Yudha Febrian akibat tindakan indisipliner yang mereka lakukan saat mengikuti pemusatan latihan timnas U-19.

Selain keduanya dicoret dari timnas, Serdy didepak dari klubnya, Bhayangkara Solo FC. Pelajaran sangat berharga bagi pemain yang baru berusia 18 tahun.

Saat ini beredar video yang menunjukkan keduanya mengunjungi kelab malam di Jakarta. Dalam video tersebut, terlihat Serdy dan Yudha sedang bersenang-senang bersama seorang perempuan.

M. Yudha Febrian. (Instagram/M. Yudha Febrian).

Manajer Bhayangkara Solo FC I Nyoman Yogi Hermawan mengatakan, didepaknya Serdy merupakan hasil keputusan rapat dari manajemen The Guardian. Bagi dia, Serdy tidak menunjukkan sikap pemain profesional.

Bahkan, sudah dua kali mencoreng nama klub ketika sedang mengikuti training camp timnas U-19.

’’Bhayangkara FC itu mewajibkan seluruh pemainnya untuk menjaga attitude dan kedisiplinan baik di dalam dan di luar lapangan,’’ tegasnya. Yogi berharap keputusan itu bisa jadi ajang instrospeksi bagi Serdy.

Sebelum Serdy diputuskan dikeluarkan dari tim, COO Bhayangkara FC Sumardji mengaku kesal dengan Serdy. Kapolres Sidoarjo itu kerap dikontak awak media karena tindakan indisipliner pemain. Bukan prestasinya. ’’Ampun ini. Tidak ada habisnya membuat masalah. Membuat malu saja,’’ katanya.


Sementara itu, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan secara tegas menyebut perilaku keduanya sama sekali tidak mencerminkan sikap pemain nasional. ’’Mereka sudah dicoret dan bukan lagi bagian dari timnas U-19,’’ ucapnya.

Pria yang akrab disapa Iwan Bule itu bahkan mewanti-wanti pemain lain untuk tidak meniru perilaku buruk Serdy dan Yudha.’’Tidak ada tempat bagi pemain yang indisipliner. Ini peringatan bagi semua pemain untuk lebih disiplin,’’ imbuhnya.

Dia juga mengingatkan, fasilitas mewah yang saat ini diperoleh para pemain bukanlah dari PSSI. Melainkan dari seluruh rakyat Indonesia karena menggunakan APBN.

Sementara itu, lewat keterangan resminya, manajemen Barito Putera akan mengirimkan Yudha ke pesantren di Jawa Barat.

“Sebagaimana selayaknya sebuah keluarga, kami sebagai orang tua berkewajiban untuk memberikan pembinaan bukan dalam bentuk hukuman,” tegas CEO Barito Putera Hasnuryadi Sulaiman seperti dikutip di situs resmi Barito.

“Kami dari Barito memberikan tindakan yang sifatnya membina dengan cara mengirimkan Yudha ke pesantren. Harapan kita tindakan yang kita ambil ini bisa membuat Yudha lebih baik lagi, memperbaiki diri, dan tidak akan mengulangi kesalahannya lagi,” lanjut Hasnuryadi.

Sementara itu, Yudha meminta maaf dan menyesali perbuatannya. Yudha menerima keputusan manajemen Barito Putera untuk mengirimnya ke pesantren.

“Saya meminta maaf kepada keluarga besar Barito Putera, Timnas Indonesia dan seluruh masyarakat Indonesia atas kesalahan yang telah saya perbuat. Semoga ke depannya saya bisa lebih baik lagi, ini menjadi pelajaran buat saya sebagai pemain,” tutur Yudha.

“Setelah berbicara dengan orang tua dan manajemen saya sudah siap dan ikhlas menjalani ini. Supaya ke depannya saya bisa lebih baik lagi,” imbuhnya.

Editor: Ainur Rohman
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore