Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 4 November 2020 | 05.16 WIB

Dituding Ada Kolusi dan Pemain Titipan dalam Garuda Select III

DIGEMBLENG: Garuda Select II sebelum melawan Inter Milan U-17 di Suning Youth Development Centre, Milan (22/1). (Garuda Select for Jawa Pos) - Image

DIGEMBLENG: Garuda Select II sebelum melawan Inter Milan U-17 di Suning Youth Development Centre, Milan (22/1). (Garuda Select for Jawa Pos)

JawaPos.com – Seleksi Garuda Select angkatan ketiga mencapai tahap akhir hari ini (3/11). Rencananya, besok atau lusa nama-nama pemain yang akan dikirim ke Inggris diumumkan.

Sayang, seleksi yang dilakukan selama sepekan terakhir tidak terlepas dari kontroversi. Salah satunya adalah cara PSSI menentukan nama-nama pemain yang dipanggil untuk ikut seleksi di Stadion Pakansari, Bogor.

Diduga ada pemain titipan dari nama-nama yang dipanggil. Mereka tidak melalui prosedur seperti dua angkatan Garuda Select sebelumnya.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Asprov PSSI Jawa Timur Amir Burhanuddin. Dia mempertanyakan dari mana PSSI memunculkan nama-nama pemain sehingga bisa ikut seleksi Garuda Select III.


Sebab, kompetisi Elite Pro Academy (EPA) yang jadi ajang pemilihan bakat dari dua angkatan sebelumnya, khususnya di U-16, tidak digelar tahun ini. ’’Kompetisi tidak jalan, maka pemanggilan pemain jadi tidak jelas,’’ ucapnya.

Dia bisa memaklumi jika PSSI mengambil nama-nama tersebut dari klub-klub Liga 1, Liga 2, ataupun Liga 3 meski tidak ada kompetisi musim ini. Yang jadi pertanyaan, ada beberapa pemain yang dipanggil ikut seleksi justru dari SSB yang tidak jelas. ’’Dasarnya apa? Jadi wajar jika ada anggapan kalau ada pemain titipan,’’ terangnya.

SSB yang tidak jelas menurutnya adalah tidak punya afiliasi dengan program dari Asprov PSSI. Di Jawa Timur, misalnya. Amir menuturkan, sejak tahun lalu, Asprov PSSI Jatim menjalankan program SSB terafiliasi dan hasilnya sudah dilaporkan ke PSSI.

’’Lha ini ada panggilan Garuda Select III dari SSB yang namanya saja baru kami tahu dari surat PSSI kemarin. Bagaimana ceritanya itu bisa terjadi?’’ ungkapnya.

Seharusnya, para pemain yang dipanggil PSSI berasal dari SSB yang masuk program afiliasi dengan asprov. Tidak tiba-tiba muncul. Hal itu membuat banyak pihak mempertanyakan transparansi PSSI dalam pemilihan pemain untuk seleksi Garuda Select III.

Jika memang alasan PSSI tidak ada kompetisi dan terpaksa memanggil para pemain ’’seenaknya’’ saja, Amir mempertanyakan mengapa bukan timnas Indonesia U-16 saja yang menggantikannya.

Mengapa bukan skuad timnas Indonesia U-16 yang masuk program Garuda Select III untuk dikirim ke Inggris? Tidak perlu jauh-jauh ke Uni Emirat Arab dan memakan biaya yang tidak sedikit. ’’Sekalian saja dengan tim pelatihnya Bima Sakti cs. Suruh sekalian belajar sama timnya Dennis Wise,’’ ucapnya.

Jawa Pos berusaha mencari tahu kepada PSSI terkait protes yang diajukan Amir. Sayang, tak satu pun dari pihak PSSI memberikan penjelasan. Bahkan, Mundari Karya yang ditunjuk di sektor High Performance Unit (HPU) khusus pengembangan usia muda di PSSI, juga tidak menjawab pertanyaan dari Jawa Pos malam kemarin (2/11).

Editor: Ainur Rohman
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore