
Photo
JawaPos.com – Mahmoud Eid merupakan debutan di Liga 1 2020. Dia datang ke Persebaya Surabaya pada Januari lalu. Dia pun turut mengantarkan Green Force –julukan Persebaya– meraih gelar juara Piala Gubernur Jatim (PGJ) 2020.
Saat Mahmoud ingin membawa Persebaya meraih gelar Liga 1, kompetisi malah dihentikan. Padahal, dia selalu jadi pilihan utama. Pemain berpaspor Palestina itu sudah tampil dua kali. Yakni, saat Persebaya menghadapi Persik Kediri (29/2) dan Persipura Jayapura (13/3). Dari dua laga itu, pemain 26 tahun tersebut mampu mencetak satu gol.
Photo
Persebaya Surabaya
Bagi Mahmoud, penghentian kompetisi ini merupakan pengalaman pertama dalam karirnya. Dia memulai karir seniornya pada musim 2011–2012 bersama tim asal Swedia, Hammarby TFF. ’’Ini yang pertama bagi saya. Tidak ada kompetisi. Situasi seperti ini sangat menyedihkan. Bukan hanya bagi Indonesia, tapi juga seluruh dunia,’’ kata pemain kelahiran 26 Juni 1993 tersebut saat dihubungi melalui WhatsApp oleh Jawa Pos.
Kondisi ini membuat Mahmoud bosan. Sebab, dia sangat tidak betah jika sehari saja tidak memainkan bola. ’’Sulit bagiku untuk jauh dari sepak bola,’’ tambah pemain yang lahir di Swedia itu.
Saat ini seluruh pemain Green Force memang hanya bisa beraktivitas di tempat tinggalnya. Kondisi itulah yang membuat Mahmoud benar-benar merindukan bermain di lapangan.
Meski kangen merumput, Mahmoud tetap mendukung keputusan PSSI yang menghentikan kompetisi untuk sementara. ’’Semua memang harus istirahat sampai kondisi benar-benar membaik. Semoga secepatnya,’’ harapnya. ’’Saya juga berharap Liga 1 bisa tetap dilanjutkan,’’ imbuhnya.
Apalagi, dia punya target tinggi bersama Green Force. ’’Saya berharap kami (Persebaya) bisa mencapai tujuan kami (juara) musim ini,’’ ujarnya.
Karena itu, jika kompetisi sudah dimulai, Mahmoud berjanji memberikan kemampuan maksimal. ’’Saya akan membantu sebisa mungkin, baik di dalam maupun di luar lapangan,’’ tegasnya.
Mahmoud tak pulang ke negaranya. Meski tetap di Surabaya, dia selalu menjaga kondisi. ’’Saya selalu menjaga kesehatan, menjauhkan diri dari keramaian, mencuci tangan, serta tidak sembarangan berjabat tangan,’’ ungkapnya.

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
