
Ponaryo Astaman menyarankan para pemain senior untuk mulai memikirkan apa yang akan dilakukan saat tak bermain lagi.
Jawa Pos.com – Penundaan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 tanpa batas waktu mengancam kesehatan keuangan klub-klub peserta. Sebab, tidak adanya pertandingan otomatis membuat klub tak mendapat pemasukan. Hal itu berbanding terbalik dengan pengeluaran klub setiap bulan karena harus membayar gaji pemain dan ofisial tim.
Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) sadar akan situasi itu. General Manager APPI Ponaryo Astaman menyatakan, situasi saat ini memang sangat rumit. Artinya, kondisi yang ada masuk kategori darurat dan di luar kuasa siapa pun. ’’Diperlukan keputusan bersama. Untuk kebaikan semua pihak, fair, dan win-win solution,’’ ucapnya.
Nah, keputusan bersama itu dilakukan ketika terjadi jalan buntu antara klub dan pemain. Ponaryo menjelaskan, sebenarnya di setiap kontrak pemain tertera sikap yang harus diambil ketika menghadapi kondisi force majeure seperti saat ini. ’’Semua pihak tinggal mengikuti saja semestinya,’’ ujarnya.
Namun, jika memang sulit, jalan keluar lain adalah tiga pihak, yakni klub, pemain, dan operator liga dalam hal ini PT LIB, duduk bersama. Seperti halnya ketika melakukan emergency meeting beberapa waktu lalu. ’’Itu diperlukan agar dicapai kesepakatan akan ke mana ini nanti. Sekali lagi, situasi ini tidak ada yang mau dan di luar kuasa siapa pun,’’ tegasnya.
Sekjen APPI Mohamad Hardika Aji menambahkan, di Eropa atau tingkat global, sedang ada pembahasan mengenai isu finansial yang menghinggapi klub-klub sepak bola. Pembahasan dilakukan FIFPro dengan FIFA dan UEFA. Pembahasan tersebut, lanjut dia, masih alot karena kedua pihak, baik klub maupun pemain, sama-sama punya pemikiran sendiri. ’’Karena memang situasinya sekarang ini tidak mudah,’’ terangnya.
Karena itulah, APPI belum bisa memberikan keputusan apa pun mengenai finansial yang dialami klub. Apakah solusinya gaji dipotong atau yang lainnya. ’’Tapi, kalau gaji distop, untuk pemain akan sangat berat, apalagi di Indonesia yang mau mendekati Lebaran,’’ ucapnya.
Sementara itu, Public and Relation Manager LIB Hanif Marjuni menjelaskan, pihaknya belum tahu kapan akan melakukan emergency meeting. Saat ini LIB masih menunggu kiriman saran dari klub soal bagaimana kelanjutan kompetisi. ’’Kami sudah kirimkan surat kepada klub-klub mengenai penundaan dan minta saran bagaimana. Kami menunggu itu dulu,’’ jelasnya.
Jika nanti saran-saran dari klub Liga 1 dan Liga 2 sudah masuk, LIB akan memprosesnya. Saran dari klub terakhir ditunggu kemarin (23/3). ’’Setelah itu, baru nanti keputusannya seperti apa akan dirilis. Juga kemungkinan soal emergency meeting lagi,’’ jelasnya.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
