
TANTANGAN MENANTI: Shin Tae-yong (dua dari kanan) diperkenalkan di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, kemarin. Turut hadir tiga petinggi PSSI, yaitu Ketua Umum M. Iriawan (dua dari kiri), Sekjen Ratu Tisha, dan Wakil Ketua Umum Iwan Budianto. (Chandra Sa
JawaPos.com - Karakternya tergolong bertensi tinggi. Tak sekali–dua kali aksinya dari pinggir lapangan di sepanjang SEA Games 2019 di Filipina terlihat provokatif.
Tapi, hasil kerja Park Hang-seo nyata. Vietnam U-22 yang dia tangani tampil kompak, disiplin, dan stabil. Hingga akhirnya tim asuhannya itu sukses merebut medali emas untuk kali pertama di pesta olahraga terbesar di Asia Tenggara tersebut.
”Saya merasa punya tanggung jawab untuk memberikan gelar juara SEA Games ini bagi rakyat Vietnam. Itulah kenapa final ini teramat spesial buat saya,” terang pelatih yang berusia 60 tahun tersebut setelah tim asuhannya mengalahkan Indonesia U-22 di final.
Park, juga Shin Tae-yong yang kemarin resmi menjadi pelatih tim nasional Indonesia, adalah bagian dari gelombang pasang pelatih-pelatih Korea Selatan (Korsel) di Asia. Sebelumnya, juga ada Kim Shin-hwan yang sempat menukangi timnas Timor Leste di SEA Games 2017 Kuala Lumpur.
Meski secara hasil Timor Leste tidak semengilap Vietnam, keberadaan Kim memberikan kontribusi mendasar buat sepak bola bekas provinsi Indonesia tersebut. Di China Super League juga ada dua pelatih Korsel yang berkiprah. Yakni, Park Choong-kyun yang membesut Tianjin Tianhai serta Choi Kang-hee yang tercatat pernah menangani Dalian Yifang, Tianjin Tianhai, dan terakhir Shanghai Greenland Shenhua.
Di Liga Jepang, juga ada dua pelatih Korsel. Yakni, Cho Kwi-jea (Shonan Bellmare) dan Kim Myung-hwi (Sagan Tosu). Sedangkan di Vietnam, Hang-seo tidak sendirian.
Ada dua pelatih lain dari Negeri Ginseng yang menukangi klub yang tampil di V-League musim lalu. Mereka adalah Lee Tae-hoon yang menjadi pelatih Hoang Anh Gia Lai dan Jung Hae-seong yang membesut TP Ho Chi Minh.
Hae-seong bahkan membawa timnya finis sebagai runner-up V-League. Sekaligus berkesempatan menjalani kualifikasi Liga Champions Asia putaran kedua.
Secara umum, pelatih dari Korsel dikenal sebagai pekerja keras dan sangat disiplin. Umumnya, mereka juga menyukai gaya permainan cepat dengan pressing tinggi.
Itu, misalnya, bisa dilihat pada karakter Vietnam U-22 di SEA Games 2019 lalu. Park Hang-seo pula yang diajak bicara Shin Tae-yong saat mendapat tawaran untuk melatih timnas Indonesia.
Di Vietnam, Park membawa serta dua asisten, dokter, dan seorang penerjemah dari Korsel. Tujuannya jelas, semua instruksi asisten Guus Hiddink saat menangani Korsel di Piala Dunia 2002 itu berjalan lancar.
Selain itu, Park cukup membatasi betul akses untuk awak media, khususnya yang berasal dari negara lawan tanding Vietnam. Awak media Indonesia, misalnya, merasakan dengan jelas perlakuan Hang-seo tersebut saat sesi latihan resmi di SEA Games lalu. Baik di fase grup maupun final.
Aksinya selama pertandingan juga terkesan meledak-ledak ketika merespons keputusan wasit yang dirasa merugikan timnya. Bahkan, dia sampai dijatuhi kartu merah oleh wasit Majed Al Shamrani yang memimpin laga final SEA Games 2019.
Alhasil, dia harus keluar dari lapangan lebih cepat. Padahal, saat itu Vietnam unggul 2-0. Tapi, barangkali itulah bentuk dedikasi dia kepada Vietnam yang telah memercayainya sebagai pelatih sejak 2017.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
