
Kepala Persebaya Future Lab, Ganesha Putera di Belanda. (Dok. Persebaya)
JawaPos.com-Kepala Persebaya Future Lab Ganesha Putera menilai penunjukan John Herdman sebagai pelatih tim nasional senior dan U-23 harus dimanfaatkan sebagai momentum emas untuk mengakselerasi pembangunan struktur pembinaan sepak bola di Indonesia.
"Pastinya dengan kapabilitas beliau, dengan reputasi beliau, pastinya sumbangan saran dan analisa beliau terhadap sepak bola Indonesia ini pasti bisa sangat bermanfaat," kata Ganesha saat ditemui ANTARA disela latihan tim Persebaya di Lapangan ABC Gelora Bung Tomo Surabaya, Jumat.
Ganesha menjelaskan bahwa meskipun John Herdman akan berfokus pada prestasi Tim Nasional Indonesia di level senior dan kelompok umur U-23, reputasi internasional yang dimilikinya harus diserap secara maksimal oleh para pemangku kepentingan sepak bola di tanah air.
Menurut dia, pengalaman Herdman dalam menangani tim di level dunia akan memberikan perspektif baru bagi pengembangan bakat lokal.
“Analisis mendalam dari John Herdman sangat dinantikan, terutama setelah ia melihat langsung kondisi liga dan karakteristik pemain di Indonesia untuk dihubungkan dengan tuntutan sepak bola tingkat dunia," ucapnya.
Lebih lanjut, Ganesha menekankan pentingnya bagi insan sepak bola Indonesia untuk melakukan eksploitasi positif terhadap seluruh pengetahuan, pengalaman dan kapabilitas yang dibawa oleh Herdman.
Hal tersebut, lanjutnya, bertujuan agar standar permainan pemain muda Indonesia dapat selaras dengan tuntutan sepak bola top level.
Ia berharap ada proses transfer ilmu yang nyata dari pelatih kepala tersebut kepada para pelatih lokal maupun pengelola akademi di Indonesia agar pembinaan usia muda memiliki karakteristik yang kuat.
Ganesha juga menyadari bahwa dengan tugas berat di dua kelompok umur, kontribusi Herdman terhadap pembinaan usia muda mungkin tidak bersifat teknis secara langsung.
Namun, ia berpendapat bahwa masukan strategis mengenai apa yang harus dikerjakan di level akar rumput berdasarkan kelemahan dan kelebihan yang ditemukan pada pemain akan menjadi kontribusi yang paling optimal.
Oleh karena itu, ia berharap masukan-masukan tersebut dapat menjadi pedoman jangka panjang bagi pembinaan usia muda di masa mendatang.
"Yang paling optimal atau yang paling maksimal dia bisa lakukan mungkin adalah memberikan masukan-masukan terkait kebutuhan sepak bola Indonesia di masa mendatang dan bagaimana kita bisa mencapai tuntutan itu," ujarnya. (*)

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
