
Photo
JawaPos.com – Urusan tunggakan gaji Persegres Gresik United belum tuntas. Seharusnya tim yang menunggak gaji dilarang tampil di musim berikutnya. Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) juga sudah berkirim surat kepada PSSI agar status Persegres dibekukan.
Tapi anehnya, Laskar Joko Samudro –julukan Persegres– tetap bisa tampil. Tim itu melakoni laga perdana di Liga 3 pranasional kontra Persigo Semeru FC kemarin sore di Stadion Semeru, Lumajang.
Hal tersebut membuat APPI geram. ”Tidak benar ini. Klub bermasalah dan sedang ada kasus di pengadilan malah ikut kompetisi,” ucap General Manager APPI Ponaryo Astaman kepada Jawa Pos.
Ponaryo menegaskan, APPI tak akan tinggal diam. Pihaknya bakal berkomunikasi dengan PSSI dan National Dispute Resolution Chamber (NDRC). APPI mendesak adanya tindakan tegas kepada Persegres. ”Apalagi, kasus itu (tunggakan gaji, Red) sudah berjalan hampir tiga tahun. Seolah tidak ada respek sama sekali kepada pemain. Itu yang kami sesalkan,” tegas mantan kapten timnas Indonesia tersebut.
Direktur Media PSSI Gatot Widakdo menuturkan, kasus Persegres masih berada di level pengadilan. Menurut dia, APPI memang sudah melaporkan kasus itu kepada PSSI. ”Kami sekarang punya Badan Penyelesaian Sengketa Nasional alias NDRC. Laporan itu seharusnya ke NDRC, nanti diproses di sana,” ungkapnya.
Setelah laporan diproses, kalau memang ada pelanggaran, NDRC akan melaporkannya ke Komdis PSSI. Baru kemudian hukuman yang sesuai dijatuhkan. ”Sejauh ini masih dalam proses. Persegres diperbolehkan berkompetisi karena memang belum ada hukuman dari Komdis PSSI,” terangnya.
Nah, kondisi Persegres yang bermasalah itu berimbas di lapangan. Dalam laga kemarin, Laskar Joko Samudro dihajar empat gol tanpa balas. Empat gol Persigo Semeru FC dicetak Dimas Sukarno (38'), Faisol Yunus (62'), Risky Dwiyan (88'), dan Rizky Dwi (90'). ”Tim lawan sangat mendominasi dan lebih siap menang. Hasil yang sangat mengecewakan,” kata Jamal Yastro, pelatih Persegres.
Semeru FC memang sudah siap tempur. Klub itu mempersiapkan tim sejak enam bulan lalu. Bandingkan dengan Persegres yang baru membentuk tim dua pekan lalu. ”Saya baru memimpin latihan selama tiga kali. Banyak yang harus dibenahi. Yang paling utama soal stamina dan kekompakan tim,” terang Jamal.
Di sisi lain, hasil itu tak lantas membuat Persigo Semeru FC jemawa. ”Masih banyak hal yang harus kami perbaiki ke depan,” kata kapten Persigo Semeru FC Dimas Sukarno. Hal itu diamini sang pelatih, Stefan Keeltjes. Menurut dia, anak asuhnya sempat grogi di menit awal. ”Anak-anak kurang tenang. Tapi wajar karena itu adalah laga perdana,” terangnya.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
