
Para pemain timnas indonesia ketika mengikuti latihan jelang laga melawan malaysia pada babak kualifikasi piala dunia 2022 di sugbk, rabu 4/9/19. Foto: Chandra Satwika/Jawa Pos.
JawaPos.com – ’’Besok (malam ini, Red) tidak sekadar mendapat poin. Tidak hanya menang atau kalah. Ini pertaruhan kebanggaan negara,’’ kata pelatih timnas Indonesia Simon McMenemy dalam jumpa pers menjelang laga melawan Malaysia kemarin (4/9).
McMenemy berharap ucapan itu tak sekadar untuk motivasi. Dia ingin pemainnya bisa merealisasikan dengan kemenangan. Sebab, kemenangan menjadi modal krusial untuk menjaga persaingan di kualifikasi Piala Dunia 2022 grup G.
Sejauh ini, catatan pertemuan masih memihak skuad Garuda. Dari 95 kali bentrokan, timnas meraih 39 kali kemenangan dan 21 kali seri. Namun, McMenemy meminta pemainnya mengabaikan catatan pertemuan. Sebab, Harimau Malaya –julukan timnas Malaysia– kerap menorehkan luka bagi pendukung Garuda. Publik tentu masih ingat memori final Piala AFF 2010. Timnas saat itu sangat dekat dengan gelar juara.
Publik yakin timnas bisa menaklukkan Malaysia di final. Sebab, pada pertemuan di fase grup, skuad Garuda bisa membantai Malaysia dengan skor 5-1. Faktanya, timnas malah kalah telak 0-3 pada final leg pertama di Kuala Lumpur. Timnas membutuhkan kemenangan 4-0 agar bisa juara. Namun, pada leg kedua di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Garuda hanya menang 2-1. Malaysia pun berpesta di SUGBK.
Setahun kemudian, tepatnya di ajang SEA Games 2011, Malaysia kembali membuat fans Garuda terluka. Malaysia berhasil menggagalkan misi Indonesia mengakhiri paceklik emas sepak bola. Mereka menaklukkan timnas lewat adu penalti. Partai final kala itu juga berlangsung di SUGBK.
Bagaimana malam nanti? McMenemy menyadari bahwa fans Garuda masih terluka atas rangkaian kegagalan timnas di kaki Malaysia. Luka lama itu sulit disembuhkan. Karena itu, agar timnas tak menambah luka, strategi jitu dan mental disiapkan untuk membendung Harimau Malaya. ’’Saya sudah menyiapkan tim ini selama dua minggu. Mungkin rasa gugup memang ada. Tapi, kami siap dan tetap fokus,’’ tuturnya.
McMenemy menegaskan, timnas tak membutuhkan psikolog untuk menyiapkan mental bertanding. Dia menganggap kehadiran psikolog justru membuat timnya terkesan tertekan. ’’Seakan menanggulangi iblis dalam pikiran,’’ bebernya.
Mantan pelatih Bhayangkara FC itu memilih untuk mengandalkan pengalaman para pemain ’’tua’’ dalam skuad. Pemain-pemain seperti Yustinus Pae, Alberto Goncalves, Ruben Sanadi, Osas Saha, hingga Ferdinand Sinaga diharapkan membuat rekan-rekannya bermain lebih tenang. Plus, Otavio Dutra yang memilih tetap bersama tim untuk membimbing pemain muda.
Simon juga mengharapkan masukan dari pemain yang masih atau pernah bermain di Liga Super Malaysia hingga Liga Thailand. ’’Mereka bisa mengajari kami soal mentalitas. Mengajari kami apa yang harus dilakukan, mengajari kami kapan makan malam, memahami kenapa latihan malam. Itu semua sangat penting dalam membantu tim ini di lapangan nanti,’’ terang pelatih berusia 41 tahun tersebut.
Satu hal lagi yang bisa menguatkan mental pemain adalah dukungan suporter. Simon mengenang memori saat dirinya menangani timnas Filipina pada Piala AFF 2010. ’’Stadion ini (SUGBK) menakutkan bagi lawan. Ketika saya di ruang ganti waktu itu, pemain tidak bisa mendengar instruksi saya,’’ jelasnya. ’’Debu jatuh dari atap karena suporter tidak berhenti bernyanyi dan melompat,’’ ungkapnya.
McMenemy enggan menjanjikan kemenangan. Bagi dia, janji bagi seorang pelatih layaknya kutukan. ’’Tapi, saya yakinkan 25 pemain yang saya bawa sudah di depan pintu yang siap dimasuki. Tujuan saya melatih Indonesia adalah meningkatkan lagi kecintaan masyarakat Indonesia kepada timnasnya,’’ ujar pelatih asal Skotlandia itu.
Pelatih Malaysia Tan Cheng Hoe menuturkan, pasukannya siap menghadapi strategi maupun tekanan suporter tuan rumah. ’’Kami juga tahu Indonesia punya striker bagus. Punya beberapa pemain yang berpengalaman main di Malaysia. Saya pikir lini belakang kami paham apa yang harus dilakukan untuk menghentikan mereka,’’ jelasnya.
Kapten dan kiper Malaysia Farizal Malias sependapat dengan pelatihnya. ’’Kami punya pengalaman bermain di depan suporter lawan di Malaysia. Jadi, itu tidak masalah. Kami siap mengantisipasi itu,’’ ujar Farizal.
Perkiraan Pemain
Indonesia (4-3-3) :26-Andritany Ardhiyasa (k) (pg); 15-Ricky Fajrin, 23-Hansamu Yama, 13-Manahati Lestusen , 33-Andhika Wijaya; 6-Evan Dimas, 10-Stefano Lilipaly, 8-Zulfiandi; 18-Irfan Jaya, 9-Alberto Goncalves, 21-Andik Vermansah
Pelatih: Simon McMenemy
Malaysia (4-3-3): 1-Farizal Malias(k) (pg); 7-La’vere Corbin-Ong, 3-Shahrul Saad, 5-Adam Nor Azlin, 2-Matthew Davies; 8-Azam Azih, 27-Daniel Amier, 6-Brendan Gan; 11-Safawi Rasid, 9-Norshahrul Idlan, 16-Hadin Azman
Pelatih: Tan Cheng Hoe
Wasit : Ko Hyung-jin (Korsel)
Stadion : Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta
Live : Mola TV/TVRI pukul 19.30 WIB

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Timnas Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: The Maroons Terancam Gagal Start Sempurna
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Pembuktian Magis Christian Pulisic
Daftar Pemain Swedia dan Tunisia di Piala Dunia 2026
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Maroko: Vinicius Junior dan Achraf Hakimi Siap Saling Sikut di Piala Dunia
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Skor Jerman vs Curacao di Piala Dunia 2026: Der Panzer Siap Menggila di Laga Perdana
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
