
Satgas Antimafia Bola terus telusuri kasus perusakan dokumen keuangan milik Persija.
JawaPos.com - Satgas Antimafia Bola pastikan kasus perusakan dokumen keuangan milik Persija Jakarta akan terus diproses. Karena hal ini merupakan upaya untuk menghalangi penyelidikan dan penyidikan petugas kepolisian dalam mengungkap kasus pengaturan skor di sepak bola Indonesia.
Sebelumnya, Satgas memastikan ada upaya perusakan dokumen laporan keuangan milik Persija Jakarta sebelum penggeledahan di Rasuna Office Park DO-07, bulan lalu. Polisi memastikan akan memproses dugaan penghalang-halangan terhadap penyelidikan dan penyidikan kasus pengaturan skor tersebut.
Saat ini, Plt Ketum PSSI Joko Driyono diduga kuat sebagai aktor di belakang perusakan dokumen laporan keuangan Persija. Kadivhumas Polri Irjen M. Iqbal menuturkan, tidak menutup kemungkinan mereka akan menjerat Jokdri–sapaan Joko Driyono.
Tapi, perlu dipastikan terlebih dulu apakah dokumen yang dirusak bagian dari barang bukti atau bukan. ”Kalau ternyata barang bukti ya bisa (dijerat, Red),” jelasnya.
Memang, perlu waktu untuk menyusun puzzle kasus perusakan laporan keuangan tersebut. Meski dipastikan perbuatannya ada, tapi belum tentu pidananya masuk. ”Yang pasti, siapa pun akan kami mintai pertanggungjawaban,” jelasnya.
Menurut dia, kasus pengaturan skor ini tidak berhenti hanya karena sebuah laporan keuangan dihancurkan. Banyak cara dan metode yang bisa digunakan untuk mengembangkan kasus tersebut. ”Sehingga, nanti targetnya terhadap pelaku pengaturan skor tidak akan meleset,” paparnya.
Di sisi lain, Pakar Hukum Pidana Abdul Ficar Hadjar menjelaskan, polisi tidak bisa langsung menyebut bahwa terdapat penghilangan atau perusakan barang bukti. Sebab, secara hukum perlu untuk membuktikan bahwa laporan keuangan itu merupakan barang bukti.
”Harus didetailkan apakah yang ada di dalam laporan keuangan itu ada kaitannya dengan pengaturan skor,” ungkapnya.
Bagaimana apabila dokumen yang telah dihancurkan itu adalah laporan keuangan? Dia mengatakan bahwa masih banyak jalan, misalnya dengan mencari siapa auditor internal yang membuat laporan keuangan itu. Apakah masih ada salinannya atau tidak.
Sementara itu, ketika dikonfirmasi, Chief Operation Officer (COO) Persija Rafil Perdana enggan berkomentar banyak. Baginya, penjelasan yang diinginkan oleh Jawa Pos itu bukanlah ranahnya. ’’Saya hanya mengurusi operasional klub, silahkan tanya pak Dirut (Gede Widiade) saja,’’ ucapnya pada 4 Februari.
Jawa Pos sempat mencoba menghubungi Dirut Persija Gede Widiade. Baik melalui pesan singkat WhatsApp ataupun telepon. Tidak ada respons sama sekali dari pengusaha asal Surabaya tersebut.

Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Sesi Foto Bersama di Pemakaman Komedian Temon Terbelah Jadi 2 Kubu
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
Prediksi Argentina vs Inggris di Piala Dunia: Messi Ungkap Jalan Terjal ke Semifinal, Singgung Duel Panas Lawan Three Lions pada 1986
Beri Nafkah Kecil ke Fangfang, Vicky Prasetyo: Dari Awal Kamu Tahu Saya Punya Anak Banyak
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Argentina Mengajukan Permintaan Khusus kepada FIFA Sebelum Melawan Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026
Hasil Norwegia vs Inggris 1-2 di Piala Dunia 2026: Brace Jude Bellingham Bawa The Three Lions ke Semifinal
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
