
PSIS Semarang hanya bisa meraih satu poin meski melawan Madura yang bermain dengan 10 orang di pertengahan laga.
JawaPos.com - Menghadapi Madura United, PSIS bisa kembali memainkan Petar Planic. Dalam laga melawan Persib Bandung pekan lalu, Planic harus ditarik keluar karena mengalami cedera. Kehadirannya mampu membuat lini belakang tim Mahesa Jenar lebih solid.
Menjadi tuan rumah, PSIS tak berani mengambil risiko bermain terbuka. Karena mereka paham tim yang dihadapi punya pemain menyerang yang mumpuni. Karena itu skuad besutan Vincenzo Annese ini lebih mengutamakan pertahanan sebelum mulai menyerang.
Terbukti Madura memang tampil lebih menyerang. Tekanan kerap dimulai dari kaki Zah Rahan. Dengan dukungan Maitimo dan Davronov, Zah Rahan kerap mengkreasikan peluang bagi Laskar Sape Kerrab.
Namun, tak banyak peluang yang mampu melahirkan ancaman serius bagi gawang PSIS. Madura belum memberikan ujian yang cukup menyulitkan bagi Jandia Eka Putra sepanjang babak pertama.
Begitu pula dengan PSIS. Meski lebih banyak menguasai bola, Mahesa Jenar tak kunjung bisa mencetak gol. Hanya ada dua tembakan yang bisa dihasilkan oleh tuan rumah di babak pertama. Alhasil, 45 menit pertama pun berakhir dengan imbang tanpa gol.
PSIS tampil lebih menggebrak di awal babak kedua. Sebuah kemelut langsung terjadi di kotak penalti Madura. Namun belum berujung dengan gol bagi tuan rumah.
Sisi kanan pertahanan Madura menjadi incaran para penyerang tuan rumah. Sejumlah serangan PSIS selalu dimulai dari sisi ini. Tempo pertandingan pun langsung meningkat. Karena serangan PSIS kerap dibangun dengan kecepatan tinggi.
Sebuah serangan balik PSIS membuat Bayu Nugroho memberikan ancaman bagi pertahanan Madura menit 59. Upaya Bayu pun terpaksa dihentikan oleh Guntur dengan keras. Tanpa ampun, wasit pun langsung menghadiahi kartu kuning kepada Guntur.
Serangan cepat PSIS kembali mengancam tim tamu. Sial bagi Alfath Faathir, tarikan tangannya membuat dia mendapat kartu kuning kedua dalam laga ini. Madura harus bermain dengan 10 pemain sejak menit 63.
Meski bermain 10 pemain, Madura masih mampu menekan pertahanan tuan rumah. Seperti yang dilakukan Zah Rahan pada menit 65. Beruntung masih ada Planic yang memblok tendangan Zah Rahan.
Unggul jumlah pemain tak lantas membuat PSIS bisa menciptakan banyak peluang. Tekanan Madura yang belum mengendur membuat PSIS juga harus fokus menggalang pertahanan. Bayu Gatra, Zah Rahan, dan Slamet Nurcahyo bahu membahu membangun serangan Madura.
Terlebih Madura pun tak menunjukkan gejala akan menurunkan intensitas serangan meski bermain dengan 10 orang. Satu kesalahan yang dilakukan pemain belakang PSIS bisa berdampak buruk.
PSIS benar-benar tak bisa memanfaatkan keunggulan pemain ini dengan maksimal. Mereka kesulitan mencari celah di antara barisan pertahanan Madura. Justru Jandia Eka yang kerap berjibaku menyelamatkan gawangnya. Hasil akhir, PSIS dipaksa imbang 0-0 oleh 10 pemain Madura.
Susunan pemain
PSIS Semarang: Jandia, Planic, Tahar, H. Abdillah, F. Saputra, Conteh, Makatindu (Gustur 46', Komarudin 56'), M. Yunus (Majefat 80'), Bruno Silva, B. Nugroho, H. Yulianto
Pelatih: Vincenzo Annese
Madura United: Satria Tama, Fabiano Da Rosa, Munhar (A Fathier 31'), G. Ariyadi, A. Rama, Zah Rahan, Davronov, Bayu Gatra (Sani (90+4'), Maitimo (Slamet Nur 74'), A. Berlian, Beto
Pelatih: Gomes de Oliviera

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
